Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 61 Di balik sebuah kekurangan!!!


__ADS_3

Langit di atas sana begitu jingga, membuat suasana sore nampak sangat indah. Aku menikmati pemandangan di balkon rumahku, sambil memandang hamparan bunga yang baru bermekaran. Segelintir angin meriuk menerpa kulit wajahku membuat suasana nampak tenang dan nyaman.


Sesudah pamin pindahan, aku langsung membereskan baju yang beberapa aku bawa karena bang Andrian menyuruhku membawa baju sedikit. Katanya biar gak repot jika berkunjung ke rumah bibi, karena di sana sudah ada baju.


Aku sengaja bersantai di sini di temani secangkir teh dan roma kelapa sambil menunggu kepulangan bang Andrian.


Sesudah mengantarkan aku ke sini bang Andrian izin ada pertemuan dengan pengacaranya untuk memberikan berkas-berkas kasus pamannya dan juga atas pengalihan saham perusahaannya.


Indahnya suasana sore membuat hatiku damai, seperti aku pernah merasakan suasana seperti ini. Tapi, aku tidak tahu pastinya kapan aku pernah merasakannya.


Sekarang hidupku baru di mulai, mengarungi bahtera rumah tangga bersama bang Andrian.


Ku pejamkan kedua mataku dengan kepala mengadah keatas. Merasakan hembusan angin yang membuatku benar-benar nyaman.


Cup...


Aku tersenyum ketika merasa ada lengan kokoh melingkar indah di pinggangku. Dengan sebuah kecupan singkat di pipi kananku.


"Assalamualaikum, sayang."


"Waalaikumsalam, udah selesai urusannya? "

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah, semoga semuanya lancar! "


"Amin,"


Aku memeluk tubuh bang Andrian rasanya aku seperti rindu, padahal bang Andrian cuma tiga jam ke luar tapi rasanya sangat lama.


"Mulai nakal ya sekarang, "


Aku mengeratkan pelukanku sambil menyembunyikan wajah meronaku di dada bidang bang Andrian. Pelukan bang Andrian begitu hangat dan nyaman apa lagi udara begitu sangat segar.


"Sayang.., "


"Abang punya sesuatu untuk mu! '


Perlahan aku mengendurkan pelukanku tanpa melepaskannya dengan kepala mendongkak menatap wajah tanpam suamiku.


"Apa? "


"Ini! "


Aku mengambil sebuah kotak sedang persegi panjang. Perlahan aku membukanya, Seketika hatiku berdebar melihat hadiah yang di berikan bang Andrian. Mataku berkaca-kaca melihat beberapa berkas dimana bang Andrian sudah mendaptarkan namaku dan nama dirinya untuk melaksanakan ibadah haji.

__ADS_1


Entah apa yang harus aku ucapkan bahkan di sana bukan ada namaku saja tapi ada nama kedua orang tuaku dan kedua orang tua bang Andrian.


"Abang mau melaksanakan rukun islam yang terakhir bersama istriku tercinta. Abang juga ingin menghajikan kedua orang tua abang dan kedua mertua abang dengan cara di badalkan, karena kedua orang tua kita sudah meninggal. Semoga sayang suka dengan hadiahnya,"


"Kita berangkat setelah sayang bersuci, "


"Sudah jangan menangis.., "


Air mataku tak bisa di cegah untuk terus keluar, siapa suamiku ini. Dia memberikan sebuah kejutan besar dari apapun. Bahkan pikiranku tak sampai kesana, tapi dia sungguh ya Rohman begitu besar karuniamu membulak-balik kan hati suami Laila.


Dia yang awal mula begitu banyak membuat kejutan sampai jantungku mau copot saja, karena terlalu terkejut dengan masalalu suram suamiku. Tapi, lihatlah sekarang lagi-lagi di memberi kejutan yang bahkan lebih membuat jantungku mau loncat dari tempatnya tapi kejutan itu juga membuat hatiku berdebar akan getaran cinta yang semakin tumbuh liar di hatiku. Entah kapan awal mulanya aku tak tahu. Yang pasti kejutan-kejutan itu bukan lagi membuat aku shok tapi terharu dan begitu bangga dengan sikap dan perubahan yang dia tunjukan.


Inilah sebuah kebesaran Allah yang menunjukan kuasanya. Allah maha membulak balikan setiap hati hamba-hambanya. Dulu mas Vandu laki-laki sempurna dengan segala kesempurnaannya tapi lihatlah di balik kesempurnaan itu hingga aku baru sadar bahwa kesempurnaan itu menjadikan luka yang sangat menyakitkan.


Dan, sekarang bang Andrian datang dengan segala kekurangan yang dia miliki hingga aku pun tersadar bahwa di balik kekurangan itu ada sebuah kejutan-kejutan besar yang membuat hatiku selalu bergetar akan prilakunya. Dia menyembunyikan kesempurnaan itu di balik ke kurangannya hingga aku baru sadar bahwa aku sudah terjerat dalam lingkar yang bang Andrian ciptakan.


"Terimakasih bang..., terimakasih... "


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


__ADS_2