
happy reading semoga suka ❤️💜
Jangan bertanya tentang rindu yang terpendam, dia hadir ter campak jauh ke dalam hati, banyak rasa yang menggebu kini ku pendam seperti debu, sedih, sesal, sesak dan sendu....
ingin ku selesaikan rindu ini lewat pertemuan, tapi waktu berkata belum saatnya.
****
Langkahku terasa ringan menuju tempat kerja baru, banyak harapan yang akan ku tanam, semoga dia tumbuh dengan penuh ketenangan.
"Hai Tian, kamu udah disini?" kulihat Tian sudah duduk dengan Mas Wira di kursi depan.
Mas Wira karyawan bagian pengantaran barang, dia adalah kawan SMA Septian, setelah di PHK karena pengurangan karyawan di tempat kerja sebelumnya, beruntung dia bertemu Septian di saat yang tepat, sehingga dia bisa bekerja disini menjadi orang kepercayaan Tian.
"Iya, lagi jam istirahat aku mau makan di sini aja!" Septian mengambil nasi bungkus dari dalam mobilnya, "yuk makan bareng!"
"Boleh, kebetulan aku juga lapar," jawabku tanpa ada lagi basa basi.
Ku ambil piring dan sendok di bagian pantry, ada tiga buah nasi bungkus berarti aku butuh tiga piring juga, tidak lupa air minum dingin dari dalam kulkas.
"Nih!"
Ku lihat Wira langsung beranjak dari duduknya, "Ayo Wira makan dulu!" ajak ku.
"Nanti aja! Aku mau ngantar orderan dulu ya!" tolak nya.
Kulihat Septian senyum-senyum,
"Pasti kamu yang nyuruh pergi!" ucap ku.
"Gak kok! dia aja yang pengertian," tawa Tian, "Udah biarin aja! yuk makan!".
__ADS_1
Ku buka nasi dan langsung ku buka satu untukku.
"Kok gak nyiapin buat aku juga!" protes Tian.
"Kamu kan bisa ambil sendiri!"
"Hilih....aku bos kamu loh!"
Gertakan Tian menghentikan suapan pertama ku.
"Baik bos! bentar ya!" ucapku, sambil ku ambil bungkusan nasi kedua dan membuka di hadapan Tian.
"Minumnya?" tanya Tian
"Waduuhh.....aku ini karyawan atau apa sih! kok semua minta di ambil in," gurau ku.
Tian tertawa melihat ekspresi yang sengaja ku buat marah, "Kalau mau jadi calon istriku juga boleh!" sambutnya.
Setelah membereskan sisa makanan, aku langsung menuju gudang, untuk mulai bekerja.
"Mia itu orderan ke toko Pelita tolong disiapkan ya! nota nya sudah ku tempel di papan yang ada di dekat meja gudang, sebentar lagi Wira jemput dan langsung mengantarnya!" Ucapan Tian yang tegas menampakkan dia lah Pemimpinnya disini, dia tau kapan waktu yang tepat untuk bercanda dan kapan waktu untuk serius, "dan jangan lupa di catat setiap barang yang keluar dari gudang!"
Ku ambil nota yang di sebut Tian, membacanya satu persatu, permintaan 10 lusin baju kaos, 15 lembar celana pendek dan 8 lembar jaket, ku siapkan semua dan meletakkannya di pintu gudang, hanya ada dua orang pekerja Tian yaitu aku dan Wira, jadi kami harus saling bekerja sama biar bisa tercapai target untuk bonus nantinya.
Tidak lama kemudian Wira datang dan menyerahkan beberapa nota permintaan padaku, ku baca dengan hati-hati agar tidak ada salah ambil atau salah hitung. Lumayan banyak yang harus ku siapkan.
"Mau ku bantu!" ujar Tian melihat aku yang sedikit panik.
Sedangkan Wira masih makan siang dengan nasi yang tadi di tolaknya.
"Gak usah! aku bisa kok!" ucap ku yakin.
__ADS_1
"Beneran!"
"Iya,"
"Kalau gitu aku masuk kantor lagi ya! jam istirahat sebentar lagi habis!" sahut Septian yang ku balas dengan anggukan.
Pandangan ku tidak terlepas dari nota yang ku pegang, masih ada istilah atau tulisan pelanggan yang belum aku mengerti, ingin bertanya tapi kasihan Tian harus buru-buru, "Biarlah nanti ku tanya Wira aja!" ucapku di dalam hati.
Hanya ku dengar deru halus mobil Tian yang meninggalkan gudang, sedangkan aku masih mencatat setiap barang-barang yang telah ku keluarkan.
Ku lihat Wira telah selesai makan, ku panggil dan tanyakan tulisan yang ada di nota, dengan mudah Wira menjawabnya. Ku perhatikan setiap penjelasan Wira berusaha mengingat setiap detilnya, jangan sampai salah, karena kerugian Tian bisa berimbas juga untuk kami.
Ku periksa kembali setiap orderan yang masuk hari ini, lumayan banyak hampir separuh dari barang yang baru datang kemaren dan akan langsung dikirim ke pelanggan.
Wira telah bersiap mengantar kan orderan,
"Mia aku jalan lagi ya!" Wira membawa satu persatu ke dalam mobil.
"Iya Wira, Mia juga mau buat laporan sekaligus belajar komputer," ucapku, mencoba ikut membantu Wira
memindahkan barang ke dalam mobil.
Semuanya telah selesai di pindahkan ke mobil bak terbuka yang dipunya Tian, pembelian dari Ayahnya. Wira berangkat setelah itu ku kunci pintu depan, agar bisa konsentrasi di gudang, aku akan mencoba menghidupkan dan menggunakan komputer yang ada.
Tian sudah memberikan izin kemaren, aku boleh menggunakannya kapan pun aku mau, karena Tian bilang ini bisa memudahkan dalam membuat laporan barang masuk dan keluar.
Ku cari tombol On nya, lampu di layar kotak segi empat itu menyala menampilkan gambar pemandangan alam di sebuah danau yang menyejukkan mata, tangan kananku menggunakan benda yang bisa menggerakkan pencarian. Benda yang bernama 'mouse' itu bergerak cepat, aku masih kaku, sehingga tidak ada yang mengenai sasaran yang ku inginkan.
Pelajaran komputer hari ini ku tutup dengan kesuksesanku menjinakkan mouse.
Maafkan jika ada yang salah dalam penulisan!
__ADS_1
Bantu like dan Rate5 ya💜❤️