Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 35


__ADS_3

Mendengar penolakan dari Su Li Xia, Lu Xuan Cheng merasa dunianya runtuh. Dia merasa seperti hatinya diremas-remas dan diinjak-injak. Tidak bisa ia bayangkan hidup tanpa Su Li Xia dan juga An An setelah menemui mereka berdua. Meskipun begitu, dia menghargai keputusan Su Li Xia dan tidak ingin memaksa wanita itu untuk tetap berada di sisinya.


"Aku mengerti! Terima kasih telah jujur padaku. Aku akan menghormati keputusanmu. Aku berharap kamu bahagia." ucap Lu Xuan Cheng dengan tulus.


Wajah serius Su Li Xia perlahan memudar, kedua sudut bibirnya terangkat ke atas. Senyuman manis yang terlihat bahagia kini menghiasi wajah cantik wanita itu.


"Aku menolak lamaran darimu. Tapi, sebagai gantinya, aku yang akan melamarmu menjadi pengantin pria ku!" ucap wanita itu sambil menatap kedua bola mata pria di hadapannya.


Lu Xuan Cheng tampak kebingungan, begitu pula dengan George dan Ling yang mengamati raut wajah Su Li Xia dengan penuh tanda tanya. Sementara An An tersenyum sendiri sambil menutup bibirnya dengan telapak tangan kanan.


"Lu Xuan Cheng, apa kau bersedia menjadi pasangan hidupku? Menjadi ayah dari An An? Menjadi laki-laki yang akan selalu ada hanya untukku? Menjadi bagian dari belahan jiwaku?" Tanya Su Li Xia dengan mata yang berkaca kaca.


Lu Xuan Cheng berdiri mematung, dia terdiam tanpa berkata-kata.


"Apakah aku sedang bermimpi?" tanya pria itu dalam hati.


Dia meraih belakang kepala Su Li Xia dan langsung membenamkan wajah wanita itu ke dadanya.


"Aku bersedia! Sangat-sangat bersedia. Su Li Xia, Terima kasih. Terima kasih telah melamarku dengan kata-kata yang indah." ucap pria itu dengan senyuman bahagia.


George dan Ling turut bahagia melihat kedua orang yang mereka layani akhirnya mendapatkan kebahagiaan. Dan An An yang masih mengintip di balik kursi, bocah itu mengepalkan kedua tangan lalu membuat gerakan ke atas dan ke bawah dengan kedua tangannya sambil berseru "Yes!" dalam hati.


Sementara itu, seorang pria sedang mengendap-ngendap di balik pepohonan. Pria itu mengamati beberapa orang berbaju hitam yang sedang berdiri mengelilingi pintu gudang.


"Apa yang terjadi? Apakah mereka sudah ketahuan bersembunyi di sini?" batinnya.


Pria itu lalu berjalan mendekati pintu sambil berjinjit agar tidak menimbulkan suara yang akan mengundang perhatian.


"Klanggg!"


Tanpa sengaja ia menendang sebuah botol kaleng bekas minuman.


Mata para pria yang berjaga di depan pintu segera mengarah ke arah pria tersebut. Dia berusaha kabur dan melarikan diri, namun ternyata seorang pria berbadan besar sudah berada di belakangnya.


"Siapa kau?" tanya pria itu dengan wajah sangar.


"Aku... Aku hanya orang yang kebetulan lewat. Hehe..." jawabnya sambil memaksakan senyumannya.


"Orang ini mencurigakan! Bawa dia kepada Tuan Muda!" perintah pria itu kepada bawahannya.


"Jangan, lepaskan! Lepaskan aku!" teriak pria tersebut dengan suara keras.


Suara teriakannya terdengar dari dalam, Ling langsung mengenali suara yang berasal dari luar pintu. Ling lalu berlari keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan pria tersebut.

__ADS_1


"Ling! Linggg! Tolong aku!" teriaknya ketika melihat wajah Ling.


"Ckk... Dasar Z pembawa masalah!" keluh Ling sambil berdecak.


"Lepaskan dia!" perintah Ling kepada anak buah Lu Xuan Cheng.


"Baik, Nona!" sahut salah satu pria yang menangkap Z.


"Ling...! Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku!" ucap Z sambil berlari dan merentangkan kedua tangannya.


Ling menatap tajam ke arah pria itu lalu berkata dengan nada dingin. "Jika kau berani memelukku, akan ku patahkan kedua tanganmu!"


Seketika itu juga, Z langsung berhenti melangkah dan menurunkan kedua lengannya.


"Masuk! Ada sesuatu yang harus kau lakukan!" perintah Ling kepada Z yang masih terdiam dengan wajah murung.


Su Li Xia menatap Lu Xuan Cheng, dia menggenggam sebelah lengannya lalu berkata, "Kau juga, ayo ikut denganku!"


George dan An An tersenyum dan tertawa, mereka membayangkan jika Su Li Xia akan menarik Lu Xuan Cheng ke dalam kamar lalu bercumbu mesra. Namun ternyata, Su Li Xia hanya menyeret pria itu ke dalam kamar mandi.


