Hati Istri Yang Di Madu

Hati Istri Yang Di Madu
Bab 56 Solusi


__ADS_3

Aku menceritakan semua kejadian kemarin malam tanpa melebihi dan menguranginya. Aku juga menjelaskan kalau anak itu adalah keponakanku yang bernama Alicia, yang biasa aku panggil Cia. Aku juga menjelaskan bahwa yang ada di ruang ICU itu Marsel papa Cia yang meninggal akibat kecelakaan di mana kecelakaan itu di sengaja oleh pamanku sendiri.


Aku juga minta maaf pada istriku karena pulang malam. Aku sudah menceritakan semuanya pada istriku tapi aku merasa bingung kenapa Asma malah terdiam bahkan tak merespon sama sekali.


Asma terdiam entah apa yang di pikirkannya, membuat aku benar-benar takut Asma tak mempercayai penjelasanku.


"Bang.., "


Aku tersenyum akhirnya istriku bersua tapi aku mengerutkan kening kembali bingung kenapa Asma terdiam lagi. Dia malah menatap mataku dengan intens, terlihat jelas ketakutan di matanya bahkan matanya mulai berkaca-kaca membuat aku cemas.


"Sayang.., "


"Hiks.. maafkan Laila bang maaf... "


"Kamu tidak salah sayang, kamu hanya sedang ketakutan. Maafkan abang..., "


Aku mempererat pelukanku dengan air mata yang keluar. Aku bisa merasakan guncangan hebat istriku.


Maafkan Aku ya Robb sudah membuat istriku menangis ketakutan. Tanpa sengaja aku mengorek luka itu,


Aku terus memeluk tubuhnya benar-benar merasa bersalah sudah membuat Asma kembali mengingat masa lalunya. Hatiku sakit melihat ketakutan yang terpancar di matanya.


Kenapa aku bodoh sekali meninggalkan dia, Asma pasti ketakutan dan berpikir aku meninggalkannya. Sampai-sampai perbuatanku membuat istriku sendiri berparangka buruk padaku. Asma mengira Cia dan Ayana anak dan istriku, sungguh aku tak menyangka trauma yang Asma alami membuat dia terguncang hebat hingga tak bisa berpikir jernih.


Aku janji sayang tak akan mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Maafkan aku sudah membuat kamu berpikir yang tidak-tidak. Aku yakin pasti sekarang kamu semakin ketakutan mendengar kenyataan yang ada. Dunia keluargaku tak sebaik keluarga kamu, tak senyaman keluargamu dan keluargaku tak seperti keluargamu yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain.


Aku benar-benar sangat bersyukur memiliki kamu sayang, kamu hadir memberi warna di hidup gelapku. Kamu hadir memberikan apa arti keluarga, kamu hadir membingbingku ke jalan Tuhanku. Tanpa, kamu malu atau berkecil hati menerima suami seperti aku yang serba kekurangan.


Kamu menerima aku apa adanya, kamu memandangku seperti manusia. Walau kamu tahu begitu banyak dosa dan kesalahan yang aku perbuat.


Aku tak tahu apa jadinya jika aku menikah dengan orang lain. Apa mereka akan menerima kekuranganku seperti kamu menerimaku. Apa mereka akan membelaku jika aku di jelekan seperti kamu membelaku ketika ada orang lain yang menjelekanku. Kamu selalu menerima dan menutupi segala kekurangnku dengan kelebihan yang kamu punya. Tapi kamu tetap menghargai dan menghormaiku sebagai suamimu tanpa merasa tinggi dari aku.

__ADS_1


Rasanya aku lega menceritakan semua tentang keluargaku dan bagaimana berpecah belahnya keluargaku.


"Jangan takut, aku tak akan membiarkan pamanku menyakitimu!"


Aku mengerti ketakutan sekarang yang Asma rasakan. Dia pasti mengkewatirkan dan mencemaskan aku.


