Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 48


__ADS_3

"Kenapa kau tidak mengizinkan An An untuk bersekolah?"


"An An, dia pernah hampir meninggal saat ia di sekolah setahun yang lalu."


"Kenapa? Apa yang terjadi padanya?"


"An An melompat dari gedung sekolah. Dia naik ke lantai 8 lalu melompat dari jendela kelas."


Lu Xuan Cheng terkejut mendengar jawaban dari Su Li Xia. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila anak mereka meninggal setelah melompat dari gedung lantai 8 itu.


"Apa alasan dia melakukan itu? Saat itu, bukankah ia masih berusia 4 tahun?"


"Entahlah, tidak ada yang tahu penyebabnya. Karena aku ingin menjaga dan melindungi An An, aku tidak akan memasukkannya kembali ke sekolah. Aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi."


"Tunggu, jika An An pernah melompat dari lantai 8. Bagaimana caranya ia bisa selamat?" Tanya Lu Xuan Cheng dengan wajah penasaran.


"Leona ikut melompat, dia memeluk An An dalam dekapannya lalu mereka berdua terjatuh di atas tumpukan rumput yang baru di babat oleh pekerja di taman. Leona dirawat 6 bulan sebelum dia bisa kembali berjalan. Jika tidak ada Leona, An An mungkin sudah tidak berada di sini." Jelas Su Li Xia dengan wajah serius.


"Tapi kita tidak bisa terus menerus membiarkan An An sendirian tanpa beraktifitas seperti anak-anak lainnya. Aku akan memikirkan cara agar An An bisa kembali ke sekolah dan kita juga bisa melindungi keselamatannya." Ucap Lu Xuan Cheng sambil menepuk pelan pundak Su Li Xia.


Ling mengejar An An keluar dari ruang makan, bocah itu berdiri diam di depan pintu sambil mendengarkan pembicaraan dari kedua orang tuanya.


Ling mendekati An An dan memeluknya. "An An, bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu melompat dari jendela waktu itu?"


An An tersenyum lebar, dia berbisik di telinga Ling. "Aku akan mengatakannya jika Daddy dan Mommy sudah setuju untuk memasukkan aku ke sekolah.


An An melepaskan pelukan Ling, ia berjalan kembali ke kamar. Sementara Ling hanya menatap kepergian bocah itu dengan perasaan khawatir dan cemas.

__ADS_1


Bandara Kota N


"Pranggg!"


Qing Qing membanting ponselnya hingga terbuka dan berantakan di lantai bandara. Dia merasa kesal dan marah karena Lu Xuan Cheng mengabaikan dirinya.


"Aku sudah mencintai mu selama 15 tahun. Dan sekarang, kau malah menikah dengan ****** yang entah dari mana asalnya! Akan kubunuh wanita itu!" batin Qing Qing.


Orang-orang berlalu lalang menatap Qing Qing yang sedang mengamuk dengan wajah merah padam.


"Cantik tapi gila, kasihan sekali wanita itu!" Ucap salah seorang pria yang lewat di samping Qing Qing.


Begitu perempuan itu mendengar kata "Gila", ia segera menghampir pria tersebut dan menjambak rambutnya.


"Apa yang kau katakan? Siapa yang kau sebut gila hah?" Teriak Qing Qing sambil terus menarik dan menggoncang kepala pria asing itu.


Beberapa orang datang melerai, mereka menarik tubuh Qing Qing agar menjauh dari korbannya.


Beberapa orang menggelengkan kepala melihat sifat ganas dan liar dari wanita cantik yang menjadi pusat perhatian di bandara saat ini.


Seorang anak kecil memperhatikan dari kejauhan. Ibunya segera menutup mata anaknya sambil berkata dengan suara pelan.


"Jangan mengikuti sifat Kakak cantik itu, hanya orang gila yang akan bersikap kasar kepada orang lain."


Anak kecil itu menganggukkan kepala, dia menurunkan tangan ibunya, hendak mengintip Qing Qing. Namun wanita itu sudah menghilang dari sana.


"Kakak cantik menghilang!" Ucap bocah itu dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


Lu Cin He duduk di dalam mobil silvernya sambil menghisap sebatang rokok yang terselip di antara kedua jari. Dia menatap ke pintu keluar bandara, mencari dan menunggu sosok wanita yang dia kenal dari kecil.


"Qing Qing!" Panggilnya saat ia melihat wanita cantik yang memakai terusan merah dengan blazer berwarna hitam.


Qing Qing menoleh ke arah mobil silver, senyumnya langsung merekah begitu melihat wajah pria yang ia kenal.


"Kak Cin, kau datang menjemputku?" Tanya wanita itu sambil berjalan ke arah mobil.


Lu Cin He turun dari mobilnya, dia membuka pintu untuk Qing Qing lalu memasukkan koper wanita itu ke dalam bagasi mobil.


"Di mana kau akan tinggal? Hotel? Atau kau mau pulang ke rumah orang tuamu?"


Qing Qing mengabaikan pertanyaan dari pria itu. Dia mengerutkan dahinya, kesal ketika mengingat Lu Xuan Cheng mengabaikan panggilan telepon darinya.


"Kenapa kau membuat wajah seperti itu? Ada yang membuatmu marah? Perlukah aku memberi pelajaran kepada orang itu?"


"Ckk... Semua gara-gara Kak Xuan yang tidak menjawab panggilan telepon dariku. Aku memintanya untuk menjemputku, tapi dia malah menyuruhku naik taxi sendirian. Benar-benar tidak punya hati nurani! Huhhh!" Keluh Qing Qing dengan wajah merengut dan kesal.


"Dia pasti sedang sibuk dengan istri dan anaknya. Salahmu karena kau meninggalkan dia terlalu lama!"


"Anak? Anakkkk????" Teriak Qing Qing dengan suara keras.


Lu Cin He menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.


"Benar, aku lupa memberitahumu. Dia punya istri dan anak laki-laki. Kau sudah out dari hidupnya sekarang!" Ucap Lu Cin He sengaja memanas-manasi wanita di sampingnya.


"Antarkan aku ke tempat Kak Xuan! Sekarang!!!" Bentak Qing Qing dengan wajah merah padam.

__ADS_1


"Hahaha... Akan ada pertunjukkan menarik. Aku sangat menantikannya." Batin Lu Cin He.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2