Hati Yang Ku Pilih

Hati Yang Ku Pilih
Tetap Semangat


__ADS_3

Sore ini aku ke warung Buk Siti, mau melihat hasil penjualan pertama, semoga keberuntungan ku dimulai hari ini.


"Permisi buk,"


"Oh Mia, Ayoo sini," ajak Buk Siti.


"Mau jemput kotak buk," sahutku.


"Itu kotaknya, Mia hitung dulu ya, ibuk belum sempat dari tadi," kata Buk Siti.


Kulihat isi donat di dalam kotak, masih tersisa 22 buah, berarti hanya laku 18 buah.


"Apa mungkin gak ada yang suka," pikirku.


"Hari pertama jualan, itu biasa Mia, mungkin banyak yang belum mengenal," Buk Siti mencoba menghiburku.


Buk Siti menyerahkan uang penjualan sebanyak 18 buah.


"Kenapa gak di potong buk?" melihat uang utuh tanpa sama sekali dipotong untuk persenan sebagai jasa titip.


"Hari pertama gak usah, biar Mia tetap semangat," sahut Buk Siti.


"Makasih banyak buk,"


Kuberikan 8 buah donat untuk Buk Siti, tapi dia cuma mau 5 buah, dengan alasan nanti gak ada yang makan, karna anak-anak Buk Siti banyak yang Kuliah di luar kota, hanya si bungsu yang disini.


Aku berjalan pulang, sambil tetap menggendong Kiyah dan menggandeng Dika. Sebagian sisa donat ini akan ku berikan pada Mbak Dela.


"Assalamualaikum, Mbak," ku panggil Mbak Dela dari depan rumahnya


"Waalaikumsalam, Mbak Mia, ayoo masuk," sahut Mbak Dela.


"Gak usah Mbak, aku takut sebentar lagi, Papa Dika pulang," tolak ku halus.

__ADS_1


"Oh iya gak apa," Mbak Dela memakluminya.


"Mau ngasih ini Mbak, di hari pertama masih banyak sisanya, mohon maaf ngasih sisa ke Mbak Dela, tapi ini masih bagus kok,"


"Tadi udah jualan ya? aku gak ke warung Buk Siti, jadi gak tau" ujar Mbak Dela.


"Hehehe, iya mbak, berkat nasihat Mbak, aku harus nekat," jawabku semangat.


Ku serahkan beberapa buah donat ke Mbak Dela, yang diterima dengan senang hati, mungkin dia tidak ingin menolak yang akan mengecewakan ku.


Mas Wandi pulang, tepat saat aku baru menutup pintu, aku sangat lega tidak ketahuan.


Ku siapkan kopi sachet kesukaannya dan sajian sepiring donat sisa jualan tadi. Semoga dia tidak banyak bertanya.


****************


Mas Wandi tampak menikmati donat yang ku buat,


"Besok Rian dan Rani pulang, kamu buatkan donat seperti ini, untuk bekal di jalan dan oleh-oleh buat Mama."


Besok hari kedua aku jualan, berarti aku harus buat lebih banyak donat, membayangkannya membuat ku capek. Tapi aku harus tetap semangat, ini demi cita-cita ku punya hape baru.


"Boleh minta uang untuk beli bahan-bahannya Mas?" tanyaku takut-takut.


"Ini, jangan dihabiskan!! sisanya belikan sayur."


Mas Wandi menyerahkan uang berwarna merah, sepertinya ia sedang bahagia hari ini.


"Aku belanja malam ini aja ya Mas, biar besok pagi langsung bikin." Ku serahkan Kiyah pada Mas Wandi.


"Jangan lama-lama! Sebentar lagi aku mau keluar," titah Mas Wandi.


Aku hanya bisa menghela nafas, dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Mbak Mia," Mbak Dela sudah berdiri di belakang ku, sepertinya ia memang sengaja mengikuti.


"Eh, iya Mbak Dela,"


"Mbak donatnya enak loh, tapi ada yang kurang," Mbak Dela bicara tanpa basa-basi sekarang, mungkin merasa kami sudah akrab.


"Oh ya, apa mbak?" tanyaku kaget.


"Tampilannya kurang menarik, Mbak harus kreasikan topingnya, biar anak-anak suka."


"Aku gak ngerti Mbak, Ibuk cuma ngajari seperti itu," jawabku lesu.


Aku hanya belajar otodidak dengan ibuk, jadi topingnya masih sangat sederhana, hanya taburan gula pasir halus.


"Ini aku udah download videonya di YouTube, nanti di warung Buk Siti, Mbak Mia nonton dulu," Mbak Dela menarik tanganku, agar kami cepat sampai.


**************


Setelah menonton, ku beli bahan-bahan yang ku perlukan, untung semua tersedia di warung Buk Siti, segera ku ajak Mbak Dela pulang.


"Lamban banget sih!" Mas Wandi membentakku, padahal aku belum sampai di dalam rumah.


Pasti Mbak Dela dengar, aku akan semakin malu.


"Mm-maaf Mas,"


"Sudah,.... Aku mau pergi!" teriak Mas Wandi.


Aku tak perduli, dia akan kemana, aku harus tetap semangat menghasilkan uang sendiri.


*************************


**Author hanya penulis pemula yang memberanikan diri menulis novel disini.

__ADS_1


Jika ada penulisan, tanda dialog, penggunaan huruf besar yang salah, dimohonkan untuk bersedia mengoreksinya, author akan sangat berterima kasih sekali πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎ.


Jika suka tolong juga berikan like, tanda cita dan vote nya yaaπŸ€—πŸ€—***.


__ADS_2