
Aku terus berjalan menulusuri trotol jalan, entah kenapa aku ingin pergi dari lestoran.
Apa aku datang bulan! kenapa aku hari ini sensitif banget?
Bingungku pada diri sendiri sambil terus berjalan meninggalkan bang Andrian. Rasanya aku benar-benar gak suka bang Andrian deket dengan nenek lampir itu apa lagi aku tahu dia menyukai suamiku bahkan yang membuat aku keluar dari restoran juga dia.
Bukan aku pendendam tapi aku juga tidak tahu kenapa aku tak menyukai kedeketan mereka.
"Laila? "
Deg...
Aku menghentikan langkahku ketika mendengar suara yang begitu aku kenal, suara masa lalu yang begitu menyakitkan. Tanpa berbalik aku melanjutkan langkahku buru-buru karena aku tak mau bicara dengannya sedang suamiku tak ada di sampingku. Dengan keadaan begini aku merutuki kebodohanku yang pergi begitu saja tanpa pamit pada bang Andrian.
"Laila tinggu!!! "
"Lepas mas, kita bukan muhrim? "
Bentakku sengit menghempaskan tangan mas Vandu yang mencengkal tanganku. Rasanya aku ingin menangis karena aku tak bisa menjaga diriku hingga orang lain memegang tanganku.
Aku menatap tajam mas Vandu, tak ada tatapan cinta lagi melainkan tatapan marah kerena dia berani memegang tanganku. Aku merasa berdosa pada bang Andrian jika berada di posisi seperti ini.
__ADS_1
"Ok, maaf. Tapi aku ingin bicara sama kamu? "
"Aku harus pergi, "
"Tunggu Laila? "
"Apa yang kamu lakukan!!! "
Bruk..
Bentakku benar-benar marah mendorong mas Vandu sampai jatuh. Aku menatap mantan suamiku dengan sengit, bisa-bisa nya dia mau memelukku bahkan bang Andrian tak pernah memelukku sembarangan kecuali dia selalu meminta izin terlebih dahulu.
"Pergi! jangan ganggu hidupku, sekarang kita bukan siapa-siapa! "
"Cinta! itu bukan cinta mas kamu hanya terobsesi? dan maksud kamu apa menjelekan nama suamiku? "
"Aku tahu kamu menikah dengannya hanya kerena menghindar dariku, kamu tak mencintainya aku yakin kamu masih mencintaiku! "
"Ha.. ha.. kamu bilang aku masih mencintaimu! mungkin iya, tapi itu DULU. Sebelum kau menghancurkan semuanya, cinta ini terkikis oleh rasa benci dan sakit yang tak bisa aku lupakan begitu saja. Mungkin kamu, mas orang pertama yang mengenalkan aku akan cinta tapi kamu juga orang pertama yang menanamkan rasa benci. Ingat baik-baik! AKU MENCINTAI SUAMIKU,
A-N-D-R-I-A-N!!!"
__ADS_1
Teriakku sambil tertawa menertawakan kekonyolan ini bahkan aku menekan kata terakhir yang aku ucapkan agar mas Vandu tahu kalau dia bukan lagi siapa-siapa bagiku.
Aku menatap datar mas Vandu yang seakan shok mendengar perkataanku. Mungkin mas Vandu shok karena bentakanku atau kalaimat yang aku ucapkan.Inilah aku Laila Si gadis dingin dan cuek, seakan sikap lembutku lenyap begitu saja ketika berhadapan dengan mas Vandu. Sikap pertama yang aku tunjukan ketika mengenalnya hingga dia merubahku menjadi gadis lembut pendiam tapi dia juga yang mengembalikan sikap asalku oleh kesalahnnya sendiri.
Jadi jangan salahkan aku jika aku tak menghormatinya lagi karena dia bukan siapa-siapa aku.
"Tidak! kamu masih mencintaiku sayang. Kamu pasti bohong!"
"Tinggalkan Andrian, dia laki-laki gak baik tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia seorang pemabuk dan pembunuh bahkan dia juga pembunuh ayahnya sendiri!"
"Kamu di bohongi sayang, apa yang kamu lihat dari laki-laki bejat itu! bahkan dia juga mau memperkosa temannya sendiri. Buka mata kamu Laila dia laki-laki gak bai.."
"Stoppp!!!"
Bentakku menyala, darahku mendidih mendengar orang lain menjelekan nama suamiku. Andrian suamiku, siapapun dia di masa lalu aku tak peduli tak ada hak orang lain menjelekan dia di depanku walau itu mantan suamiku sendiri.
"Say.., "
"Dengar baik-baik mas karena aku tak akan mengulanginya lagi!"
"Yang Mas katakan semuanya benar, tapi aku menerima semuanya apa yang ada pada dirinya. Dia pemabuk, pemerkosa dan pembunuh, mungkin dia penjahat lebih buruk dari pada kamu, Mas. Tapi satu yang harus kamu ingat, dia tak pernah sekalipun menyakiti hatiku bahkan Andrian tak pernah membiarkan aku menetesakan air mata sedikitpun. Jadi siapa di sini yang bejat dan bajingan, suamiku atau kau. Dia suamiku lebih baik dari pada KAU!!! "
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote...