Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 20


__ADS_3

Lu Xuan Cheng berada di kamar rumah sakit, dia dilarikan ke ruang gawat darurat setelah pingsan di kamarnya akibat terlalu banyak minum alkohol. George saat ini berdiri di samping Tuan Mudanya itu, sesekali dia menghela nafas sambil menggelengkan kepala karena frustasi melihat kelakuan Lu Xuan Cheng.


George keluar dari ruang rawat inap tersebut, dia berniat mencari makanan dan minuman hangat untuk mengisi perutnya yang keroncongan sejak tadi malam.


Sementara itu, di lantai 1 rumah sakit. An An baru saja menemui Dokter Hanz di sana. Dia berterima kasih kepada Dokter muda itu karena telah menemukan Daddy yang selama ini tidak dia ketahui.


Waktu saat ini menunjukkan pukul 7 pagi. Karena masih memiliki waktu sampai janji temu nya dengan Gu Ching He, An An keluyuran di rumah sakit itu sambil melihat-lihat apa yang bisa dia pelajari di sana.


An An masuk ke dalam lift yang pintunya baru saja terbuka. Dia melihat wajah seorang pria yang terlihat tidak asing sedang berdiri di dalam lift. Pria itu sibuk menatap layar ponsel dengan raut wajah yang tidak menyenangkan.


"Bukankah Paman ini adalah pengawal Daddy? Kenapa dia berada di sini?" tanya An An dalam hati.


Karena penasaran, An An mengikuti George yang turun di lantai 4. Dia lalu membuntuti pria itu dari belakang.


"Apakah Daddy sedang sakit?" tanya An An lagi dalam hati.


George masuk ke dalam kamar rawat dengan nomor 408. An An ingin mengintip tetapi tidak ada celah yang bisa dia gunakan untuk mengintip ke dalam kamar tersebut. Akhirnya bocah itu duduk diam menunggu sampai George keluar dari kamar.


George keluar setelah 20 menit berlalu, dia di minta untuk melanjutkan pencarian Su Li Xia dan juga An An. Sementara bocah itu langsung bersembunyi begitu pintu kamar dibuka.


Melihat George yang sudah melangkah menjauh, An An berlari masuk ke dalam kamar. Dia mendekati tempat tidur lalu menatap wajah pria yang sedang terlelap di atas ranjang.


"Daddy..." gumam An An pelan.


Lu Xuan Cheng membuka mata, dia menatap wajah bocah yang berada di sampingnya.


"Apa aku sedang bermimpi?" tanya Lu Xuan Cheng dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Sepertinya aku terlalu merindukan anakku sampai kau muncul di dalam mimpiku." ucapnya lagi sambil menyentuh pipi An An yang tembem.


"Apa kau baik-baik saja? Bagaimana hidupmu selama ini? Apa kau kesulitan karena tidak memiliki seorang ayah di sampingmu?" tanya Lu Xuan Cheng yang menatap An An dengan penuh kasih sayang.


Sementara bocah itu hanya diam dan memperhatikan raut wajah pria di depannya. Mendengar pertanyaan-pertanyaan dan juga ekspresi di wajah Lu Xuan Cheng, An An bisa menyimpulkan jika Daddy nya itu tidak berniat meninggalkannya.

__ADS_1


"Pasti ada alasan kenapa Mommy dan Daddy berpisah. Daddy tidak terlihat seperti pria buruk yang akan meninggalkan istri dan anaknya." pikir An An.


An An berpikir sejenak, dia lalu melanjukan ucapannya dalam hati.


"Tunggu dulu! Sepertinya ada yang aneh. Apakah Mommy pernah menikah? Jika mereka tidak menikah, berarti aku anak yang dilahirkan di luar nikah? Apa itu sebabnya Mommy melarikan diri dari pria ini?"


Lu Xuan Cheng kembali bertanya kepada bocah kecil yang berada di sampingnya.


"Apakah ibumu baik-baik saja? Apakah dia sudah menikah dengan pria lain?"


"Tentu saja tidak baik, Mommy selalu terlihat murung dan sedih meskipun wajahnya tersenyum. Dasar Daddy bodoh! Kenapa baru sekarang kau mencari kami?" sahut An An dalam hati.


Lu Xuan Cheng masih berada dalam kondisi lemah, matanya kembali terpejam karena efek dari obat yang di masukkan melalui cairan infus.


"Ck... Melihat kondisimu saat ini, sepertinya kau juga tidak hidup dengan baik. Haiz... Kenapa keluargaku sangat merepotkan?" keluh An An dalam pikiran.


"Huff... Karena kau masih menyanyangi dan perhatian terhadap An An dan Mommy, aku akan memberimu satu kesempatan. Semoga kau tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ku berikan ini!" ucap An An lalu berjalan ke meja yang berada di seberangnya.


"Hey bocah, kenapa kau masih di sini?" tanya Dokter Hanz mengejutkan An An dari belakang.


An An berbalik, dia menepuk-nepuk dadanya sambil berkata, "An An tidak takut, An An tidak terkejut."


"Pfff...!"


Dokter Hanz langsung menertawakan tindakan lucu An An yang sering dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka di saat terkejut.


"Jangan tertawa, kau dokter menyebalkan!" ucap An An kesal.


"Bukankah tadi kau bilang ada janji?" tanya Dokter Hanz mengingatkan An An.


"Aduh, hampir saja aku melupakannya. Aku pergi dulu, dah..."


An An langsung berlari menuju ke pintu lift, dia menelepon Leona untuk menyiapkan taxi.

__ADS_1


Sesampainya di lobby, An An berlari menuju ke tempat Leona berdiri. Bocah itu merentangkan kedua tangan, Leona segera menyambut dan mengangkat tubuh An An lalu menggendongnya.


"Ayo cepat, aku hampir telat!" ujar An An dengan nafas yang memburu.


Leona membawa An An masuk ke dalam taxi. Dia memasangkan sabuk pengaman lalu menutup pintu mobil.


An An membuka jendela kaca, dia melambaikan tangan ke arah Leona sambil berkata dengan suara keras.


"Terima kasih kakak cantik!"


Mobil melaju ke restoran Hao Zhe yang menjadi tempat pertemuan An An dan Gu Ching He. Begitu tiba di tempat tujuan, An An segera melompat turun dari mobil. Dia tidak membayar lagi kepada supir taxi karena Leona sudah membayarnya terlebih dulu.


An An masuk ke dalam restoran, dia di sambut oleh seorang pelayan wanita yang memakai baju cheonsam berwarna merah cerah.


"Selamat pagi, apakah Tuan muda sudah membuat resevasi?" tanya pelayan tersebut kepada An An.


"Ya, aku memiliki janji dengan seseorang yang bernama Gu Ching He. Bisakah Kakak cantik mengantar ku ke ruangannya?" jawab An An dengan suara yang menggemaskan.


"Tentu saja, silakan ikut dengan saya!" jawab pelayan tersebut yang lalu berjalan di depan An An.


"Tok Tok Tok!" pelayan mengetuk pintu sebuah ruangan.


"Masuk!" sahut seseorang dari dalam.


"Tuan Gu, Tuan Muda yang anda tunggu sudah tiba." lapor pelayan sambil menundukkan kepalanya.


"Biarkan dia masuk!" jawab Gu Ching He yang sudah menunggu kedatangan An An.


"Selamat pagi, saya An An dari agen pencarian barang nomor 1 di dunia." ucap An An memberi salam kepada pria di depannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Apa reaksi Gu Ching He yang menunggu dengan antusias tetapi yang datang hanya seodang bocah berusia 5 tahun??😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2