"Bang, kenapa abang tak memberikan saja perusahaan itu. Maaf bukan Laila menyuruh abang memberikan hak abang tapi Laila hanya tidak mau kalian memperebutkan harta yang belum tentu bisa menyelamatkan kita di akhirat nanti? bahkan demi harta paman abang sampai membunuh menantunya sendiri! "


Aku terdiam entah kenapa aku tak terima akan saran istriku. Perusahaan itu milikku dan sudah aku bangun sampai jaya seperti ini. Kenapa Asma malah menyuruhku memberikannya secara percuma.


"Sayang, itu milikku dan hakku. Kamu tidak tahu, jika sampai paman gilaku yang memingpin dia malah akan menghancurkan semuanya! "


"Bang.., "


Asma mengelus dadaku seakan Asma tahu kalau aku mulai emosi.


"Laila tahu itu hak abang, warisan dari keluarga abang. Sebuah warisan harus di jaga dengan sebaik-baiknya karena warisan seperti sebuah amanah yang harus kita jaga. Tapi, buat apa memiliki harta itu jika di dunia saja harta itu merenggang banyak korban bukannya manfaat tapi malah jadi madhorat. Laila hanya takut abang kenapa-napa, paman abang bisa membunuh menantunya sendiri bagaimana dengan abang keponakannya! "


Asma mengelus rahangku dengan senyum manisnya yang mampuh membuatku merendam amarah di hatiku. Mata Asma berkedip-kedip lucu membuat aku tak mampuh marah padanya.


"Sayang.., "


Deg....


Jantungku terasa mau meledak mendengar Asma memanggilku dengan kata sayang. Kata yang baru Asma ucapkan dengan suara lembut mengalun indah di telingaku meresap mampuh menggenggam kendali hatiku.


Entah ada apa dengan Asma kenapa dia begitu aneh, sekali dia mampuh membuat amarahku naik dan dengan cepat dia juga membuat hatiku hangat kembali.


Asma duduk di pangkuanku dengan tangan dia kaluangkan di leher kokohku.


Cup...

__ADS_1


Satu kecupan mendarat di keningku dan itu benar-benar mampuh membuat aku tak bisa berkutik. Sikap Asma begitu berani dan tak malu-malu lagi menciumku duluan.


"Sayang..., "


Lagi-lagi hatiku meleleh mendengar kata itu, entah apa yang terjadi dengan Asma kenapa dia seberani itu.


"Abang maukan rumah tangga kita tetap aman dan tentram tanpa ada rasa was-was dan takut? "


"Hm, "


"Maka Laila punya satu solusi dari masalah ini!"


Aku menatap intens istriku yang ada di pangkuanku. Bibirnya tak lepas dari senyuman di setiap akhir kalimat yang dia ucapkan. Sebenarnya apa yang istriku rencanakan.


"Apa kamu yakin solusi itu bisa abang terima tan..."


"Sutttt..., Laila yakin abang akan setuju dengan solusi yang Laila bekikan! "


Seyakin itukah istriku berkata seperti itu, membuat aku jadi penasaran apa sebenarnya solusi yang akan Asma berikan.


"Laila mengerti, abang tak mau perusahaan itu jatuh ketangan orang yang salah?"


"Iya! "


"Bagimana kalau abang melelang semua aset perusahaan dan hasilnya abang sumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan, panti asuhan, panti jompo, membangun mesjid, jalan, menyantuni anak yatim piatu dan sisanya bisa abang kembangkan di bisnis lestoran abang atau abang juga bisa membangun cabang lestoran tempat peninggalan mama abang. Laila yakin, mama dan papa abang akan setuju di alam sana. Abang juga akan dapat pahala dengan kebaikan abang, sebagai pengugur dosa atau penolong abang di akhirat kelak dan tentunya apa yang abang lakukan akan sampai pada kedua orang tua abang. Apa abang pernah dengar, tentang sebuah sabda Rusulullah dimana Rosulullah pernah berkata dalam salah satu hadistnya (Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh. HR Muslim). Atau hadist yang satu ini, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR Ath-Thabrani)."


Sungguh aku benar-benar di buat bungkam oleh perkataan istriku yang panjang lebar tanpa jeda. Bahkan hatiku di buat bergetar mendengar dua hadist yang baru aku dengar pertama kali ini.


Bersambung......


Jangan lupa Like dan Vote, kasih Hadiah dan Komen juga.....

__ADS_1


__ADS_2