Hati Yang Ku Pilih

Hati Yang Ku Pilih
Episode 2.24


__ADS_3

Happy Reading Semoga suka 💜 ❤️


***


POV Author


Setahun berlalu.


Dengan mengendarai motor matik berwarna merah, wanita berseragam itu sampai di Kenangan Café. Kafe itu terletak bersebelahan dengan Kampus Nusa Jaya. Kafe ini menjadi satu-satunya yang ada di sekitar kampus. Mahasiswa sering minum, makan atau sekedar nongkrong disini.


Wanita 30 tahun itu berdiri di pagar yang dibiarkan terbuka, seolah pagar itu ingin mengucapkan selamat datang pada siapa saja yang ingin mengunjunginya.


"Siang Bu Mia!" sapa salah seorang karyawan yang terlihat baru datang.


Wanita yang bernama Mia itu tersenyum. Matanya kembali memandang sekelilingnya. Kursi telah tersusun rapi di bagian luar. Ada lima kelompok kursi yang masing-masing nya mengelilingi sebuah meja terbuat dari potongan batang kayu, yang telah di pernis, artistik. Sesuai keinginan pemilik nya.


Masih di bagian depan, ada sekelompok remaja yang telah siap dengan alat musiknya. Mereka bermain tanpa di bayar, hanya asas saling menguntungkan. Penyaluran hobi yang terpuaskan dengan tersedianya alat musik dari kafe tersebut.


Mia memarkirkan motornya di bagian luar pagar, disana sudah banyak kendaraan yang terparkir rapi. Ia melangkahkan kaki dengan senyum yang selalu mengembang di wajahnya. Tidak terlihat lagi tekanan batin yang selama ini ia rasakan. Selama setahun ini Ada banyak kenangan yang telah ia jadikan pelajaran.


"Ibu, kenapa berdiri disitu? senyum-senyum dari tadi, nanti kemasukan loh Bu!"


Karyawan yang menggunakan seragam biru yang sama, tertawa melihat ke arahnya.


Mia ikut tertawa, "Gak kuliah hari ini?"


"Gak Bu, dosennya gak masuk, cuma ngirim tugas."


Karyawan itu menjawab pertanyaan Mia, tangannya tetap bekerja mengelap meja yang baru saja ditinggalkan pelanggan.


"Ooh gitu."


"Iya Bu, Ibu masuk aja, itu kursinya udah disiapkan."


Karyawan itu kembali tertawa dan menunjuk kursi tinggi di bagian sudut kafe.


"Nggak ada orangnya disitu?" tanya Mia ikut tertawa.


"Tidak, itu khusus kami sediakan untuk Ibu."


"Baiklah, makasih ya!"


Mia menuju kursi tinggi. Dia sudah biasa bersenda gurau dengan semua karyawan yang ada di kafe ini. Dari tempat duduknya, ia bisa melihat kesibukan karyawan kafe mengantarkan pesanan ke pelanggan. Dia kembali tersenyum bangga.


"Ini minum untuk Ibu, dari tadi senyum mulu, saja jadi takut."


Karyawan itu meletakkan minum di meja depannya. Kemudian dia berdiri di samping Mia.


"Ibu cerita dong, kenapa senyum terus?"


"Saya Mengingat perjalanan sampai bisa di titik ini. Banyak suka dukanya, tapi lebih banyak air mata."


"Sekarang Ibu pasti udah bahagia, punya kafe rame begini?"


"Alhamdulillah, semuanya disyukuri. Mungkin ini jawaban dari doa yang selama ini saya panjatkan."


"Kami senang bisa kerja disini. Kami sangat berterimakasih sekali."


"Sama-sama....saya juga makasih. Kalian semuanya membantu saya membuat kafe ini maju."

__ADS_1


"Seandainya gak ada Ibu, mungkin saya udah berhenti kuliah. Beruntung saya baca butuh karyawan disini, apalagi syaratnya mudah dan lucu, hanya minta bukti berasal dari keluarga tidak mampu."


Karyawan itu mengingat kembali awal dia masuk kerja disini. Semua karyawan disini adalah mahasiswa yang tidak mampu. Tidak ada syarat pengalaman kerja, karena Mia menyediakan waktu untuk memberi mereka pengalaman. Ia selalu ikut dalam mengolah makanan dan minuman yang telah dipelajarinya sebelum memberanikan diri mendirikan kafe ini.


Kafe yang ia dirikan dari uang tabungan hasil kerjanya selama ini. Ditambah Bonus dari Tian saat dia berhenti.


"Itu gaji terakhir kamu ditambah bonus penjualan yang pernah saya janjikan." Sebuah pesan dari Tian.


Tian tidak terima ketika dia ingin kembalikan saat ia merasa tidak pantas menerimanya.


