Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 42 Cemburu!!!


__ADS_3

Aku tak pernah tahu ternyata suamiku begitu pintar. Banyak sekali penghargaan yang dia dapatkan. Bahkan aku juga baru tahu ternyata bang Andrian adalah dosen di mana tempat dulu aku kuliah di Bandung.


Entah seberapa banyak kejutan yang ada pada suamiku. Peretasi, penghargaan dan kekayaan aku tak pernah menyangka kalau suamiku begitu pintar dan kaya.


Rasanya hari ini aku benar-benar bahagia bisa mengelilingi prusahaan bang Andrian dan yang paling mengejutkan lagi ternyata bang Andrian juga pemilik kampus yang ada di Jakarta dan lestoran tempata aku bekerja beberapa bulan lalu ternyata itu juga dia pemiliknya.


Jangan buat aku jantungan lagi mengetahui kejutan darimu. Dan, aku tak tahu kejutan apa lagi yang akan aku tahu di balik dirimu yang pendiam.


Monolog batinku sambil menatap lekat bang Andrian yang sedang menikmati makanan yang baru saja aku masak.


Sesudah di kantor bang Andrian mengajak aku ke lestorannya karena mau mengambil beberapa berkas. Awalnya aku tak mau karena aku pasti akan bertemu dengan nenek lampir itu tapi bang Andrian memaksa karena sekalian bang Andrian ingin makan masakanku.


Mau tak mau aku menurutinya, dan benar saja aku harus bertemu nenek lampir itu. Tapi kali ini dia tak berani macam-macam karen ada bang Andrian.


"Apa abang menyukainya? "


"Hm, ini sangat nikmat sayang, "


Aku tersenyum melihat bang Andrian begitu lahap makannya. Aku perhatikan bang Andrian sekarang terlihat berisi mungkin karena dia banyak makan. Sesekali aku mengelap bibirnya di mana ada sisa makanan yang tersisa. Mungkin aku belum terbiasa melakukan hal kecil berbaur romantis seperti apa yang sering di lakukan bang Andrian.

__ADS_1


Halnya panggilan sayang dia lontarkan padaku di malam pernikahan. Awalnya aku geli mendengar panggilan itu, tapi seiring berjalannya waktu aku sudah terbiasa dengan panggilan itu dan rasanya berbeda.


"Sayang, aku tahu aku tampan! "


Ingin rasanya aku tenggelem di lautan samudra sangat memalukan karen adari tadi aku terus memerhatikannya.


"Aaa.., dari tadi kamu lihatin abang terus. Abang sudah ganteng dari lahir tapi gak bakalan bikin kamu kenyang,"


Aku menerima suapan pertama dari suamiku dan ini sangat menyenangkan seperti ada sesuatu yang menggelit hatiku.


"Alhamdulilalh.., "


Sudah selesai makan bang Andrian menyuruh Lida masuk keruangannya. Aku menyandarkan kepalaku di pundak bang Andrian karena tiba-tiba aku mengantuk.


"I-Ini Tu.. tuan!"


"Ya sudah, terimakasih. Kamu boleh keluar, "


"Eh, tunggu!"

__ADS_1


"Iya Tuan? "


"Tolong panggil Silvia, suruh dia masuk keruangan saya!"


Aku membuka kembali mataku lalu aku menegakan lagi tubuhku.


"Sayang kalau kamu ngantuk tidur lagi saja, maaf jika abang menggangu? "


"Tidak! sekarang sudah tidak ngantuk lagi! "


Jawabku asal membuat bang Andrian tersenyum geli. Entah apa yang dia senyumkan. Apa dia tersenyum karena bertemu dengan yang ngefans dengannya? aisth kau ini Laila, jangan berpera sangka buruk terhadap suamimu.


Tapi aku tak menampik jika aku tak suka jika bang Andrian benar tebar pesona dengan bawahannya dan entah kenapa membuat aku tiba-tiba kesal.


Aku langsung berdiri berbarengan dengan Silvia masuk, aku tersenyum pada Silvia lalu keluar begitu saja tanpa mempedulikan panggilan bang Andrian.


Ah, kenapa aku marah! apa aku cemburu? tidak aku tidak cemburu, mana mungkin aku cemburu. Wong aku belum mencintainya aku baru merasa nyaman dan terlindungi berada di sisi bang Andrian.


Ta-Tapi apa iya!!!

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Komen, Vote dan hadiahhhh....


__ADS_2