Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 43


__ADS_3

"Maaf ya bocah, itu tidak mungkin terjadi. Karena kami sudah menikah di mata hukum!" Ucap Lu Xuan Cheng dengan senyuman mengejek.


An An pun ikut tersenyum, namun senyuman licik yang membuat merinding Daddynya.


"An An bisa menghapusnya sekarang juga tanpa kesulitan." Ucap bocah itu menyombongkan diri.


Lu Xuan Cheng mengerutkan kedua alisnya.


"Anakku ini memang mirip sekali dengan sifatku yang tidak pernah mengalah. Baiklah, karena kau adalah anakku, aku akan mengalah. Ckk... Ckk... Aku harus memiliki anak perempuan yang imut, anak laki-laki terlalu suli diatur!" keluh Lu Xuan Cheng dalam hati.


"Aku minta maaf, aku yang salah. Bisakah kita melanjutkan acara ini?" Tanya pria itu sambil melangkah mendekat.


Lu Xuan Cheng tersenyum, ia mengulurkan tangan kanannya di depan Su Li Xia.


An Anemgambil tangan kiri Mommy nya ke atas tangan Lu Xuan Cheng. Bocah itu lalu berkata, "Tolong jaga Mommy ku dengan baik."


"Jangan khawatir, aku pasti akan menjaga istriku."


Di saat itu, lantai tiba-tiba bergetar, benda-benda di atas meja mulai berjatuhan. Semua yang berada di dalam ruangan terlihat panik.


Seorang pria berjas hitam berlari masuk ke dalam ruangan, dia segera berteriak dengan keras.


"Bos, ada serangan musuh!"


Su Li Xia dan Ling saling bertatapan, seperti sedang menyampaikan sesuatu melalui tatapan matanya. Ling mengangguk, ia segera berlari ke luar dari ruangan. Leona berdiri dari tempat duduknya, dia berlari ke tempat An An dan meraih tubuh bocah itu.


"Tuan Muda, aku akan melindungi anda." Ucap Leona kepada An An yang berada di dalam gendongannya.


"Tolong bawa aku ke kamar!" Pinta An An kepada Leona.


"Baik!" Jawab wanita itu lalu berjalan ke pintu keluar.


Sedangkan Dokter Hanz masih duduk dengan wajah kebingungan di tempat duduknya. Leona berbalik badan, menatap Dokter Hanz yang terlihat panik hingga tidak tahu harus melakukan apa. Dia berjalan ke tempat Dokter Hanz dan menarik tangan pria itu.


"Ayo jalan!" Perintah Leona yang segera di angguki oleh Dokter Hanz.

__ADS_1


Su Li Xia menoleh ke bawah, melihat pakaian pengantin yang baru saja ia kenakan beberapa menit yang lalu.


"Mungkin aku memang tidak cocok memakai pakaian sepetti ini!" batin Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng menatap wajah istrinya yang terlihat bersedih, dia mengangkat tubuh Su Li Xia di dalam gendongannya.


"Jangan khawatir, aku akan mengganti hari ini dengan pesta pernikahan yang mewah." Ucap pria itu lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Sebenarnya aku tidak begitu memerlukannya, tapi aku menerimanya jika kau memaksa!" Jawab Su Li Xia, ia membalas kecupan dari Lu Xuan Cheng.


"Sekarang, aku harus membereskan para tikus di luar. Tolong turunkan aku!" pinta Su Li Xia namun tidak dihiraukan oleh Lu Xuan Cheng.


Pria itu berjalan menuju ke kamar Su Li Xia, dia menurunkan Su Li Xia di kamar lalu memintanya untuk menunggu saja di dalam kamar itu.


"Kunci pintunya! Aku akan segera kembali!"


"Tapi..."


"Percayalah padaku. Ini sudah menjadi makananku sehari-hari. Bukankah kita masih harus melakukan malam pertama pernikahan kita? Aku tidak akan rela untuk melewatkannya." Kata Lu Xuan Cheng, sedikit menggoda Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng mengangguk, dia mengecup kening Su Li Xia lalu berbalik dan berjalan keluar.


