Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 27 Bingung!


__ADS_3

Bingung! itulah yang dirasakan aku saat ini. Hatiku benar-benar dilema untuk memutuskan sebuah keputusan berat. Entah aku harus menerimanya atau menolaknya.


Di saat hati ini gundah membuat aku kangen sosok mamah dan abi. Jika saja masih ada mereka masalahku tidak akan serumit ini.


Ku putuskan aku berkunjung ke makam abi dan mamah. Ku panjatkan doa yang terbaik untuknya. Semoga abi dan mamah selalu ada di tempat terbaik di sisi-Nya.


Selesai berdoa aku terdiam menatap nanar ukiran dua nama yang begitu aku cintai.


"Bi Mah, Asma rasanya lelah menghadapi semua ini. Bahkan sekarang Asma bingung haruas bagaimana menjalani hidup Asma sendiri. Apa Asma tidak boleh memilih apa yang Asma mau. Asma tak mau membuka hati ini, Asma masih terlalu takut. Apa mamah sama abi tahu! ada seorang laki-laki datang entah siapa Asma tidak tahu. Tetapi dia datang melamar Asma, apa Asma harus menerimanya atau menolak. Jika ingin Asma katakan Asma ingin menolaknya. Tetapi, laki-laki itu mengancam akan tetap menikahi Asma dengan cara paksa. Bahkan paman dan bibi mereka semua menyetujui pinangan laki-laki itu tetapi Asma tidak mau. Entah apa yang laki-laki itu janjikan pada bibi dan paman hingga mereka semua mendukung laki-laki itu. Besok laki-laki itu akan datang kembali dan menagih jawaban Asma. Apa yang harus Asma lakukan Mah Bi, Asma bingung benar-benar bingung. Asma tidak tahu harus memutuskan apa hiks ... hiks.. tolong Asma Mah, "


Ku tutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Menumpahkan segala rasa yang membelenggu. Tetapi aku harus kuat, aku tak mungkin terus tergantung pada keluargaku walau mereka menerimaku dengan tangan terbuka. Aku tak mungkin terus membebani pikiran bibi dan pamanku yang sudah tua, dan aku tak mau terus melihat mereka sedih karena diriku.


Aku tahu selama ini mereka berpura-pura baik-baik saja di depanku padahal mereka begitu sedih melihat kehidupanku yang hancur.


Aku harus kuat dan aku harus bisa membahagiakan mereka. Menunjukan pada mereka kalau aku sudah baik-baik saja.


Sudah puas aku meluapkan segala rasa rasanya hatiku sedikit plong.


Aku langsung beranjak meninggalkan area pemakaman menuju pak Ojol yang setia menungguku.


"Pak, boleh Laila main ke rumah bapak?"


"Boleh nenk, kita langsung pulang."


Aku tersenyum mendengar jawaban pak Ojol yang mengizinkan aku kerumahnya. Ku lihat istri pak Ojol sudah berdiri menyambut kedatanganku. Mungkin pak Ojol yang memberi tahu terlebih dahulu.


"Assalamualaikum, Buk? "


"Waalaikumsalam, Nenk. Ayo masuk, "


Aku duduk di atas karpet kecil karena memang rumah pak Ojol tidak ada kursi sama sekali. Walau begitu rumah sederhana pak Ojol sangat nyaman dan membuatku betah berada di tengan keluarga ini. Apalagi kedua anak pak Ojol begitu sopan terhadap tamu.


Tapi ada satu yang aku suka lagi di sini, aku menyukai masakan sup ala istri pak Ojol. Rasanya enak membuat aku ketagihan. Cita rasa yang khas mengingatkan aku pada mendiang mamah.

__ADS_1


Dulu aku sering sekali di buatkan sup sama mamah ketika aku malas makan.


"Buk nanti ajarin Laila ya, masak sup kaya gini? "


"Si Nenk bisa aja, kan sup buatan ibu sama dengan sup yang lain! "


"Gak buk, rasanya sup ibu itu berbeda. Rasanya mengingatkan Laila pada mendiang mamah. Mamah sering sekali bikinin Laila sup, "


"Mau tahu resepnya? "


Dengan semangat aku mengangguk sambil tersenyum memperlihatkan gigi ginsulku dengan lesung pipi yang indah.


"Bikinnya pakai perasaan dan cinta. Apapun yang seorang ibu masak walau sederhana akan terasa nikmat di banting makanan hotel berbintang lima. Resepnya cuma satu, pakai perasaan dan cinta hingga ketika masuk kedalam mulut kita rasanya akan terasa berbeda karena yang buatnya juga begitu, "


Deg...