"Di dalam laci ada banyak handuk baru. Mandi dan bersihkan tubuhmu!" perintah wanita itu sambil menutup hidungnya dengan jari tangan.


Lu Xuan Cheng mengendus-ngendus aroma tubuhnya, dia penasaran karena Su Li Xia sampai menutup hidung di depannya.


"Kau bau, bau alkohol!" jawab Su Li Xia seakan bisa membaca pikiran dari Lu Xuan Cheng.


Pria itu pun tersenyum, senyuman nakal yang menggoda.


"Sayang, ayo mandi bersama!" ajaknya sembari menarik tangan Su Li Xia.


"Ctakkk!"


Su Li Xia menjitak kening kepala Lu Xuan Cheng.


Pria itu kesakitan, dia mengelus-elus keningnya sambil merintih dengan wajah cemberut.


"Hiss...! Sakit!"


"Rasakan! Mandi sana yang bersih! Jangan keluar sebelum aroma alkohol di tubuhmu menghilang!" perintah wanita itu lagi


"Ckkk...! Dasar istri galak!" ucapnya sambil tersenyum.


Su Li Xia berjalan menjauh, dia masuk ke dalam ruang bawah tanah lalu mengamati CCTV di area sekitar. Setelah memastikan keadaan aman, Su Li Xia memutar kembali rekaman CCTV untuk melihat dari mana asalnya para pembunuh yang datang.

__ADS_1


"Huff....!"


Dia menghela nafas panjang setelah mengetahui jika An An adalah orang yang sudah membawa para pembunuh itu ke rumah.


Dimulai sejak ia menelepon Lu Xuan Cheng, ponsel An An sudah di lacak oleh Lord. Lalu mereka mengikuti Lu Xuan Cheng yang datang menghampiri An An.


Sementara itu, bocah nakal tersebut sedang melompat-lompat di atas tempat tidurnya. Dia merasa senang karena rencana untuk membuat Mommy dan Daddy nya berjalan dengan mulus.


Dia memang sudah memprediksi jika Lu Xuan Cheng akan datang ke rumahnya. Dan An An juga sudah memperhirungkan jika pembunuh yang mengincar mereka akan mengikuti Lu Xuan Cheng untuk mencari tahu posisi di mana mereka berada.


"Pahlawan menyelamatkan wanita! Bukankah itu selalu berhasil dalam drama percintaan? Hihi...!" gumam An An sambil melompat riang.


Z berada di ruang brankas. Dia tugaskan Ling untuk memperketat pengamanan di brankas karena rumah itu akan kembali di tinggalkan. Rumah yang sudah ketahuan oleh musuh tidak boleh di tinggali lagi, itu sebabnya Ling menyuruh Z mengamankan brankas rahasia mereka, sebab mereka tidak bisa memindahkan semua isi brankas dalam satu hari.


Ling menuju ke dapur, dia kembali memasak untuk makan siang. Namun kali ini dia menambahkan porsi untuk 20 orang.


1 jam kemudian


Lu Xuan Cheng keluar dari kamar mandi, dia keluar hanya dengan memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah.


Satu set pakaian terletak di atas meja yang berada di depan kamar mandi, Lu Xuan Cheng mengambil secarok kertas yang berada di atas pakaian itu lalu membacanya.


"Pakai baju ini lalu kembalilah ke ruang depan. Ling akan menjemputmu saat ia sudah selesai menyiapkan makanan."


"Menjemput?" gumam pria itu dengan wajah kebingungan.


Lu Xuan Cheng mengambil pakaian di atas meja, dia kembali masuk ke kamar mandi lalu memakai pakaian yang atasannya kemeja putih berlengan panjang dan celana hitam dengan panjang kaki yang menggantung di atas mata kaki.


"Celenanya terlalu pendek!" keluh Lu Xuan Cheng namun ia tetap memakai celana itu.


Pria itu kemudian keluar dari kamar mandi, dia menatap sekeliling ruangan yang terlihat sudah sangat tua dan kumuh di matanya. Karena bosan menunggu di ruang depan, Lu Xuan Cheng berjalan mencari keberadaan Su Li Xia sambil mengamati apa yang ada di dalam gudang tersebut.


Dia menatap sebuah lukisan tua yang melukiskan gambar pemandangan alam. Matahari senja dengan warna oranye memantul di sebuah kolam. Kolam yang di atas permukaan airnya terdapat beberapa ekor angsa dan bebek yang sedang berenang.


Di tepi kolam, tanaman bunga beserta rumput-rumput hijau tumbuh dengan subur. Dan di dalam kolam pun banyak bunga teratai berwarna merah muda yang sedang bermekaran.


Setelah mengamati beberapa saat, Lu Xuan Cheng merasa jika lukisan matahari oranye tampak aneh. Dia mengulurkan lengan dan menyentuh gambar matahari di lukisan.


"Srettt!"


Dinding di lukisan tiba-tiba bergeser ke kanan. Sebuah lorong gelap yang menuju ke bawah tanah pun terbuka dan tampak di depan mata Lu Xuan Cheng.


"Tempat apa ini?" tanya pria itu sambil bergumam.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2