
Rasa syukur tak bisa aku jabarkan oleh kata, terlalu banyak kenikmatan yang Allah berikan padaku. Hingga aku bingung harus berucap apa. Hanya puji syukur yang bisa ku lapalkan di setiap gerakan bibirku mendengar penjelasan dokter.
Sesuatu yang aku nantikan dan aku harapkan membuat aku harus tersakiti. Tapi, ketika aku pasrah dan berserah ternyata Allah kasih dua kali lipat kebahagiaan ini.
Penantian yang aku selalu selipkan dalam ujung doaku ternyata Allah menjawabnya.
Aku hamil, aku akan menjadi seorang ibu, sungguh itu kabar yang benar-benar membuat aku bahagia. Saking bahagianya aku tak tahu harus melakukan apa. Hanya isak tangis mengiringi kebahagiaanku bukan kesedihan.
Allah memberiku malaikat kecil yang akan menjadi pelengkap rumah tanggaku dengan bang Andrian. Aku menangis haru begitupun bang Andrian, sendari tadi dia mrnangis dan memeluk tubuhku seakan aku akan pergi saja.
Tapi, aku menyukainya, ketika seorang laki-laki menangis mendengar kabar bahagia istrinya hamil tentu laki-laki itu adalah laki-laki yang benar-benar sangat menyayangi kita. Terlihat dia begitu terharu dan bahagia, sampai-sampai bang Andrian tak mau melepaskan dekapannya walau sebentar saja.
Aku bahagia, karena bang Andrian juga bahagia mendengar kabar ini. Membuat aku tak sabar membagi kebahagian ini dengan keluargaku di tanah air.
Sebentar lagi aku akan menjadi ibu, ya Rohman ya Rohim terimakasih atas karunia yang kau berikan pada Laila. Sungguh ini sesuatu yang benar-benar membuat Laila seakan bermimpi. Kau memberi kepercayaan besar pada Laila untuk Laila jaga. Berikanlah kekuatan dan kesehatan pada Laila supaya Laila bisa menjaga amanah besar ini.
Kuasa-Mu sungguh besar dan tak terkira, kejutan-Mu sungguh luar biasa. Melipat gandakan dengan apa yang tak terbayangkan sebelumnya di benak Laila.
Terimakasih ya Robb...
Aku terus saja tersenyum dengan bibir tak lekas memuji asma Allah sambil tangan terus mengelus perutku. Mataku berbinar di balik genangan bulir bening yang siap meluncur keluar.
__ADS_1
"Ini keajaiban luar biasa bang, Laila tak pernah menyangka akan di berikan amanah sebesar ini, "
"Iya sayaang, semoga kamu sehat selalu lalu ya, sampai kita bisa melihat pertumbuhan anak kita hingga kelak dia bisa memilih jalannya sendiri, "
"Iya dong, itu harus.Tapi, Ngomong-ngomong abang bicara seolah Laila sakit saja, Laila akhir-akhir ini memang selalu pusing tapi kata dokter kan tadi itu bawaan hamil he.. he.. "
Aku terkekeh sendiri, memang akhir-akhir ini aku sering merasa pusing dan mual aku pikir itu hanya masuk angin biasa padahal aku hamil. Maafkan ummi sayang, yang tak menyadari keberadaanmu. Semoga kamu sehat selalu ya, ummi gak sabar menunggu kamu lahir kedunia.
"Emmz, a.. abang cuma sedikit tak percaya dengan pakta ini. Sayang kan sebelum menikah pernah bilang kalau sayang, maaf Mandul. Ta... "
"Maafkan Laila bang, soal itu Laila tak jujur. Sebenarnya Laila tidak mandul, Laila subur hanya saja Laila dulu menyembunyikan pakta itu hanya ingin menutupi kekurangan mas Vandu.., "
"Sebegituh cintakah kamu dulu padanya? "
Aku tersenyum melihat raut wajah berubah bang Andrian. Aku tersenyum geli, melihat kecemburuan nampak jelas di matanya.
"Itu dulu sebelum rasa cinta itu menjadi kekecewaan dan kebencian. Tapi sekarang cinta itu sudah terkikis oleh rasa sakit. Sekarang cinta dan seluruh jiwa Laila hanya milik abang dan calon anak kita."
"Sudah jangan cemburu, Laila milik abang, selamanya sampai menuju surga Allah. Semoga Laila tetap menjadi bidadari abang di surga-Nya."
Aku nampak geli melihat tampangnya yang merajuk. Bahkan bang Andrian begitu posesif memelukku. Pelukan yang nampak berbeda dari bang Andrian. Entahlah, mungkin ini hanya perasaanku saja.
__ADS_1
Kata orang biasanya perasaan ibu hamil itu suka sensitiv, akan marah, cemas, sedih bahagia dan merajuk. Perasaan naik turun dan aku tak tahu perasaan ini. Apakah perasaan ini memang bawaan aku hamil atau ada hal lain yang berusaha bang Andrian sembunyikan dariku.
Terimakasih ya Rohman ya Rohim, Kau anugrahkan aku seorang suami yang begitu menyayangi, mencintai dan melindungiku. Dan, Kau juga anugrahkan seorang anak di rahimku.
Terimakasih atas cinta-Mu pada hamba yang penuh dosa dan kekurangan dalam beribadah kepada-Mu.
Kau begitu hebat menjungkir balikan perjalanan hidup Laila hingga Laila berasa di titik terendah. Kemudian Kau angkat kembali Laila di titik ini.
Kau jadikan aku seorang istri yang tersakiti, terdzolimi hingga kau ubah perjalanan hidupku dengan yang tak pernah aku bayangkan. Dari Hati Istri yang Di Madu dan tersakiti hingga Kau ubah hati ini dengan ungkapan hati istri yang begitu bahagia dan bersyukur atas nikmat yang Kau beriman pada Laila.
Kebahagian yang tak pernah aku bayangkan sebegitu hebatnya Kau menentukan jalan skenario perjalanan hidup Hamba-hamba-Mu.
Thank you Lord for all your gifts. May we always be Your grateful servants. O Allah, thank you for all your gifts, yesterday, today, tomorrow, forever, forever. O Allah, I will not pass a day without being grateful to You. Thank you for everything You have given. Thank you for all Your generosity and for Your sustenance, Amen.
Terimakasih kasih Tuhan atas segala anugerah-Mu. Semoga kami selalu menjadi hamba-Mu yang pandai bersyukur. Ya Allah, terima Kasih atas semua pemberianmu, kemarin, hari ini, esok, sampai kapanpun, selamanya. Ya Allah, tak akan Laila lewati hari tanpa bersyukur kepada-Mu. Terima kasih atas segala yang telah Engkau beri. Terima kasih untuk semua kemurahan-Mu dan atas rezeki-Mu, Aamiin.
"Laila mencintaimu, Bang Andrian Lian Chu."
TAMAT....
Jangan lupa Like dan Vote....
__ADS_1