
An An melompat turun dari kursi, dia berjalan dengan langkah kakinya yang kecil menuju ke pintu keluar restoran. Bocah itu berpapasan dengan Ling yang berjalan masuk ke dalam restoran tersebut, bocah itu segera memanggil Ling sambil melambaikan tangan.
Melihat bocah itu berada di depannya, Ling segera berlari menghampiri An An. "Ayo pergi!" ajak Ling yang kemudian menggangkat tubuh An An dalam pelukannya.
Ling berjalan cepat menuju ke mobil, dia memasukkan An An di belakang mobil lalu mendudukkan bocah itu di samping Su Li Xia.
Seorang pelayan mengejar Ling dari belakang, Ling yang memang peka segera berbalik lalu menangkap tangan pelayan tersebut. Ling memutar tubuh pelayan wanita yang mengejarnya dengan menahan sebelah tangan wanita itu.
"Aaa.... Awwww! Awww! Sakit!" rintih wanita tersebut karena kesakitan akibat serangan mendadak dari Ling.
"Mau apa kau?" tanya Ling dengan suara dingin.
"Ma... Maaf! Saya hanya mau mengingatkan Tuan muda. Bungkusan makanan yang beliau minta belum di ambil!" ucap pelayan itu dengan suara gemetaran.
Karena sudah memastikan jika wanita itu bukanlah musuh dan tidak berniat menyerang mereka, Ling melepaskan genggaman tangannya dari pelayan tersebut. Dia masuk ke dalam mobil lalu memakai sabuk pengaman.
"Brummmm!"
Mobil pun melaju cepat menembus jalanan yang masih lumayan sepi karena belum masuk jam sibuk lalu lintas.
"Nona, ke mana kita harus pergi?" tanya Ling yang masih fokus menyetir dengan tatapan yang tajam, sesekali ia melirik ke kanan dan kiri kaca spion untuk memastikan tidak ada orang yang mengikuti mereka.
"Pulang ke rumah!"
__ADS_1
"Pulang?" tanya Ling memastikan pendengarannya.
"Ya, ayo pulang dan menyusun rencana untuk membalas pria berengsek itu!"
Su Li Xia menoleh ke samping, menatap wajah An An yang terlihat bahagia. "Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin senyuman An An menghilang, tetapi jika aku terus menutupi hal ini darinya, aku bisa saja kehilangan putraku yang berharga." pikir Su Li Xia.
An An merasakan tatapan dari mommy nya yang terasa tak mengenakkan. Bocah itu mengarahkan tatapannya ke wajah sang mommy yang masih menatapnya dengan perasaan serba salah. "Mom, ada apa?"
Su Li Xia hanya menatap An An tanpa berkata-kata, ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Setelah berpikir dan memperhitungkan baik buruknya, ia memutuskan untuk menceritakan hal yang baru saja terjadi kepada An An.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Mommy tercinta, An An memeluk erat tubuh Mommy nya sambil berkata, "Mom, meskipun belum mengenal orang itu, An An percaya, Daddy bukanlah orang yang seperti itu! Dia tidak akan melakukan tindakan kejam kepada Mommy dan An An."
Su Li Xia juga merasakan hal yang sama. Tetapi dia tidak merasa memiliki musuh yang mengetahui jika dirinya dan Lu Xuan Cheng berhubungan di masa lalu. Apalagi musuh itu sampai berniat membunuhnya! Su Li Xia sungguh tidak bisa menebak, siapa dalang di balik semua peristiwa yang di alaminya hari ini.
"Mom, kenapa kita pulang ke rumah ini?" tanya An An penasaran karena sudah lama rumah itu tidak berpenghuni.
"Ini adalah tempat teraman yang bisa Mommy pikirkan. Kamu harus selalu berada dalam perlindungan Leona! Tetapi karena Leona sedang melindungi dokter itu, kamu tidak boleh keluar satu langkah pun dari tempat ini tanpa seizin Mommy! Kamu mengerti?"
An An mengangguk sebagai tanda mengerti perkataan dari Mommy nya.
"Baiklah, masuk ke kamar dan mandilah dengan air hangat! Bau mu seperti bau bangkai ayam!" tegur Su Li Xia yang tidak senang karena An An makan sendiri tanpa mengajaknya ikut serta.
__ADS_1
"Padahal An An mau membawa pulang untuk Mommy, seandainya Ling datang lebih lambat satu menit saja!" keluh An An dalam pikirannya.
Bocah itu masuk ke dalam kamar, ruangan yang luas dengan sebuah tempat tidur besar yang terletak di tengah salah satu sisi. Meja rias dan sebuah kursi mini yang sesuai dengan tubuh kecil An An terletak di sisi sebelah kanan. Ruangan yang terlihat sederhana namun memiliki suasana yang nyaman dan hangat.
Di salah satu sudut ruangan, terdapat sebuah pintu yang menuju ke kamar mandi. Dengan nuansa modern dan elegan, dilengkapi dengan sebuah bathtub yang terbuat dari batu marmer yang polos dan mulus.
Dari dinding salah satu sisi kamar mandi, terdapat shower dengan rain shower head. Sebuah wastafel terletak di samping pintu kamar mandi, dan kloset berteknologi canggih dengan berbagai macam fitur berada di antara wastafel dan kloset.
Bocah itu merasa terpukau oleh keindahan bathtub yang terbuat dari batu marmer polos yang indah dan mulus. Ia merasa sangat ingin merendam tubuhnya di dalamnya dan merasakan kehangatan air yang menenangkan. Ia pun segera mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukkan beberapa tetes minyak esensial untuk memberikan aroma yang menyegarkan.
Setelah merendam tubuhnya di dalam bathtub selama beberapa saat, An An merasa sangat rileks dan nyaman. Ia merasa bahwa kamar mandi ini benar-benar merupakan tempat yang sempurna untuk bersantai dan melepaskan penat setelah seharian beraktivitas.
Selesai mandi, An An mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang berada di dalam laci di bawah wastafel. Dia lalu keluar setelah menutupi tubuh bagian bawahnya dengan handuk putih yang melilit di pinggang kecilnya.
An An berjalan ke tempat lemari, dia membuka lemari pakaian lalu mengambil satu set piyama yang terlipat rapi di dalam salah satu rak di lemari. Selesai memakai piyama miliknya yang berwarna biru tua dengan corak bintang dan bulan, An An merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Bocah itu memejamkan mata, baru beberapa saat saja, sekumpulan benang kusut mulai bermunculan di dalam benaknya. An An memikirkan kembali kata-kata yang disampaikan oleh Mommy nya ketika mereka dalam perjalanan.
"Tidak mungkin Daddy berniat membunuh Mommy, pasti ada sesuatu yang tidak Mommy ketahui di balik semua kejadian ini! Aku harus menyelidiki semuanya sampai jelas!" gumam An An yang kemudian berdiri dan berjalan ke meja rias.
An An mengambil ponselnya, ia lalu duduk di kurso yang berada di depan meja.
An An mencari nomor ponsel milik Lu Xuan Cheng yang dia simpan di dalam memory ponsel. Bocah itu lalu mengetik pesan kepada pria itu.
__ADS_1
"Hei kamu, apakah kamu yang menyuruh orang untuk membunuh Mommy?"
^^^BERSAMBUNG...^^^