
Aku yang masih berharap bisa melahirkan normal, mencoba menemui bidan atau dokter yang lain, masih ditemani Mbak Dewi kami menemui beberapa dokter kandungan dan Bidan, tapi tetap sama jawaban semuanya, terlalu beresiko jika aku tetap memilih normal. Jenis kelamin adik Dika ini perempuan, Mas Wandi sangat senang, perhatiannya tercurah pada kami, apapun yang aku mau, dia akan cepat memenuhinya.
Mas Wandi sudah mulai mengenal banyak tempat di daerah sini, dia sering mengajak ku dan Dika jalan-jalan sore, kota ini kecil tapi maju dan bersih. Kadang Mas Wandi mengajak makan di luar bersama dengan keluarga Mas Indra, bergantian kami traktir tapi lebih banyak Mas Indra yang bayarin hehehe.
******************
Kartu BPJS ku selesai sebelum jadwal operasi ku. Siang itu perut ku sangat sakit, ku hubungi Mas Wandi untuk segera pulang
"Mas, pulang ya, perutku sakit banget," di ujung telpon Mas Wandi menjawab telpon ku.
"Ada apa? kamu udah mau melahirkan? sebentar ya, Mas izin dulu!" Mas Wandi tampak panik
"Iya Mas, cepat yaa!!" aku meringis kesakitan.
"Ma, Mama jangan nangis, Mama sakit yaa, maafkan Dika Ma, Dika gak akan nakal lagi!" dika memelukku yang berusaha menahan sakit.
Mas Wandi datang 10 menit kemudian
"Mas tadi aku habis makan soto pedas, apa mungkin cuma mules mau ke kamar mandi yaa? Mas temani aku ke kamar mandi ya!!" aku baru ingat ini belum jadwal ku melahirkan masih sekitar 2 minggu lagi.
"Gak usah ke kamar mandi, nanti kamu melahirkan disitu, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu dan anak kita" Mas Wandi nampak cemas.
"Baik mas, kita telpon Mbak Dewi aja minta antar pakai mobilnya" kami pun menelpon Mbak Dewi, tapi Mbak Dewi bilang tunggu, sepertinya Mbak Dewi lagi ada masalah di ujung sana. Mas Indra bekerja di luar kota gak mungkin kami menghubunginya.
__ADS_1
"Kita berangkat naik motor aja, gak usah dulu bawa tas," Mas Wandi membantu berganti pakaian, semua keperluan Dika juga dimasukkan Mas Wandi ke dalam tas kecil.
Sesampai di rumah sakit Mbak Dewi nelpon.
"Mia kamu dimana, biar Mbak jemput ya?"
"Kami udah di Rumah Sakit Permata Bunda Mbak, tolong Mbak langsung ke sini ya!" aku butuh bantuan Mbak Dewi jika ada urusan administrasi, Mas Wandi biarlah menjaga Dika.
Mbak Dewi datang dengan menggunakan mobil nya, yang langsung dipinjam Mas Wandi untuk menjemput tas pakaian yang sudah aku persiapkan untuk lahiran.
"Jadi buk kita langsung persiapkan operasinya," kata suster sambil mengukur tensi ku.
"Iya suster." Mbak Dewi yang menjawab.
Mbak Dewi disuruh ke bagian adminstrasi melengkapi berkas-berkas yang harus disiapkan, aku mulai masuk ruangan operasi, ruangan dingin ini terasa sangat dingin saat baju ku sudah ditanggalkan, walau ini operasi sesar ku yang ke dua kalinya, tapi tetap saja ketakutan itu ada.
********************
Gadis cantik ku lahir, tepat jam 17.10. Mama dan keluarga Mas Wandi sebentar lagi sampai, Ayah ku akan ikut di mobil papa, Rasa sakit akibat sayatan operasi tidak ku pedulikan, aku gendong dan kubisikkan kata cinta untuknya, semoga kehadirannya menambah kebahagiaan keluarga kecil kami. Semoga Mas Wandi tidak kembali melakukan kesalahan masa lalunya. gadis mungil ini kami beri nama "Rizkiyah".
"Ini adik Dika, cantik ya!" ku perlihatkan gadis mungil itu pada abang nya.
"Iya cantik Ma, nanti Dika bakalan ajak main mobil an," kata Dika.
__ADS_1
"Boleh, tapi kalo sekarang belum bisa tunggu adiknya besar dulu yaa," kata ku.
"Nanti adek panggil apa sama Dika, Ma?" tanya Dika ingin tahu.
"Panggil abang dong! Anak ganteng Mama sekarang udah jadi Abang, jadi gak boleh cengeng lagi, harus bisa bantu Mama jaga adek yaa." Kupeluk Dika, berharap dia akan mengerti.
******************"
"Kakek, Nenek adek Dika udah lahir, sekarang Dika udah jadi Abang, Dika gak cengeng lagi," Dika berteriak senang ke arah Mama dan Papa yang baru datang.
Ayah yang mencoba menggendong dika, ditolaknya
"Dika udah jadi Abang, gak mau gendong lagi, Kakek gendong Adek aja." Dika bicara sudah seperti orang besar saja, kami semua tertawa lucu melihatnya.
Semua yang datang turut senang dengan kebahagian kami, bergantian mereka menggendong Kiyah dan menghaturkan doa untuknya. Semoga jadi anak yang sholeha dan berguna bagi keluarga.
Karena ruangan rumah sakit tidak bisa menampung semua keluarga yang baru datang, maka mereka pulang kerumah Mas Indra hanya Ayah yang menemani di rumah sakit. Dua hari lagi aku sudah bisa pulang ke kontrakan kami.
*********
Mohon bantu krisannya yaaa....
Jika berkenan, tolong berikan, like, koment dan tanda cintanya ❤️💜
__ADS_1