"Jangan menolak uangku karena kamu baru saja menolak hatiku," masih diingatnya ucapan Tian saat itu.


Akhirnya dari modal uang dan banyaknya pengalaman kerja, Mia membuka kafe kecil-kecil an yang ia beri nama Kenangan Café. Ia ingin mengenang semuanya disini.


"Mamaaa...."


"Hai sayang... Anak-anak mama udah pulang. Gimana tadi sekolahnya?"


Anak-anak Mia berhamburan ke pelukannya.


"Tadi abang belajar apa di sekolah?"


"Belajar perkalian, kata Bu guru harus hafal. Perkalian 1 sampai 3."


"Sana abang hafal dulu! nanti Mama uji ya!"


Dika tersenyum ke arah Mamanya, "Siap Ma."


"Nah, kalo anak Mama yang cantik ini tadi belajar apa?"


"Dak belajay, cuma nyanyi aja."


"Nyanyi apa? Mama mau dengar."


Bayonku ada yima


Yupa-yupa waynanya


Hijau, cuning telabu


Meyah muda dan Biyu


Meyetus bayon hijau, dooor


Hatiku sangat tacau


Bayonku tinggal empat


Tu pegang eyat-eyat


Kiyah yang masih cadel tampak lucu menyanyikannya.


"Mama, nanti Papa jadi pulang kan?"


Dika kembali mendekatinya.


"Dika doain dong kerjaan Papa cepat selesai. Jadi Papa bisa cepat pulang."


"Kalau Papa pulang, Dika mau ngajak Papa jalan-jalan ke kebun binatang."

__ADS_1


"Tante Wulan boleh ikut gak?"


Tiba-tiba saja Wulan sudah berdiri di depan pintu.


"Dari dulu kerjaan mu ngagetin orang."


Ucapan Mia disambut tawa dari Wulan, dia langsung mencium pipi kanan dan kiri Mia, kemudian pipi Dika dan Kiyah.


"Tante Wulan gak boleh ikut. Tante Wulan pegi sama oom aja," ucap Dika sambil memasang wajah cemberutnya.


"Oomnya sibuk. Gak mau ajak Tante jalan-jalan. Tante Wulan ikut Dika aja ya! Boleh ya Pliss!!!"


"Oke deh. Boleh."


"Iya, Tante Wulan boyeh ikut."


Ucap Dika dan Kiyah berbarengan. Tidak tega melihat wajah Wulan yang memelas minta dikasihani. Mia tersenyum melihat kedekatan anak-anaknya dengan Wulan.


"Tante ada hadiah. Siapa yang mauu??"


Wulan memamerkan kotak yang telah di bungkusnya. Dika dan Kiyah berebutan mengambilnya dari tangan Wulan. " Kita buka di dalam yuk!" Ajak Wulan masuk ke kamar yang disediakan untuk istirahat keluarga.


"Assalamualaikum, sayang."


"Mas, udah datang?! Kenapa gak minta jemput."


Mia mencium tangan suaminya. Mengambil tas yang dipegang laki-laki itu dan meletakkannya di atas meja.


"Sengaja....Mau kasih kejutan."


"Anak-anak, ini Papa udah Pu...."


"Sssttt....Aku masih kangen Mamanya anak-anak. Setelah itu baru anaknya."


"Mas, malu ih!"


"Kenapa malu? Istri sendiri kok!"


Laki-laki itu melepaskan ciuman nya ke semua wajah Mia, tak ada yang luput dari ciumannya. Akhirnya Mia pun membalas karena merasakan rindu yang sama. Beruntung di ruangan itu lagi sepi. Siang ini biasanya pelanggan lebih memilih duduk di luar, karena ada sajian musik yang bisa di request sambik menikmati hembusan angin.


Karyawan yang tanpa sengaja melihat langsung menjauh, membiarkan Bos mereka saling melepas rindu. Tak terlihat satupun dari mereka, membuat pasangan ini semakin puas melepaskan rasa rindu yang ada.


"Heee-eemmm."


Wulan muncul bersama anak-anak. Dia tertawa melihat ke arah Mia yang cemberut ke arahnya.


"Kenapa? Marah yaa? Haaahaha....Makanya kalo bercinta jangan di tempat umum. Hahhaha," Tawa Wulan puas.


"Papaa.... Jalan-jalan ya!"


"Iya,...jayan-jayan, Pa."


Ucap Dika dan Kiyah kompak.


"Nanti ya Dika Kiyah, kasihan tuh Papanya masih capek," Ucap Mia membujuk anak-anaknya.


Laki-laki itu kemudian memeluk Dika dan Kiyah bergantian.


Ada yang bisa menebak laki-laki itu siapa??? 🤭

__ADS_1


****


Bantu Like dan Komen ya 💜❤️


__ADS_2