Hati Yang Ku Pilih

Hati Yang Ku Pilih
Episode 2.9


__ADS_3

Beberapa kali usahaku buat orderan menggunakan komputer ini selalu gagal, walaupun Tian udah bilang sudah ada disini tinggal ganti angka-angkanya saja, masih saja aku kewalahan, tabel yang berisi angka itu tiba-tiba memanjang atau melebar setelah ku enter. Ingin rasanya meminta Wira mengajariku, tapi ada perasaan tidak enak berdua di ruangan ini dengannya, apalagi kalau dia tau aku tidak bisa menggunakan barang ini, ntah apa yang akan menjadi pikirannya.


Menyesal dulu aku hanya tamatan SMP, apalagi dulu tidak ada pelajaran komputer di sekolah ku yang letaknya berada di pinggiran kota. Hanya Septian yang kini menjadi sumber keberuntungan, mau memperkerjakan orang seperti ku.


Ku coba kembali menekan angka yang ada papan keyboard ini, hasilnya malah hilang semua tabel yang ada di layar.


Mataku mulai berkaca-kaca. Ketakutan, kemana perginya data di layar, apa semua data yang dulu ada disini juga hilang? apa yang harus ku lakukan? Tian pasti marah besar. Arsip yang ada disini hilang semua.


Ingin berlari memanggil Wira atau menelpon Tian, tapi aku malu mereka menyadari kebodohan ku padahal aku memang bodoh.


"Hai Mia, kenapa bengong kayak bingung gitu?" tiba-tiba Tian sudah ada di ruangan ini.


Kepanikan membuatku tidak menyadari hadirnya, ku lihat jam yang menggantung di dinding sudah pukul 12.10, pantesan udah jam istirahat.


"E-e....itu....anu...maaf!" ucapku terbata-bata tak siap mengakui kesalahan ini.


"Anu nya siapa?" ucap Tian tergelak melihat kegugupan ku.


"Ini data yang di sini hilang semua, maafkan aku! Huu.....huuu.... hiks, maafkan aku Tian, aku gak sengaja, ingin mencet ini malah terhapus, hiks...hiks..." aku menangis terisak.


Sebentar lagi Tian pasti akan memecat ku, terbayang harus mencari pekerjaan yang baru, membuatku sangat takut dan sedih.


"Mana coba kulihat!"


Tian menarik kursi mendekat ke arahku, sekarang jarak kita duduk sangat dekat, bahu kanannya bersinggungan dengan bahu kiri ku, tercium bau parfum Tian di hidungku, wanginya sangat lembut memberi perasaan nyaman.


"Itu!" ucapku, ku tunjuk layar komputer dengan dagu sedangkan tangan kanan ku masih memegang mouse.


Tian bergerak cepat mengambil mouse di tanganku, gerakan refleksnya memberikan kejutan halus di dada, tangan kami bersentuhan, antara kaget dan perasaan 'ntah' yang kurasakan.


"Ini gak hilang! tuh tinggal di tekan undo, kan ada semua!" mouse yang dipegang Tian bergerak menunjuk arah panah yang berbalik ke kiri.

__ADS_1


Semua yang dilayar kembali seperti terakhir ku lihat, tabel nya yang memanjang dan melebar tidak beraturan.


"Mia coba-coba aja! mau di pencet atau mau klik yang ini atau yang itu! jangan takut datanya hilang, semuanya udah aku simpan disini."


Tangan Tian mengambil flashdisk dari dalam laci dan memperlihatkan nya padaku.


Aku mengangguk-angguk malu.


"Nah sekarang minum dulu!" Tian menyerahkan bungkusan plastik yang dibawanya. "Aku udah minta tolong Wira beli nasi, untuk makan siang kita."


Ku terima pemberian Tian, dan langsung meminumnya, konsentrasi ke layar membuatku sangat haus. Tian tersenyum ke arahku.


"Sini ku ajarin cara menjinakkan tabel ini!"


Tian dengan serius menggeser mouse dan menekan angka di keyboard, aku memperhatikannya dengan seksama, sesekali mataku melirik ke wajah Tian, wajahnya sangat tampan terlihat dari dekat seperti ini. "Aduh Mia, otak mu bisa dikondisikan gak!"


Dengan cepat mataku kembali beralih ke layar, benar kata pikiranku, tidak sepantasnya aku berpikiran terlalu jauh.


Tiba-tiba saja cewek itu sudah berdiri di belakang Tian dan menyentuh bahunya.


"Lho, kamu udah datang?"


"Iya, liburannya di percepat, karena cuaca lagi tidak bersahabat, sehingga bermain di pantainya di batalkan."


Suara cewek itu terdengar sangat lembut dan manja, aku menebak apakah ini adik perempuan nya Tian?


"Oh ya kenalkan, ini Mia! dia karyawan baru disini!"


Aku mengulurkan tangan ingin mengajak cewek itu bersalaman, tapi sepertinya dia tidak melihat tanganku, tanganku menggantung hingga kutarik kembali karena malu.


"Mia ini Wulan! Dia anak teman...."

__ADS_1


"Aku pacarnya Tian."


Ucapan Tian langsung dipotong oleh cewek yang bernama Wulan, ntah kenapa dia harus judes seperti itu, padahal wajahnya sangat manis saat tersenyum.


"Lagi ngapain sih tadi? Ayo makan siang. Aku lapar nih."


"Sebentar Lan, ini masih ngajarin Mia komputer, orderan ini harus terkirim sore ini, biar barangnya besok bisa datang...."


"Kenapa sih harus kamu yang ngajarin? cari karyawan kok gak bisa komputer? modal cantik doank". Ucapan Wulan sengaja dikeraskan nya biar aku mendengarnya, padahal di ruangan kecil ini, walaupun pelan akan sangat terdengar jelas.


"Sudah Tian. Aku udah ngerti kok. Nanti aku coba-coba lagi." cepat-cepat ku alihkan mata ke layar komputer, Aku merasa tidak enak setiap kali melihat tatapan Wulan.


"Serius Mia, udah ngerti?"


"Iya, ngerti kok!" ucapku tanpa menoleh lagi. mencoba fokus pada layar yang ada di hadapanku.


"Tuh kan, dia sudah ngerti tuh. Ayo kita makan siang di luar." Wulan menarik tangan Tian sehingga membuatnya pasrah mengikuti langkah gadis itu.


"Tapi, aku udah pesan nasi sama Wira, bentar lagi dia datang, sebentar ya aku telpon Wira lagi! tambah nasinya, biar kamu bisa makan disini!"


Masih terdengar percakapan mereka dari gudang ini, Tian yang masih mencoba negoisasi dengan Wulan.


"Gak mau! Aku maunya makan di luar!"


"Trus nasi yang di Wira gimana?"


"Kasih dia aja!"


Ntah siapa "Dia" yang disebutkan Wulan dengan nada penuh tekanan, sudahlah aku tak perduli, kembali ku sibukkan diri.


Bantu krisan nya yaa!!💜

__ADS_1


__ADS_2