Su Li Xia masih merasa khawatir, dia membuka laptop di dalam kamar dan memeriksa tangkapan kamera CCTV untuk melihat berapa jumlah tikus pengacau yang datang menyerang.


"Ratusan orang!" gumam Su Li Xia ketika melihat kumpulan pria berbaju hitam di depan pintu masuk gudang.


"Siapa mereka? Kenapa mereka menyerang tempat ini?" Tanya Su Li Xia dalam pikirannya.


Tidak lama kemudian, Lu Xuan Cheng muncul di depan pintu. Dia menatap seorang laki-laki yang memiliki wajah sedikit mirip dengannya.


"Adikku rapi sekali!" Ucap pria itu dengan seringaian licik di wajahnya.


"Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" Tanya pria itu seraya memutar-mutar sebatang rokok yang terselip di kedua jarinya.


"Mau apa kau ke sini?" Tanya Lu Xuan Cheng dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Ku dengar kau mendaftarkan pernikahanmu dengan Su Li Xia. Aku benar-benar penasaran, apakah kau sungguh mencintainya atau tidak?" Ucap Lu Cin He, ia menghisap dalam-dalam rokok di tangannya. Kemudian melanjutkan ucapannya.


"Aku juga penasaran, jika aku membunuh wanita itu, apa kau masih akan memasang wajah dingin seperti ini setiap kali kita bertemu?"


Hanya mengancamnya dengan kematian Su Li Xia saja sudah membuat Lu Xuan Cheng marah. Dan pria di depannya ini malah sudah beberapa kali mencoba untuk membunuh Su Li Xia.


"Tutup mulutmu itu dan pergilah sekarang juga sebelum kau menjadi lebih menjijikkan dari sekedar pria yang menjual tunangannya sendiri kepada ayahnya!" sindir Lu Xuan Cheng dengan membuka luka yang selama ini bernanah di hati Lu Cin He.


Pria itu sangat marah begitu Lu Xuan Cheng menyinggung aib lamanya. Tangannya mengepal erat dengan rahang yang mengatup kencang. Urat-urat di lehernya bermunculan dengan raut wajah yang sangat menyeramkan.


"Siapapun di antara kalian yang bisa membunuhnya, aku akan memberikan bonus 10 kali lipat kepada kalian semua." Ucap Lu Cin He lalu berbalik dan beranjak pergi.


Anak buah Lu Cin He langsung menyerang tanpa aba-aba. George dan para bawahannya maju, melawan serangan dari musuh bos mereka. Satu persatu dipukuli hingga babak belur.


Lu Xuan Cheng pun turut memukuli mereka, dia merasa kesal dan marah karena acara pernikahannya diganggu.


"Aku masih harus menyenangkan istriku, dan kalian malah datang menganggu di malam pertama pernikahanku! Anggap ini sebagai pelajaran untuk kalian!" Teriak pria itu sambil terus bergerak, memukuli anak buah kakaknya.


An An mengintip dari layar komputer, dia menonton perkelahian melalui kamera CCTV. Bocah itu tampak kagum melihat Daddy nya yang sangat ahli dalam bela diri.


"Daddy hebat sekali!" Seru An An sambil bertepuk tangan.


"Leona, kemari! Lihat Daddy ku sedang melawan 3 orang sekaligus!" Ucap An An bersemangat, menunggu sang Daddy menunjukkan aksi hebatnya kepada Leona.


Sementara Su Li Xia merasa khawatir, karena ketiga orang yang berhadapan dengan Lu Xuan Cheng terlihat seperti orang yang licik.


"Semoga dia baik-baik saja." Ucap Su Li Xia dengan wajah cemas.


Ketiga pria di depan Lu Xuan Cheng mengeluarkan pisau, mereka kemudian mengelilingi Lu Xuan Cheng agar pria itu kebingungan dalam membagi pandangan.


"Ckk! Dasar orang-orang licik!" Gumam An An dengan raut wajah kesal.


"Makan ini!" Ucap An An sembari menekan sebuat tombol merah di remot kontrol.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2