Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 46 Prov Vandu ( Terjatuh)


__ADS_3

Tak ada hapan lagi yang bisa ku perjuangkan untuk mendapatkan kembali Laila.


Awalnya aku percaya bahwa Pernikahan Laila karena ingin menghindariku hingga aku bertemu dengan seseorang yang mengajak aku kerja sama untuk merusak rumah tangga Laila. Aku mendapatkan Laila dan orang itu mendapatkan Andrian. Tapi aku salah besar krena obsesiku justru aku semakin membuat Laila malah membenciku.


Aku tahu Laila bagaimana, dia gadis yang begitu sempurna di katakan menjadi seorang istri. Tak ada kecatataan sama sekali dalam dia menjalankan kewajibannya seorang istri. Bahkan Laila tak pernah sekalipun melangkahkan kedua kakinya keluar tanpa seizinku. Tapi dengan bodohnya aku menghancurkan perasaannya hanya karena sebuah anak yang selama ini aku inginkan. Hingga aku gelap mata pada akhirnya ternyata Allah membukakan kebenarannya. Tapi sekarang aku terlambat sangat terlambat untuk memperbaikinya karena Laila sekarang sudah menjadi milik orang lain.


Aku ingin merebut Laila dari Andrian apa lagi ada seorang wanita yang membantuku karena dia juga menginginkan Andrian menjadi miliknya.


Awlanya aku menolak tapi wanita itu memberikan aku sebuah pakta yang mengejutkan tentang masa lalu Andrian hingga aku mengepalkan marah akan semua ini.


Aku mengira Laila menikahi orang yang salah dan Andrian hanya bersembunyi di punggung kelembutan Laila. Supaya orang lain tak pernah tahu apa yang Andrian lakukan.


Aku gelap mata dan terobsesi akan Laila hingga aku menyetujui tawaran wanita itu yang entah siapa aku juga tak tahu.


Selama ini aku memang masih ada di Jakarta dan terus mengikuti kemanapun Laila pergi tapi aku tak bisa mendekatinya karena ada beberapa orang yang menjaga Laila dari kejauhan dan aku yakin Laila juga tidak tahu akan hal itu.


Pakta itu membuat aku sulit membongkar rahasia Andrian pada Laila karena selalu ada bodyguard yang menjaga Laila. Hingga hari ini sebuah keberuntungan menghampiriku.


Aku melihat Laila sedang berjalan sendiriaan sambil mengoceh entah apa yang dia kesalkan. Aku langsung saja mendekatinya karena aku melihat tak ada orang yang menjaga Laila dan itu menjadi kesempatan emas buatku.


"Laila.., "


Aku memanggil namanya membuat Laila menghentikan langkahnya tapi Laila seketika mempercepat langkahnya tanpa menoleh sedikitpun padaku dan itu membuat aku marah apa Laila se jijik itu padaku.


Aku mengejar Laila dan meraih pergelangan tangannya tapi reaksi Laila sungguh di luar dugaanku.


"Lepas mas, kita bukan muhrim? "

__ADS_1


Aku terkejut mendengar bentakan Laila apalagi tatapannya begitu tajam membuat aku terkesiap. Baru kali ini aku melihat tatapan itu seakan tatapan Laila menguliti diriku. Tatapan itu seakan baru pertama kali aku mendekati Laila waktu zaman kuliah.


"Ok, maaf. Tapi aku ingin bicara sama kamu? "


"Aku harus pergi, "


"Tunggu Laila? "


"Apa yang kamu lakukan!!! "


Bruk..


Lagi-lagi aku di buat terkejut dengan apa yang Laila lakukan sungguh di luar dugaan. Sekarang Laila yang ku kenal adalah Laila pas waktu zaman kulaih di mana Laila akan selalu bersikap kasar jika ada laki-laki yang mendekatinya bahkan tubuhku di buat terjatuh oleh dorongan kuat Laila di mana aku akan memeluknya bukan... bukan ingin memeluknya tapi kakiku ke sandung ketika mengejernya.


"Pergi! jangan ganggu hidupku, sekarang kita bukan siapa-siapa! "


"Aku masih mencintaimu, Laila. Tolong kembalilah padaku, Andrian bukan laki-laki yang baik," seruku, tak tahu entah harus apa lagi.


"Cinta! itu bukan cinta mas kamu hanya terobsesi? dan maksud kamu apa menjelekan nama suamiku? "


"Aku tahu kamu menikah dengannya hanya kerena menghindar dariku, kamu tak mencintainya aku yakin kamu masih mencintaiku! "


"Ha.. ha.. kamu bilang aku masih mencintaimu! mungkin iya, tapi itu DULU. Sebelum kau menghancurkan semuanya, cinta ini terkikis oleh rasa benci dan sakit yang tak bisa aku lupakan begitu saja. Mungkin kamu, mas orang pertama yang mengenalkan aku akan cinta tapi kamu juga orang pertama yang menanamkan rasa benci. Ingat baik-baik! AKU MENCINTAI SUAMIKU,


A-N-D-R-I-A-N!!!"


Duarrr....

__ADS_1


Rasanya hatiku di tikam ribuan panah, itu sangat sakit sayang kenapa kau tega lakukan itu.


"Tidak! kamu masih mencintaiku sayang. Kamu pasti bohong!"


"Tinggalkan Andrian, dia laki-laki gak baik tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia seorang pemabuk dan pembunuh bahkan dia juga pembunuh ayahnya sendiri!"


"Kamu di bohongi sayang, apa yang kamu lihat dari laki-laki bejat itu! bahkan dia juga mau memperkosa temannya sendiri. Buka mata kamu Laila dia laki-laki gak bai.."


"Stoppp!!!"


Aku terdiam menatap nanar Laila, dia seakan bukan Laila yang aku kenal. Dimana Lailaku yang lembut dan tak oernah menyakiti.


"Say.., "


"Dengar baik-baik mas karena aku tak akan mengulanginya lagi!"


"Yang Mas katakan semuanya benar, tapi aku menerima semuanya apa yang ada pada dirinya. Dia pemabuk, pemerkosa dan pembunuh, mungkin dia penjahat lebih buruk dari pada kamu, Mas. Tapi satu yang harus kamu ingat, dia tak pernah sekalipun menyakiti hatiku bahkan Andrian tak pernah membiarkan aku menetesakan air mata sedikitpun. Jadi siapa di sini yang bejat dan bajingan, suamiku atau kau. Dia suamiku lebih baik dari pada KAU!!! "


Sekali lagi aku di jatuhkan ke dasar jurang kenyataan yang begitu pahit.


Itu sangat sakit sayang, tolong jangan sakiti aku. Aku tak sanggup, aku menatap nanar penuh kesakitan kepergian Laila yang entah kapan Andrian datang dan langsung membawanya.


Oh Tuhan!!!! kenapa kau sekejam ini...


Bersambung.....


Jangan lupa Like dan Vote....

__ADS_1


__ADS_2