Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 34 Apa benar dia suamiku?


__ADS_3

"Ahh..., "


Bruk...


Aku terkejut ketika bangun tidur melihat ada laki-laki yang tidur di sampingku bahkan tangannya memeluk perutku. Sontak membuat aku repleks menendangnya.


"Awwss .., "


Aku langsung mengambil guling dan memukulkan guling pada laki-laki yang sudah berani tidur di kamarku. Aku terus memukulnya dengan guling tak peduli dengan rintihannya.


Rasanya aku marah ketika ada laki-laki berani tidur di ranjangku membuat darahku mendidih. Hingga aku terus saja memukulnya sambil mengumpat.


"Brengsekkk.., ah.. sialan... laki-laki mesumm.., "


"Dasarr, pergi.., laki-laki mesum!!"


Makiku sambil terus memukulnya tanpa ampun dengan guling bahkan aku menjambak rambutnya Berkali-kali . Mataku melirik ke arah samping dimana ada sebuah botol tempat minumku dengan cepat aku mengambilnya dan memukulkan botol itu ke bagian ke palanya.


"No, Asma saya sua.., "


Buk ...


"Ahhhh!!!"


Aku menjerit sangat keras bahkan suara ku menggema ke seluruh kamarku. Mataku melotot tak percaya dengan apa yang sudah aku lakukan.

__ADS_1


"Astagfirullah.., Asmaaa ..,"


Aku langsung mundur dengan tangan gemetar bahkan aku begitu linglung dengan semuanya. Bibi dan Paman memberondong masuk ke dalam kamarku. Aku hanya diam dengan lidah kelu, sulit untuk bersua. Tatapanku terus tertuju pada laki-laki yang tergeletak pingsan akibat pukulanku.


"Apa yang terjadi Asma, kenapa kamu membuat suamimu sendiri pingsan? "


"Suami! "


Ucapku masih linglung mengulang kata suami yang bibi Melati ucapkan. Mataku melirik pada laki-laki yang berbaring tak sadarkan diri akibat ulahku. Dahiku berkerut dengan kedua alis menyatu bahkan mataku menyipit menelisik wajah laki-laki yang sudah paman Bayu baringkan di atas ranjangku.


Pikiranku melayang jauh mengingat-ngingat wajah ini. Apa benar laki-laki ini adalah suamiku! bagaimana bisa! kapan aku menikah dan kenapa aku bisa menikah?


Berbagai pertanyaan terus berputar di kepalaku hingga perlahan kerutan di keningku mulai memudar bahkan kedua alisku saling berjauhan kembali dengan mata yang berubah menjadi membola. Aku menutup mulutku dengan telapak tangan kananku sambil melirik paman Bayu dan bibi Melati yang mengulum senyum geli. Aku baru ingat dan menyadari sesuatu.


Membuatku ingin sekali menceburkan diri di samudra Hindia agar rasa malu ini hilang. Bahkan wajahku terasa panas akibat menahan nafas.


"Kau ini, suami sendiri di buat pingsan. Kirain bibi Pagi-pagi buta ada apa ribut-ribut nyatanya ada istri KDRT he .. he .. "


"Ingat, Nak. Mungkin kali ini kamu yang membuatnya pingsan, mungkin nanti kamu yang akan pingan di buatnya! "


Bluss...


Wajahku semakin di buat memanas mendengar perkataan bibi Melati dan paman Bayu yang begitu abrusadt.


Malu!

__ADS_1


Itulah yang aku rasakan, bahkan aku menyembunyikan wajahku di balik selimut. Mengundang tawa bibi Melati dan paman Bayu.


Oh ya Robb apa yang sudah aku lakukan, jeritku memaki diriku yang bisa lupa akan semuanya. Bahkan aku sudah membuat Andrian pingsan. Untung saja kepalanya tidak berdarah hanya benjol sedikit.


Aku berlari kearah pintu dan mengunci pintu kamarku kembali di mana paman Bayu membuka pintu kamarku tadi menggunakan kunci serep.


Kenapa aku begitu bodoh bisa lupa kalau aku sudah menikah dan oh Tuhan aku sudah membuat KDRT pada suamiku sendiri padahal belum genap satu hari aku menikah.


Bodoh...


Bodoh....


Aku terus memaki diriku sambil melihat wajah Andrian.


Deg...


Alis tebal, hidung mancung bibir seksi dengan sedikit bulu-bulu halus di area dagunya. Aku tertegun, baru kali ini aku melihat pahatan sempurna Andrian.


"Apa benar dia suamiku? "


Tanyaku pada diri sendiri, rasanya ini bagai mimpi yang tak bisa ku percayai. Kalau aku benar-benar sudah menikah. Ku angkat tangan kiriku, aku melihat dengan jelas ada sebuah cingcin yang melingkar di jari manisku.


"Aku benar-benar sudah menikah! "


"Astagfirullahaladzim ..., "

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote ya he.. he..


__ADS_2