Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 38 Belajar membuka hati


__ADS_3

Kejadian tiga hari yang lalu membuat aku benar-benar takut dan itu membuat sikapku berubah pada Andrian.


Aku berusaha menerima Andrian di hidupku dan aku belajar mulai membuka hatiku untuknya. Walau bagaimanapun Andrian suamiku dia berhak mendapat cintaku.


Apalagi sikap Andrian yang begitu lembut dan menghormatiku membuat hatiku luluh. Bahkan Andrian tak pernah malu untuk menanyakan berbagai hal tentang ajaran agama islam. Dia benar-benar ingin merubah hidupnya dan terbukti Andrian mau belajar mengaji dan yang paling utama aku mengajarkan tatacara wudhu dan sholat dulu berikut bacaannya.


Aku tidak pernah merasa menyesal memilih Andrian sebagai suamiku. Walau Andrian memang jauh dari kata sempurna dalam hal agama. Andrian benar-benar tak tahu apapun bahkan bacaan wudhupun sering salah. Tapi dengan sabar dan ikhlas aku mengajarinya dan satu hal yang aku sukai dari suamiku adalah Andrian benar-benar menghormatiku, pengertian dan tak memaksakan kehendak. Bahkan Andrian sering kali tak mau merepotkan aku walau dia kerepotan mengurus pekerjaannya.


Tetapi, aku masih penasaran dengan apa yang terjadi tempo itu. Kenapa Andrian begitu ketakutan sebenarnya apa yang Andrian impikan apa benar Andrian mengalami mati suri.


Sampai saat ini aku masih berpikir keras bahkan keluargaku pun tak percaya kalau Andrian masih hidup. Ini sebuah keajaiban atau memang sudah Takdir suamiku begini.


Bahkan dari kejadian tempo hari Andrian benar-benar rajin dalam beribadah walau aku tahu bacaannya masih belum lancar. Terkadang aku tersenyum sendiri bahwa aku merasa mempunyai suami seperti anak kecil yang harus di ajari ini itu. Tapi ada kebanggaan dalam hatiku kalau suamiku begitu cepat mempelajari bacaan-bacaan wudhu dan sholat tinggal bacaan Al-quraan yang belum lancar.


Aku tersenyum ketika pertama kali membantu suamiku belajat, dia terlihat gugup dan itu membuat aku gemas. Tidak ada tampang cuek dan dingin ketika bersamaku yang aku lihat tatapan yang selalu Andrian berikan tatapan lembut penuh puja.


"Assalamualaikum.., "


"Waalaikumsalam.., "


Aku terkejut mendapati suamiku sudah pulang kerja. Dengan cepat aku menghampirinya lalu mencium punggung tangannya dan mengambil tas yang suamiku pegang.


"Bagaimana kerja hari ini apa lancar? "


Aku bertanya pada Andrian karena memang itu sudah menjadi kebiasaanku ketika aku dulu masih bersama mas Vandu. Selalu menyambut kedatangannya dan bertanya bagaimana pekerjaannya. Dan, sekarang aku lakukan juga pada Andrian karena sekarang dia suamiku yang harus aku layani.


"Bang.., "


Panggilku karena Andrian malah bengong dengan tatapan tertuju padaku. Apa ada yang salah dengan diriku, perasaan gak ada, pikirku bingung.


"Apa kamu selalu seperti ini menyambut kedatangan Vandu dulu? "

__ADS_1


"Hah! "


Aku terperanga mendengar ucapan Andrian lalu aku melihat diriku sendiri. Dimana aku memakai dress diatas lutut dengan rambut tergerai dan sedikit polesan makeup.


Memang aku selalu begini menyambut kedatangan mas Vandu dulu cuma bedanya aku tetap memakai gamis yang bagus untuk menyenangkannya. Aku masih ingat aku memakai pakain seperti ini terakhir ketika kejadian malam itu dimana kesakitan itu terjadi. Karena dulu aku tak seberani ini memakai pakain seksi di depan mas Vandu karena memang mas Vandu kurang menyukainya.


Sekarang aku memakai pakaian seperti ini di depan Andrian berharap dia menyukai sambutanku dengan penampilan seperti ini dan semoga dia mengerti kalau aku sudah sepenuhnya menerima dia dan masa lalunya.


"Apa abang tak menyukainya? "


Pertanyaan konyol macam apa kenapa aku malah bertanya kepadanya. Dari tatapannya saja membuat aku yakin kalau dia tak menyukainya.


