Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 47 Prov Andrian ( Terimakasih)


__ADS_3

Rasa yang tak bisa aku jabarkan oleh kata di mana ini bagai sebuah keajaiban. Istriku, sekarang benar-benar sudah menjadi miliku seutuhnya.


Sekarang aku tak takut lagi jika Asma akan berpaling dariku karena aku sekarang sudah tahu isi seorang Laila Asma Ar-rohman.


Rasanya aku tak percaya, Allah ternyata memang hebat. Benar kata Asma kalau Allah maha membolak balikan hati setiap hambanya. Tinggal kita terus berusaha dengan doa-doa supaya apa yang kita butuhkan Allah beri.


Dulu aku tak yakin akan keberadaan Allah, tapi sekarang aku yakin. Rasanya aku bersyukur mendapatkan istri sholehah seperti Asma.


Di begitu menghormatiku walau aku bukan suami yang baik. Bahkan dia membelaku di depan mantan suaminya.


Awalnya aku kesal karena Asma tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkanku di lestoran tampa pamit dan tahu sebabnya kenapa.


Aku mengikutinya dari belakang, hingga aku melihat mantan suami Asma mendekat. Awalnya aku ingin mencegah tapi aku urungkan. Aku hanya ingin melihat sejauh mana Asma bisa melindungi dirinya dan sejauh mana dia menerimaku.


Sesuatu yang di luar dugaan, tanganku mengepal erat ketika Vandu menguak aibku membuat aku takut jika Asma akan goyah. Tapi, pikiranku melesat dengan marahnya Asma menelan kalau aku jauh lebih baik dari pada Vandu dan itu membuat aku senang.


Bahkan hatiku berbunga-bunga ketika Asma mengungkapkan rasa cintanya padaku walau tak mengatakannya langsung ke padaku.


Sungguh aku tak menyangka, secepat ini Asma benar-benar membuka hatinya untukku.


Entah sebahagia apa diriku yang penuh dosa mendapatkan istri seperti Asma.


Rasanya aku ingin terus mengurung Asma di kamar, apa lagi aku sudah tahu perasaan Asma padaku. Walau Asma nampak malu-malu jika mengatakannya langsung padaku. Tapi gak apa-apa. Aku cukup mengerti dengan bahasa tubuh Asma, walau Asma tak mengatakan apapun tapi bahasa tubuhnya sudah menjawab semuanya.


Tadi malan adalah malam yang paling indah yang pernah aku lalu. Rasanya sungguh tak bisa aku jabarkan dengan kata. Jika aku boleh meminta, aku tak mau waktu ini berganti dengan cepat. Semoga Allah selalu menjaga cinta ku untuk Asma. Wanita yang sudah berani mencuri hatiku di pandangan pertama.


Aku berpura-pura masih tertidur padahal aku dari tadi sudah bangun. Aku hanya ingin menikmati elusan lembut tangan lentik Asma di wajahku.


"Bang.., kenapa aku baru menyadari kalau kau itu begitu tampan, "


Ya ampun oh istriku, jadi selama ini kau menganggapku jelek. Awas ya aku kasih hukuman.


"Terimakasih atas kasih sayang yang sudah abang berikan pada Laila,"


Sama-sama My Wife


"Hati dan jiwa ini sudah milik abang, semoga abang tak mengecewakan Laila suatu saat nanti.., "


Tidak akan sayang, jangan menangis...


Aku masih saja membatin menjawab liliran istriku. Aku ingin segera membuka mataku tapi aku masih penasaran apa yang akan Asma katakan lagi.


"Semoga Abang jodoh terakhir Laila.., em.. Laila sangat menyayangi abang dan dan men... mencintai abang.."


"I Love You To,"


Ucapku perlahan membuka mata dengan bibir tersenyum melihat raut wajah terkejut istriku. Apa lagi matanya sampai membola dengan mulut menganga membuat aku ingin tertawa.


Cup...


Aku mengecup bibirnya sekilas membuat Asma langsung menutup mulutnya.


"A.. abang s..sudah bangun?"

__ADS_1


"Iya sayang dari tadi abang sudah bangun, "


"Terimakasih untuk semalam, "


Bluss..


Ku lihat wajah istriku memerah menahan malu dan itu sungguh membuatku gemas. Nampaknya istri sholehahku masih malu-malu padahal aku sudah miliknya.


