Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 45


__ADS_3

Hakekatnya cinta memang milik Allah, Dia yang berhak atas segalanya. Bahkan cinta yang aku miliki milik-Nya juga. Tapi, jika aku di beri rasa cinta pada mahluknya lagi rasanya itu adalah sebuah kenikmatan yang tak bisa di jabarkan oleh kata.


Sekarang aku faham, bahwa sesungguhnya sabda Rosulullah itu benar. Jika kita mencinta seseorang sewajarnya saja boleh jadi cinta itu akan menjadi benci. Begitupun, bencilah sewajarnya saja boleh jadi apa yang kita benci menjadi sebuah cinta yang tak bisa kita bayangkan. Halnya apa yang aku rasakan saat ini.


Kau tak pernah menyangka akan merasakan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya dari laki-laki yang berbeda.


Dia yang tak pernah aku inginkan kehadirannya atupun sosoknya yang sangat jauh dari imam yang baik. Tapi nyatanya dia sosok yang tahu apa artinya menghargai ataupun menghormati.


Seorang istri bukan pembantu yang seenaknya di suruh. Bukan majikan yang harus di tunduki. Bukan teman yang harus kita acuhkan. Tetapi, seorang istri adalah tamu, tamu yang harus kita hormati dan layani dengan baik maka dia akan memberikan lebih daripada yang kita lakukan. Istri adalah orang lain tapi dia bersedia menemani kita saat sesulit apapun, menyayangi, menemani dan menjaga anak-anak kita kelak. Begitupun sebaliknya, aku, sebagai seorang istri harus menghormati dan melayani suami karena dia adalah raja di rumahku. Tanpanya aku kehilangan arah, tanpanya aku tak bisa berdiri tegak tanpanya aku tak bisa memutuskan sesuatu yang rumit.


Karena itu aku benar-benar sangat bahagia bisa mendapatkan suami yang banyak kekurangannya masalah agama tapi dia tahu caranya memperlakukan istri dengan baik.


Kata orang dia kasar tapi nyatanya dia begitu lembut padaku. Kata orang dia begitu dingin tapi nyatanya dia selalu memberiku kehangatan dan kenyamanan.

__ADS_1


Aku bahagia, benar-benar bahagia. Aku hanya berdoa semoga kebahagiaan ini tetap bukan sebatas singah.


Karena pada hakekatnya aku juga manusia bisa yang penuh kenaifan menginginkan selalu bahagia setiap saat. Tapi, dari rasa sakit dulu aku belajar tentang sabar dan ikhlas.


Jika suatu saat nanti jalan hidupku masih ada jalan terjal, maka aku hanya bisa berdoa dan berserah karena sejatinya Allah yang maha tahu mana yang baik dan tidak baik untukku.


Pengalaman mengajarkanku tentang kewaspadaan hati. Pengalaman mengajarkan aku tentang jetangguhan, lapang dan selalu sabar.


Aku hanya berusaha berada di jalan-Nya mencari ridho lewat suamiku. Semoga pengabdianku menjadi pelantara aku mendapat ridho Robbi.


Aku tersenyum menatap wajah tampan suamiku yang masih tertidur. Mengingat apa yang kami lewatkan tadi malam membuatku tersipu sendiri.


Sekarang aku sudah seutuhnya menjadi milik suamiku, Dia sudah masuk kedalam jiwa dan hatiku. Dia benar-benar memperlakukanku dengan sangat lembut dan kehati-hatian seakan aku adalah berlian yang takut tersakiti sedikitpun.

__ADS_1


Mungkin ini bukan pengalaman pertamaku, tapi rasanya begitu berbeda yang tak bisa aku jabarkan sama sekali.


Semoga apa yang telah aku dan suamiku lewati menjadi ladang pahala dan penggugur dosa-dosa kecil apa yang ada pada diriku dan diri suamiku.


Aku tak mengharapkan lebih karena aku terlalu takut, takut akan kenyataan yang benar-benar menyakitkan.


Aku tak mau berharap akan kehadiran malaikat kecil yang akan menjadikan pengharapan itu semu. Aku hanya berdoa, apapun yang sudah Allah tetapkan semoga aku bisa melewati dan mensyukurinya.


Amin....


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote....

__ADS_1


__ADS_2