
Deg...
Aku terdiam dengan nafas memburu bahkan dadaku naik turun karena begitu cemasnya.
Rasa panik dan cemas entah kemana menghilang berganti dengan rasa yang sulit aku jelaskan.
Entah aku bahagia atau apa, yang pasti aku terdiam karena kesal dengan apa yang aku lihat.
Lihatlah, suami ku yang begitu aku cemaskan dan kewatirkan dia berdiri dengan gagahnya di depanku. Ingin sekali aku menghancurkan wajah berseri itu karena sudah membuat ku cemas setengah mati tapi orang yang aku cemaskan terlihat baik-baik saja malahan baik.
"Happy Milad.., "
"Selamat ulang tahun istriku.., "
Deg...
Rasa kesal seketika lenyap begitu saja ketika mendengar ucapan kata selamat dari suamiku. Entah apa yang harus aku katakan bahkan aku rasanya tak bisa bicara sedikitpun. Hanya mata berkaca-kaca yang aku perlihatkan. Rasanya aku tak bisa menjabarkan perasaan ini.
Aku menatap manik sipit di depanku dengan senyum mempesona yang jarang terlihat pati kali ini dia perlihatkan. Mata berbinar penuh harapan membuat aku teralih pada buket bunga yang suamiku berikan.
"Selamat ulang tahun istriku? "
__ADS_1
Aku masih saja diam walau aku sudah mengambil buket bunga darinya. Entah apa yang terjadi padaku, kenapa tiba-tiba aku merasa gugup.
Aku tidak pernah menyangka ternyata suamiku hapal hari ulang tahunku. Padahal aku sendiri lupa dan bahkan aku tak mengingatnya ini hari apa dan tanggal berapa.
"Barakallah Fi Umrikkk.., "
Aku tersentak kaget ketika mendengar teriakan Wina dan Amira yang memelukku dari belakang. Sekarang aku tahu ternyata sahabatku mengerjaiku juga. Padahal tadinya aku tidak percaya bahwa ini adalah hari ulang tahunku karena biasanya Wina dan Amiralah yang mengucapkan dan mengingatkan aku. Bahkan mas Vandu dulu sering tak peduli dengan hari ulang tahunku.
Terimakasih..,"
Hanya itu kata yang bisa aku ucapkan untuk suamiku karena sungguh aku tak menyangka suamiku merayakan acara ulang tahunku di rumah sakit. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Kenapa tingkahnya konyol sekali, niasanya orang merayakan ulang tahun di tempat-tempat ronasa lah ini di rumah sakit. Bahkan ruangannya sudah di sulap dengan beberapa hiasan yang terkesan bahwa ini acara ulang tahun.
Bahkan yang paling mengejutkan ternyata keluargaku ada semua membuat aku benar-benar tak menyangka akan situasi seperti ini. Aku seakan masuh lingling dengan situasi seperti ini.
"Hm, "
"Apa kamu tak senang dengan kejutan ini? "
Aku terdiam dangan mata menatap naik sipit suamiku. Benarkah orang yang ada di depanku suamiku? dia tidak hanya dingin dan cuek tapi dia juga ternyata konyol.
"Laila suka sangat suka. Tapi tak bisakah abang buat kejutannya di tempat yang romansa! "
__ADS_1
Cicitku sedikit tak habis pikir dengan ulah suamiku ini, sangat menggemaskan.
"Karena rumah sakit tempat bersejarah? "
"Bersejarah! "
Ucapku bingung mengulang satu kalimat yang suamiku ucapkan.
"Apa kamu benar-benar tak ingat pertemuan pertama kita sayang? "
Aku hanya bisa menggelengkan kepala tanda bahwa aku benar-benar tak ingat.
"Rumah sakit adalah tempat pertama kita bertemu di mana kamu menolongku. Bagiku rumah sakit tempat yang paling bersejarah dimana Allah mempertemukan kita di saat waktu dan suasana yang menyedihkan dan aku di pertemukan kembali dengan kamu di saat kamu rapuh dan aku berharap kejutan di sini adalah pertemuan kebahagian kita."
Entah apa yang harus aku ucapkan, Andrian benar-benar laki-laki punya sejuta kejutan dan rahasia. Kadang dia membuatku jantungan, tak percaya, kesal dan dan membuatku bahagia walau hal sederhana yang dia lakukan. Mungkin aku tak mengingat siapa suamiku tapi aku yakin dia adalah jodoh terakhir yang Allah pilih untuk menemaniku menuju Ridho-Nya.
*Terimakasih atas Karunia-Mu yang telah menghadirkan sosok dia yang selalu apa adanya dan jujur. Maka biarkan hati ini mencintai sepenuhnya tanpa bayang-bayang masa lalu. Kau yang maha membolak-balikan hati ya Rohman...
Amin*...
Sekarang aku yakin bahwa Andrian sudah memiliki hatiku..
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote...