
"Nona, makanannya sudah siap!"
Suara dari Ling yang terdengar dari ujung lorong membuat keduanya terperanjat. Su Li Xia refleks mendorong tubuh Lu Xuan Cheng agar menjauh darinya.
"Ahhh... Sial!" umpat pria itu dalam hati.
Lu Xuan Cheng hanya bisa menghela napas panjang sambil menahan keinginan juniornya yang sudah mulai bangkit dari tidur panjangnya.
Pria itu menatap kesal ke arah Ling yang mengganggu waktu romantisnya bersama Su Li Xia. Ling segera membuang muka, menatap ke samping dengan perasaan bersalah.
"Aku lapar!" ucap Su Li Xia dengan wajah yang memerah.
Lu Xuan Cheng menoleh, menatap wajah Su Li Xia yang terlihat malu karena tertangkap basah oleh Ling.
"Istriku ternyata memiliki sisi imut seperti ini! Sayang sekali aku tidak bisa merekamnya dengan ponsel. Bisa-bisa jari tanganku patah semua jika aku melakukannya." batin Lu Xuan Cheng.
Keduanya berjalan bersama menuju ke ruang makan. Setelah berjalan melalui dua pintu kamar, Lu Xuan Cheng memberanikan diri untuk meraih lengan Su Li Xia. Dia menggenggam telapak tangan wanita itu sambil melirik ke wajah Su Li Xia yang terlihat merah merona dan malu malu.
Akhirnya mereka berjalan bergandengan tangan hingga tiba di ruang makan yang terlihat sederhana namun hangat. Berbagai menu makanan sudah tersedia di atas meja, mulai dari salad sebagai pembuka hingga makanan penutup yang manis dan menggoda selera.
Lu Xuan Cheng menarik kursi untuk Su Li Xia, dia lalu duduk di sampingnya. Sedangkan Ling, George dan Z makan di ruangan yang berbeda.
Sementara itu, di dalam kamar An An. Bocah nakal itu membuka mata, dia berguling ke tepi ranjang, bangkit dan duduk dengan memasang raut wajah kesal. Penyebabnya adalah karena Ling mengganggu waktu baik Mommy dan Daddy nya yang hampir memberikan adik untuknya.
"Aku harus segera mencari pasangan untuk Ling!" gumam bocah itu sambil mengangguk.
An An berdiri, berjalan ke kursi yang berada di depan layar komputer. Jari-jarinya dengan lancar menekan keyboard untuk memindahkan tampilan layar ke ruang makan, tempat Mommy dan Daddy nya berada.
Di ruang makan, Lu Xuan Cheng mengambil berbagai jenis makanan untuk Su Li Xia. Piring di depan wanita itu sudah menggunung karena pria di sampingnya terus-terusan menyendokkan makanan tanpa henti.
"Hei! Kau mau membuatku menjadi wanita gendut ya?" tanya Su Li Xia dengan dahi yang mengerut.
"Xuan!" ucap pria itu dengan senyuman manis di wajahnya.
"Hmm?" Su Li Xia pun berdehem tak mengerti apa maksud dari ucapan pria di sampingnya.
"Bukan Hei, namaku Xuan Cheng. Tapi aku ingin dipanggil dengan nama depanku, Xuan!" jelasnya sambil mengangkat sebelah tangan lalu menyentuh ringan wajah Su Li Xia.
"Xu... Xuan...!" panggil wanita itu dengan wajah malu-malu dan sedikit salah tingkah.
__ADS_1
"Dan juga, aku tidak keberatan jika kau menjadi wanita gendut. Mungkin... aku akan menyukainya karena itu pasti semakin membesar, tentunya!" seru Lu Xuan Cheng seraya menurunkan tatapan matanya ke dada Su Li Xia.
"Ctakkk!"
Su Li Xia menyentil dahi Lu Xuan Cheng, "Jangan bersikap mesum!" omel wanita itu dengan raut wajah kesal.
Lu Xuan Cheng tersenyum nakal, dia mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Su Li Xia yang masih manyun dengan sedikit minyak dari bekas makanan.
"Cepat habiskan makananmu!" ucap pria itu sembari menyuapi Su Li Xia dengan sepotong daging ikan salmon yang setengah matang.
Kedua sudut bibir Su Li Xia terangkat ke atas, dia tersenyum sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Daddy memang yang terbaik! Ayo cepat habiskan makanan kalian lalu masuklah ke kamar!" ucap An An bersemangat di depan layar komputer.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kota X
Seorang pria duduk di kursi kebesarannya yang berada di dalam sebuah ruang kerja elit. Pria itu tampak marah sembari menatap berkas laporan di kedua tangannya.
Dia mengangkat asbak rokok yang terbuat dari kaca bening lalu menghempaskan asbak tersebut ke lantai dengan gerakan kasar.
"Pranggg!"
Pria itu berdiri, mengambil ponselnya yang terletak di atas meja lalu menghubungi seseorang dengan nama Hamster di kontak ponsel.
"Bunuh keparat itu! Aku mau kalian membunuhnya dengan cara terkejam! Lakukan secepatnya!" perintah pria itu setelah mendapat jawaban.
Di atas meja kerja, terdapat sebuah plat nama yang bertuliskan "Lu Cin He, Direktur Utama"
Lu Cin He adalah Kakak laki-laki dari Lu Xuan Cheng, mereka adalah saudara tiri yang berbeda Ibu. Lu Cin He sangat membenci adik tirinya yang selalu mendapatkan apapun yang ia inginkan. Tidak seperti adiknya yang bebas, Lu Cin He bekerja keras demi mendapatkan kepercayaan dari ayah mereka yang tidak menyukai dirinya.
Demi mendapatkan posisi sebagai CEO di perusahaan, Lu Cin He bahkan rela menyerahkan wanita yang dia cintai kepada ayahnya yang playboy dan mata keranjang.
Di mulai dari usianya yang masih 15 tahun, pria itu selalu belajar dengan giat dan bekerja dua kali lebih keras dari pada Lu Xuan Cheng. Semua itu disebabkan karena ibu dari adik tirinya yang memiliki wajah cantik dan menjadi istri kesayangan ayahnya.
Meskipun begitu, Lu Xuan Cheng tidak menyukai ayahnya yang playboy. Dia berusaha keras menghindar dari ketergantungan terhadap ayahnya. Dia bahkan tidak berminat untuk meneruskan perusahaan milik ayahnya itu.
Walaupun Lu Cin He mengetahui semua itu, dia terlanjur membenci Lu Xuan Cheng yang menjadi anak kesayangan dari ayahnya. Dia terus berusaha untuk menyiksa dan menghancurkan adik tirinya dengan berbagai cara, termasuk membunuh Su Li Xia, wanita yang di cintai oleh Lu Xuan Cheng.
__ADS_1
Lu Cin He berjalan keluar dari ruang kerja, dia menuju ke parkiran lalu masuk ke dalam mobil hitam yang berhenti di area parkir paling depan.
"Berani sekali dia menghancurkan semua usahaku! Aku akan membunuhnya!" ucap Lu Cin He seraya menggenggam erat kemudi mobil.
Pria itu marah dan meledak-ledak karena Lu Xuan Cheng menyuruh George untuk membakar semua ruangan yang menyimpan data penting di perusahaan milik Lu Cin He.
Perusahaan itu awalnya milik dari ayah mereka, yang kemudian di berikan kepada Lu Cin He karena dia memberikan kekasihnya kepada ayahnya. Semua itu berawal dari pesta keluarga, di mana Lu Cin He membawa kekasihnya untuk menghadiri pesta.
Kekasih Lu Cin He memiliki wajah cantik dengan tubuh seksi yang menggoda tatapan para pria. Terutama pria hidung belang seperti Tuan Besar Lu yang memiliki nama lengkap Lu Guang Shi.
Lu Guang Shi terus menerus menatap Candy, nama inggris dari kekasih Lu Cin He. Menyadari hal itu, Lu Cin He dengan sengaja membuat Candy mabuk di acara pesta. Dia lalu membawa Candy ke dalam kamar ayahnya.
Malam pesta keluarga Lu menjadi awal bencana dan kehancuran dari gadis polos yang salah memilih pasangan hidupnya.
Candy menemukan dirinya dalam keadaan telanjang di pagi hari setelah malam pesta berakhir. Di sampingnya, dia melihat wajah pria paruh baya sedang tidur dengan lelap tanpa menyadari gerakan dari Candy yang sudah turun dari tempat tidur.
Candy menatap dirinya di depan cermin besar yang terletak di dalam kamar. Dia berteriak dan menangis histeris setelah melihat sekujur tubuhnya dipenuhi dengan jejak dan tanda merah dari pria yang menjadi ayah dari kekasihnya.
Sebulan kemudian, Lu Guang Shi memberikan C.N Group kepada Lu Cin He. Semua saham dan perusahaan cabang di alihkan kepada putra pertamanya itu karena sudah memberikan Candy kepadanya.
"Lu Cin He, kau adalah pria paling menjijikkan di dunia ini!"
Kata-kata itu selalu menjadi mimpi buruk bagi Lu Cin He. Kalimat yang menjadi akhir dari pertemuannya dengan Candy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kamar An An
Melihat kedua orang tuanya selesai makan, bocah itu tidak sabar menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Jari-jari tangan An An menjadi gatal karena kelambanan dari sang daddy. Dia menggerakkan jari-jari mungilnya di atas keyboard lalu mengutak atik pendingin di ruang makan.
"38°Celcius sepertinya sudah cukup!" gumam An An.
Bocah itu menyetel suhu ruangan ke angka 38°, sontak ruangan itu menjadi panas dan membuat kedua Mom dan Dad nya keringatan.
"Kenapa aku merasa kepanasan?" tanya Su Li Xia dalam hati.
Sedangkan Lu Xuan Cheng mengibas-ngibas kaos yang dia kenakan karena mulai basah dengan keringat yang mulai keluar dari pori-porinya.
Su Li Xia berdiri dari kursinya, dia merasa gerah dan kepanasan hingga ingin melepas semua kain yang melekat di tubuhnya.
__ADS_1
"Ayo ke kamar!" ajak wanita itu seraya menarik lengan Lu Xuan Cheng.
^^^BERSAMBUNG...^^^