"Kalau abang tak suka, tolong beritahu Laila bagaimana cara Laila menyenangkan hati abang?"


Ucapku lagi sambil menunduk karena merasa gagal menyenangkan hati suamiku sendiri. Aku pikir Andrian berbeda dengan mas Vandu, apa Andrian juga menyukai aku menyambutnya memakai gamis jika iya aku akan melakukannya, mungkin.


"Apa kamu selalu seperti ini menyambut kedatangan Vandu dulu? "


Lagi-lagi aku terperangah kenapa Andrian menanyakan hal itu lagi membuat diriku sedikit kesal kenapa malah membahas mas Vandu lagi.


"Terus? "


"Dulu Laila memang selalu menyambut ke datangan mas Vandu tapi tidak dengan pakain seperti ini. Selalu memakai gamis, tapi Laila pernah satu kali memakai pakain seperti ini dan di malam itu semuanya hancur! "


Jawabku bergetar kenapa masih sangat sakit jika mengingat malam menyakitkan itu.


"Apa menyambut seorang suami seperti ini di ajarkan dalam islam? "


Aku menatap lekat suamiku karena aku tidak mengerti kemana arah bicaranya. Hingga aku menghela nafas mengerti akan satu hal.


"Dalam islam tidak mengajarkan seorang istri menyambut suaminya seperti ini. Hanya saja dalam islam mengajarkan kalau seorang istri harus menyenangkan hati suaminya karena itu menjadi sebuah pahala dan pengugur dosa,"

__ADS_1


"Jadi, jika abang tak senang akan penampilan Laila. Tolong katakan apa yang harus Laila lakukan supaya hati abang senang. Laila hanya sedang berusaha menjadi istri yang baik dan berusaha membuka hati Laika untuk abang, "


Terangku, entah kenapa memang aku menginginkan semua ini. Menjalankan pernikahan yang normal tampa rasa canggung. Biarlah aku membiarkan ceritaku mengulir bak air mengalir walau aku tahu, aku tak tahu bagaimana selanjutnya hidupku.


"Laila hanya sedang berusaha memberikan cinta dimana abang berhak mendapatkannya. Hanya saja tolong jangan kecewakan Laila..,"


Aku mundur beberapa langkah ketika bang Andrian menatapku intens membuatku sulit mengartikan tatapan mata sipit ini.


Apa aku salah bicara atau aku salah berpenampilan. Entahlah aku tak tahu apa yang sedang bang Andrian pikirkan. Aku hanya ingin menjadi istri yang baik yang bisa menyenangkannya. Karena aku tahu rasanya sakit jika berjuang sendiri, untuk itu aku belajar membuka hatiku untuk bang Andrian.


Grep...


Bang Andrian menarik pinggangku hingga merapat pada tubuhnya. Perlakuan bang Andrian membuatku terkejut sontak aku menempelkan kedua tanganku pada dada bidang bang Andrian menjadi jarak antara aku dan bang Andrian.


Seketika aku menyerngit bingung ketika bang Andrian malah tersenyum dan senyuman ini pertama kali aku melihatnya sampai gigi putih rapihnya terlihat.


"Asma, apa kamu tahu. Abang sangat suka dengan penampilan ini, sungguh."


"Maaf, hanya saja tadi abang sempat membayang bagaimana kamu setiap hari berpenampilan seperti ini di depan Vandu. Rasanya membuat hati abang tak terima, andai saja abang lebih dulu mengenal kamu. Abang suka dan abang sangat senang dengan sambutan sayang, sangat cantik dan seksi, "


Bluss...


Seketika pipiku memanas mendengar apa yang bang Andrian katakan. Aku menunduk malu bahkan rasanya aku ingin menghilang detik ini juga tetapi aku tak bisa karena bang Andrian semakin menarik tubuhku untuk merapat padanya.


"Kenapa menunduk, Hm. Abang suka melihat Asma seperti ini, terimakasih sudah mau berusaha membuka hati untuk abang. Abang tidak bisa berjanji tapi abang akan selalu berusaha menjadi suami yang terbaik. "


Cup..


Aku memejamkan kedua mataku ketika merasakan kecupan lembut di keningku. Ada rasa yang tak bisa ku jabarkan oleh kata dan itu membuat hatiku bergetar.


Fabiayiallairabikumatukaziban...Nikmat Tuhanmu yang mana yang telah kau dustakan.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like, Vote, Hadiah dan Komen..


__ADS_2