
"Ops... Sepertinya aku membuat kesalahan!" Pikir An An.
"Mommy, An An tetaplah An An Mommy. Selamanya tidak akan berubah meskipun An An sudah menjadi dewasa. Jangan mengerutkan kening, nanti Mommy jadi keriput!" Ucap bocah itu sambil mengelus kening Su Li Xia.
"An An, berjanjilah kau tidak akan membunuh orang! Berjanjilah kepada Mommy kalau kau tidak akan mencelakai orang lain dengan alasan apapun juga!" Pinta Su Li Xia dengan wajah serius.
"Maaf Mom, An An tidak bisa berjanji. Karena An An tahu, suatu hari nanti An An harus membunuh seseorang yang sudah menyakiti keluarga kita." Batin An An.
An An menghela napas, dia menenggelamkan diri ke dalam air tanpa menjawab permintaan dari Su Li Xia.
"Hahhh...!" Su Li Xia menghela napas panjang.
"Semua ini salahku yang tidak memperhatikan pendidikan An An dengan baik. Sepertinya dia memang harus ke sekolah dan belajar bersama anak-anak yang lain." Batin Su Li Xia.
"An An...!" panggilnya dengan suara pelan.
An An masih menenggelamkan diri di dalam air dengan mata yang terbuka dan menatap wajah Mommy nya dari dalam air.
Su Li Xia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan An An yang masih mengabaikan dirinya. Setelah pintu kamar mandi tertutup, An An keluar dari air dengan napas yang memburu.
"Hufff...! Jika Mommy tidak keluar sedetik lagi, aku akan mati di dalam air karena kehabisan napas." Gerutu An An dengan napas yang tersenggal senggal.
An An membersihkan diri, dia berdiri lalu keluar dari bath tub.
"Waktunya mencari pelaku yang menyerang kami!" Gumam An An sambil mengeringkan tubuhnya dengan handuk putih.
__ADS_1
An An memakai baju kaos dan celana pendek. Dia masuk ke ruang pribadinya untuk mengutak atoik komputer dan melacak keberadaan pria berkacamata hitam yang sudah ia tanamkan chip pelacak ke dalam tubuh mereka.
"Semoga alat ini bekerja dalam jarak jauh!" Ucap An An ketika membuka rekaman suara dari alat pelacak.
"Wah, bukankah ini apartemen di samping? Pantas mereka tahu aku dan Ling keluar dari apartemen. Ternyata mereka sedang memantau kami!" Ucap An An lalu berdiam diri sambil memutar percakapan yang terekam melalui alat pelacak.
"Nona, Tuan, kami sudah menghancurkan mobil wanita itu sesuai dengan perintah!" -suara pria
"Bagus! Lakukan setiap kali mereka keluar. Aku ingin kalian mengganggu seisi rumah itu sampai mereka lelah dan meninggalkan Kak Xuan!" -suara wanita
"Apa gunanya memakai cara seperti itu? Lebih baik kita culik saja bocah itu lalu mengancam ibunya agar menandatangani surat perceraian. Sesudah mereka bercerai, kau bisa merebut kembali hati Kak Xuan mu!" -suara pria
"Benar juga! Kalian semua, dengarkan perintah dari Kak Cin!" -suara wanita
"Baik, Nona!" -suara beberapa pria
An An membuka tas kecilnya, dia mengeluarkan sebuah robot capung dari dalam tas. An An mengambil sebuah kelereng hitam yang krmudian ia pasang ke kaki robot capung.
"Baiklah, ayo kita bermain-main dengan mereka!" Ucap An An sambil membuka jendela kamar.
An An menerbangkan robot capung ke udara, robot capung terbang ke seberang apartemen tempat Lu Cin He dan Qing Qing berada saat ini. An An memperhatikan sekeliling gedung melalui kamera yang terpasang di mata robot capung.
Setelah melihat kedua orang itu melalui jendela kaca, An An mencari lubang untuk memasukkan robot capung. Bocah itu melihat kaca jendela yang sedikit terbuka, dia mengarahkan robot capung ke dalam apartemen milik Lu Cin He itu lalu mendaratkan capung di atas lemari hias.
"Karena kalian sangat suka menghancurkan barang-barang, aku akan memperlihatkan arti hancur yang sebenarnya kepada kalian!" Ucap An An dengan senyuman sinis.
__ADS_1
Klik!
An An menekan tombol untuk melepaskan kelereng hitam yang di genggam oleh robot capung.
Kelereng menggelinding, sementara robot capung segera terbang dan keluar dari apartemen itu.
Plung!
Kelereng terjatuh dari atas lemari hias.
Duarrr! Duarrr! Duarrr!
Ledakan dari kelereng hitam menghancurkan semua isi di dalam ruangan, termasuk barang antik dan barang berharga yang tersimpan di dalam lemari hias tersebut.
Lu Cin He dan Qing Qing terperanjat, mereka berlari keluar dari apartemen karena terkejut dengan suara ledakan.
An An melihat semua yang terjadi melalui mata robot capung, dia juga merekam kejadian saat Qing Qing terjatuh dan terjungkil balik ketika melarikan diri dari pintu apartemen.
"Hahaha...! Mereka berdua sungguh penjahat yang tidak punya nyali!" Ucap An An tertawa sambil memegangi perutnya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar An An diketuk dari luar. Bocah itu terperanjat hingga jatuh terbalik dari kursi yang ia duduki.
"Aduh!" Keluh An An sambil mengelus pantatnya tang kesakitan.
__ADS_1
"Apa ini yang namanya karma?" Batin An An.
^^^BERSAMBUNG...^^^