Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 44 Jatuh cinta


__ADS_3

Aku terus saja menangis dari tadi siang karena merasa bersalah pada bang Andrian. Jika saja bang Andrian tidak datang tepat waktu entah apa yang akan terjadi padaku.


Rasanya aku tidak bisa membayangkan semuanya dan aku merasa jijik pada diriku sendiri. Aku tidak menyangka aku dulu mencintai laki-laki bajingan yang berkedok malaikat tapi nyatanya aku baru sadar kalau mas Vandu tidak lebih dari seorang bajingan.


Aku tak kenal lagi siapa dia yang sekarang seakan aku melihat sosok moster di dirinya. Bagaimana bisa dia mau melecehkan aku, mengingat itu semua membuat aku benar-benar.


"Hiks.. hiks... "


Aku semakin meraung histeris memeluk erat tubuh bang Andrian yang hanya diam dengan tangan sambil mengelus punggungku. Sesekali aku merasa bang Andrian mengecup ubun-ubun ku dan itu sukses membuat aku semakin merasa bersalah. Hampir saja aku tidak bisa menjaga marwahku sendiri, jika itu terjadi aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri.


"Sayang.., "


"Maaf hiks.., "


Raungku histeris ketika bang Andrian mau melepaskan pelukannya membuat aku semakin erat memeluknya. Aku tidak berani menatap wajah suamiku rasanya aku tak sanggup.


"Ma.. maafkan Laila bang hiks.. maaf..,"


Ucapku melemah mungkin karena terlalu lama menangis bahkan kepalaku sungguh pusing.


"Sayang jangan begini, abang tidak marah ko. Justru abang yang minta maaf,"


Seketika aku mendongkak menatap wajah bang Andrian karena terkejut kenapa dia yang minta maaf. Justru harusnya aku yang minta maaf ke padanya karena pergi tanpa pamit dan malah membuatku dalam bahaya.


"Sudah jangan menangis, semua salah abang yang tidak bisa menjaga kamu."

__ADS_1


Ada kehangatan dalam diriku ketika bang Andrian mengucapkan itu sambil dengan lembut menghapus air mataku. Bahkan dia menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian tadi siang padahal semua salahku.


"Abang tidak salah, yang salah Laila hiks. bukan abang tidak bisa menjaga Laila tap.. tapi Laila yang pergi tanpa izin hiks.. hiks..,"


"Emang tadi kenapa pergi, hm. Bahkan tak berhenti ketika abang panggil? "


"Karena kesel hiks.. jadi pergi! "


"Kesal kenapa?"


"Karena aban.., "


Aku menghentikan ucapanku karena baru sadar akan sesuatu. Apa benar aku cemburu!


"Emmz.., it.. anu.."


"Cemburu?"


"Mana ada! "


"Yakin? "


"Yakin! "


"Ya sudah, abang kembali saja ke res ..."

__ADS_1


"Tidak! "


"Laila gak suka abang dekat-dekat sama perempuan lain.., "


Jujurku sambil menunduk, ya aku gak suka bang Andrian dekat dengan nenek lampir itu hingga aku kesal dan pergi begitu saja. Tapi kelakuanku malah membahayakan diriku sendiri dan itu membuat aku merasa bersalah.


Tingkah kekanakkanku malah membuat aku melakukan dosa dan itu membuat aku benar-benar merasa bersalah.


Bang Andrian mengangkat daguku membuat aku kembali mendongkak menatap wajahnya. Dia tersenyum sambil menatap intens wajahku. Tatapan itu benar-benar membuat aku merinding, pasalnya baru kali ini bang Andrian berani menatapku intens seperti ini.


"Bang...," Lilirku bergetar ketika bang Andian menyentuh bibirku. Hal pertama kali juga bang Andrian lakukan dan itu membuat aku benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda.


"Bolehkan abang menyentuh ini? "


Aku terkesiap mendengar penuturan bang Andrian. Hari ini benar-benar aku merasakan hal yang tak oernah aku bayangkan sebelumnya. Rasa yang tak bisa aku jabarkan ketika entah keberanian dari mana aku nengangguk setuju hingga tak lama aku merasakan getaran hebat menjalar he hatiku ketika daging kenyal nan lembut menyentuh bibirku. Bahkan dengan repleks aku memejamkan kedua mataku dengan tangan mencengkram erat baju pinggang bang Andrian.


Rasa ini benar-benar tak bisa aku jabarkan dengan kata.


Apakah malam ini bang Andrian benar-benar akan meminta haknya? jika iya maka aku sudah siap dan tak ada yang aku takutkan lagi. Karena memang itu hak bang Andrian, harusnya aku sudah lama memberikannya tapi bang Andrian seolah masih menjaga perasaanku dan itu membuat aku benar-benar jatuh cinta padanya.


Ya aku sudah jatuh cinta pada suamiku sendiri.


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote ya...

__ADS_1


__ADS_2