"Rasanya nikmat dan le.. legittt, "


"A.. abang..., "


Aku terkekeh ketika Asma menyembunyikan wajahnya di dada bidangku. Oh gemasnya istriku jika seperti ini, aku baru tahu ternyata tidak hanya cuek istriku juga malu-malu.


Cup..


Ku berikan kecupan di puncak kepalanya Berkali-kali. Aku melerai pelukan Asma lalu membelai pipinya masih ada rona malu-malu di wajahnya membuat aku geli dan ingin mengulanginya lagi.


"Sayang bolehkah?"


"K-Kan malam sudah.., "


"Buat penyemangat pagi ini..,"


"Ini udah siang bang! "


"Sama saja, "


Cup..


Aku terus saja mengabsen setiap inchi wajah istriku dengan kecupan lembut sampai bibirnya yang terasa manis dan legit aku gigit dan tarik sedikit.


Krukk...


Seketika aku langsung menghentikan aksiku, aku pikir itu suara ******* bibir istriku nyatanya suara perut istriku yang sedang kelaparan padahal aku juga lapar ingin melahap istriku lagi.


Krukkk...


Bunyi laknat itu kembali terdengar membuat aku terkekeh langsung benar-benar menghentikan aksiku.


Grep...


Asma memeluk leherku ingga tubuhku kembali merapat pada tubuhnya. Aku tahu istriku pasti malu dengan suara perutnya yang minta di isi.


"Lapar? "


"Hm, "


"Maaf, abang kebablasan! "


Sesalku beranjak dari tempat tidur, lalu aku menggendong Asma menuju dapur. Aku mendudukan Asma di meja dekat kompor.


Aku tersenyum geli ketika Asma mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan. Mungkin istri sholehahku baru menyadari sesuatu.

__ADS_1


"B-bang i.. ini rumah siapa? "


"Rumah kita sayang! "


"Maksudnya? "


"Ini rumah kita yang sudah aku persiapkan untuk kamu! "


"Ba.. bang..., "


"Apa Istri sholehah ku suka? "


Ucapku lembut sambil mengecup punggung tangan istriku. Ku lihat Asma berkaca-kaca sambil menangkup wajahku, dia menarik wajahku hingga sebuah kecupan terasa hangat di keningku.


"I.. ini sangat besar bang, kenapa Laila baru sadar!"


"Karena istriku dari kemaren nangis mulu,"


"Boleh Laila lihat-lihat? "


"Boleh, tapi kamu harus makan dulu. Diam di sini biar hari ini abang yang menyiapkan semuanya! "


"Tidak ada penolakan! "


Aku dengan cekapan meracik bumbu-bumbu hal seperti ini sudah biasa bagiku. Karena aku memang selalu melakukannya sendari kecil.


Bibirku tertarik ke samping melihat istriku dengan ekor mataku dari tadi terus memerhatikanku tanpa kedip. Mungkin dia terkejut atau heran dengan apa yang aku lakukan.


*Ya Allah jangan alihkan tatapan istriku dari diriku. Terimakasih kau hadirkan dia di hidupku. Mungkin aku tak akan pernah mengenalmu jika kau tak takdirkan Laila Asma Ar-rohman menjadi pendampingku.


Terimakasih ya Allah*...


Syukurku dalam hati sambil dengan lembut menyuapi Asma, sesekali menyuapi diriku sendiri.


Rasanya jiwaku benar-benar hidup dan penuh warna.


Terimakasih istriku, kau sudah menarikku dalam kegelapan menuju cahaya hidayah. Akan ku pastikan kamu adalah wanita terakhir di hatiku setelah mamah.


Jangan pernah lelah ya, untuk terus bersabar membingbingku menuju jalan yang benar. Karena aku tak tahu akan ada badai apa ke depannya, semoga kamu tetap percaya padaku.


"Abang kenapa senyam-senyum? "


Senyumanku semakin melebar mendengar ucapan istriku.


"Terimakasih sayang, kau sudah membelaku di hadapan mantan suamimu,"


"Itu sudah kewajiban Laila bang, siapapun tak boleh ada yang menghina suamiku!"


"Aku sungguh beruntung mendapatkan kamu,"


"Laila jauh lebih beruntung mendapatkan suami seperti abang.., "


"I LOVE You..., "

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like dan vote....


__ADS_2