Aku tertegun mendengar ucapan istri pak Ojol, sungguh Kata-kata itu bak tamparan bagiku.


Jika kita memasaknya dengan ikhlas maka hasilnya akan sempurna. Begitupun tentang hidup. Bukan bagaimana caranya apa yang harus kita lakukan tetapi bagaimana kita menata hati supaya lapang menerima semuanya.


Bukankah Allah maha penolong, kenapa aku harus terus mengeluh dengan semuanya. Cukup aku berdoa kuatkan dan ikhlaskan, semuanya akan selesai.


Aku terlalu sibuk membenci sampai aku lupa caranya melupakan. Aku terlalu sibuk mengeluh sampai aku lupa mencari kekuatan.Aku terlalu sibuk dengan kesakitan ini sampai aku lupa bagaimana caranya bahagia kembali.


Ternyata aku memang bodoh dan payah, kenapa aku tak menyadarinya malah terus sibuk dengan rasa sakit sampai lupa cara menyembuhkannya.


"Nak, ibu tak tahu permasalahan apa yang sedang kamu hadapi. Ibu cuma mau bilang, jangan terus terdiam di titik yang sama. Pergilah cari titik dimana kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu kembali, "


"Allah maha adil atas segalanya, hanya saja kita tak menyadarinya. Jika kamu sedang di uji dan merasa bingung dengan hati dan pikiran. Datanglah pada-Nya karena dia pemilik segalanya. Pemilik rasa sakit, sedih, bahagia, menangis dan kecewa. Pinta apa yang kamu mau untuk kebahagiaan diri kamu sendiri bukan sibuk memikirkan orang lain yang membuat kamu terluka. Percayalah Dia tidak akan pernah mengecewakan hambanya tidak seperti kita yang sering kali mengecewakannya! "


Lagi-lagi ucapan istri pak Ojol bagai tamparan keras menohok hatiku rasanya perih dan sakit. Apa aku terlalu sibuk dengan rasa sakit dan kebencian hingga aku lupa bahwa ada orang di sekelilingku merasa sedih atas apa yang aku lakukan.


Aku terlalu meratapi kesedihanku hingga membawa orang-orang tersayangku merasakan sedih.Tidak Laila, kamu harus mengubah jalan meset hidupmu. Tunjukan kalau kamu sudah baik-baik saja, tunjukan kalau kamu sudah melupakannya.

__ADS_1


Ya, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku di dunia ini tidak sendirian masih ada bibi dan paman bahkan adik-adik sepupuhku yang mendukungku. Aku harus bangkit dan menunjukan pada mereka kalau aku sudah sembuh, sudah baik-baik saja dari luka itu.


Seketika aku tersenyum menatap istri pak Ojol dengan teduh, begitupun istri pak Ojol menatapku dengan tatapan kasih sayang.


Tidak sia-sia aku berkunjung ke rumah pak Ojol. Selain hati dan pikiranku jauh lebih tenang, perutku pun kenyang.


Ting ...


Aku mengecek ponselku ketika mendengar suara notifikasi pesan masuk. Bibirku tersenyum ketika membaca pesan bibi Aisyah. Aku menyimpan kembali ponselku kedalam tas. Sebelum aku menyimpannya suara notifikasi pesan masuk kembali.


Aku menyerngit ketika mendengar notifikasi pesan masuk bukan satu tetapi begitu banyak.


Ting ...


Ting ...


Ting ...


Aku menautkan kedua alisku ketika melihat seratus pesan masuk dari nomor tak di kenal. Entah siapa membuat aku sedikit ragu membukanya. Tetapi, aku juga begitu penasaran siapa orang iseng yang mengirimku pesan sebanyak ini.


Wajahku begitu tegang dengan mata menatap serius pesan yang aku baca. Perasaan dan pikiranku bergelut ketika terus membaca untaian pesan ini. Membuat aku menghela nafas dalam ketika membaca pesan terakhir.


"Andrian Lian Chu,"


Gumamku membaca pesan terakhir, hingga sebuah pesan masuk kembali dan itu membuat aku tegang dengan mata yang membola sempurna.


Bahkan tanganku langsung mencengkram erat ponselku dengan sorot mata memerah menahan sesuatu yang akan meledak.


Baru saja aku merasakan ketenangan dan pesan ini, Ah ....


Bersambung....


Jangan lupa Like, Vote, Komendan Hadiahya Cinta ... Tinggal tekan Like gak ribet ko he.. he..

__ADS_1


__ADS_2