Hati Yang Ku Pilih

Hati Yang Ku Pilih
Langkah Sukses


__ADS_3

Semoga suka yaa πŸ’œβ€οΈ


Pagi ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, target ku 60 buah donat harus selesai sebelum Mas Wandi bangun. Tiga puluh untuk Rian dan Rani, tiga puluh lagi untuk di titip di warung Buk Siti. Aku belum berani banyak, takut banyak sisa lagi.


Aku juga kreasikan topingnya hasil dari belajar di YouTube, beruntung Mbak Dela sangat baik. Walaupun, hasilnya belum sebagus yang ku lihat, tapi sudah terlihat menarik, aku sangat puas.


***********


"Buk, aku titip donat lagi ya!" pintaku, sesampai di warung Buk Siti.


"Silahkan Mia," sahut Buk Siti, sambil membuka kotak donat yang ku pegang.


"Ada 30 buah Buk,"


"Woow, topingnya warna-warni lebih menarik Mia, pasti banyak peminatnya ini."


Pujian Buk Siti membuatku optimis untuk penjualan hari ini. Harapanku semoga banyak yang suka, dan bisa habis tanpa sisa.


Rencana aku akan sekalian membeli ayam untuk Rian dan Rani, tapi suami Buk Siti belum datang, akhirnya aku permisi pulang. Biarlah nanti aku ke sini lagi.


*******************


Rian dan Rani akan pulang ke rumah neneknya, dari rumah ku, jadi Mbak Dewi akan mengantar mereka kesini sebelum berangkat kerja.


Donat telah ku pisahkan, sebagian untuk mereka makan dan sebagian lagi untuk oleh-oleh.


"Kayaknya enak nih! boleh cicip gak?" tanya Mbak Dewi.


"Silahkan Mbak,"


Kubiarkan Mbak Dewi memilih yang dia suka.

__ADS_1


"Enak Mia! nanti kalo ada acara kantor Mbak pesan ke kamu aja yaa!"


"Dengan senang hati, Mbak," jawabku tersenyum senang.


Alhamdulillah, sudah banyak yang memuji donat buatan ku. Semoga ini semakin memudahkan langkahku, untuk mendapatkan apa yang ku inginkan.


********************


Rian dan Rani serta dua keponakan Mas Wandi sudah pulang, travel menjemput mereka di depan rumah. Tadi Papa mereka memberikan uang sangu tidak di depan ku, sengaja diam-diam di dalam kamar, mereka seperti tidak ingin aku tau jumlahnya. Hanya dengan melihat wajah berseri-seri dari Rian dan Rani, Aku sudah bisa menebak berapa uang yang diberikan Mas Wandi.


"Apa mungkin aku adalah Ibu tiri yang cemburu dengan anak suaminya."


Ku buang jauh-jauh perasaan itu, aku mencintai Mas Wandi sepaket dengan anak-anaknya, walaupun ia pernah menyembunyikan dari ku.


***************


Sore ini, ku ajak Kiyah dan Dika, untuk menjemput kotak donat, sepanjang jalan aku selalu berdoa semoga semuanya habis terjual, biar modal ku bisa bertambah.


"Alhamdulillah, makasih buk!"


Terharu, aku mengucap syukur, doaku dikabulkan.


"Besok buat lebih banyak ya," Rayu Buk Siti.


"Aku akan usahakan buk," sahutku pada Buk Siti.


Buk Siti belum mau mengambil uang persenan jasa titip.


"Ini hari pertama semuanya laku, biar kamu menikmatinya," jawab Buk Siti saat ku tanya.


Sebagian dari uang tadi ku belikan bahan-bahan untuk jualan besok dan sedikit jajanan untuk Dika. Dika anak yang mengerti keadaan orangtuanya, dia tidak pernah merengek meminta, seringkali dia hanya bertanya "bolehkah?" jika ingin sesuatu.

__ADS_1


******************


"Mbak Mia, tadi siang aku ke warung Buk Siti, donatnya udah habis, aku gak kebagian," teriak mbak Dela saat melihatku.


Ada wajah yang ikut merasakan kebahagian dari Mbak Dela.


"Besok, aku bikin khusus buat mbak," sahut ku.


"Iya, aku pesan 10 ya, untuk sarapan,"


"Siap mbak, tadi aku udah beli bahan-bahan juga," jawab ku.


"Kalau ini udah berhasil, nanti kamu bisa coba jual makanan yang lain, biar orang gak bosan, seru Mbak Dela. "Nanti, aku lihat kan YouTube lagi, banyak resep sederhana, yang rasanya luar biasa disitu, kamu bisa ambil yang paling gampang."


"Seandainya aku juga punya hape seperti itu, mungkin aku tidak perlu merepotkan mbak terus menerus," ucap ku.


Aku jadi gak enak sama mbak Dela.


"Bentar lagi kamu bisa beli kok, ini langkah sukses mu, jangan sedih, terus maju!"


Mbak Dela tampak lucu, saat memberi ku semangat, bahagia selalu terpancar dari wajah nya, tidak seperti ku, yang selalu ketakutan dan tidak bahagia.


********************


Sukses milik siapa saja yang menginginkan nya.


********************


**Author hanya penulis pemula yang memberanikan diri menulis novel disini.


Jika ada penulisan, tanda dialog, penggunaan huruf besar yang salah, dimohonkan untuk bersedia mengoreksinya, author akan sangat berterima kasih sekali πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎ.

__ADS_1


Jika suka tolong juga berikan like, tanda cita dan vote nya yaaπŸ€—πŸ€—***.


__ADS_2