
Su Li Xia dan Ling sedang dalam perjalanan menuju ke Kota X. Keduanya gelisah dan cemas, mereka mencoba untuk menghubungi Lu Xuan Cheng dan Leona, namun ponsel kedua orang itu sama sekali tidak bisa di hubungi.
Sementara itu, An An sedang berjalan-jalan di taman bermain. Dia kabur saat Dokter Hanz datang mengganggu Leona dengan berbagai permintaan anehnya.
An An merasa seseorang sedang mengikuti langkahnya. Dia mengeluarkan ponsel dan membuka kamera dengan menggunakan kamera depan.
"Wanita itu... Orang yang mencoba membunuhku saat di sekolah!" Pikir An An ketika mengenali wajah dari wanita paruh baya yang sedang mengikutinya.
An An melirik sekeliling taman. Beberapa pria tampak sedang mengawasinya secara diam-diam.
"Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Lu Cin He. Tapi... Siapa wanita ini? Mengapa dia ingin membunuhku?" Pikir An An sambil berjalan cepat untuk kembali ke rumah.
"Merepotkan! Ckkk..." Keluh An An sambil berdecak kesal.
"Karena Mommy memintaku untuk tidak membunuh, aku jadi kesulitan dalam memilih senjata." Keluh An An dalam hati.
An An tiba-tiba berhenti berjalan, dia menatap tajam ke arah salah satu anak buah Lu Cin He dengan menaikkan kedua sudut bibirnya.
An An berjalan ke arah pria tersebut. Bocah itu berteriak dengan melebarkan kedua lengannya.
"Paman! Ada wanita jahat yang mau membunuhku!"
"Apa? Siapa yang mau membunuhmu?" Tanya pria itu kebingungan.
"Itu... Wanita di belakangku!" Ucap An An sambil berbalik menatap wajah wanita yang mengejarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Chen Han Nie! Mengapa wanita itu masih bisa keluyuran di luar? Bukankah seharusnya dia berada di penjara seumur hidup?" Ucap Su Li Xia sambil menghubungi ponsel Lu Xuan Cheng.
"Kumohon, cepat jawab teleponnya!" Batin Su Li Xia.
"Nona! Saya akan mengebut agar tiba lebih cepat." Ucap Ling lalu menginjak pedal gas hingga ke dasar.
"Hallo!"
Suara Lu Xuan Cheng terdengar dari ponsel Su Li Xia.
"Akhirnya kau menjawab teleponku." Ucap Su Li Xia dengan nada kesal.
"Maaf, aku mematikan suara ponsel ku karena ada rapat penting tadi."
"Su Li Xia!" panggil Lu Xuan Cheng menghentikan kepanikan wanita itu.
Setelah Su Li Xia terdiam, Lu Xuan Cheng bertanya padanya.
"Apa yang terjadi? Mengapa kau bersikap panik seperti ini?"
"Chen Han Nie, wanita itu sudah keluar dari penjara. Wanita gila itu... Dia sedang berusaha untuk membunuh An An."
"Aku mengerti! Jangan khawatir, aku akan melindungi An An dengan baik." Ucap Lu Xuan Cheng menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Ling, ini aku Leona. Ada apa?"
Suara dari speaker ponsel Ling terdengar oleh Lu Xuan Cheng.
"Di mana Tuan Muda?" Tanya Ling sambil fokus menyetir.
"Maaf! Saya kehilangan jejak Tuan Muda. Beliau kabur saat saya sedang berbicara dengan dokter bodoh di luar kamar." Jawab Leona dengan perasaan menyesal.
Mata Lu Xuan Cheng membesar dengan wajah yang terlihat panik dan gelisah. Begitu pula dengan Su Li Xia yang berada di samping Ling. Dia sangat terkejut mengetahui An An menghilang dari pengawasan Leona.
"Ling, cepat! Lebih cepat lagi!" Teriak Su Li Xia dengan nada meninggi.
"Tut Tut Tut!"
Panggilan ponsel terputus secara mendadak.
Lu Xuan Cheng berlari keluar dari ruang kerjanya. Dia berpapasan dengan George dan langsung menyuruh asistennya itu untuk mencari keberadaan An An.
"Tuan muda? Bukankah beliau berada di rumah bersama Leona?" Tanya George dengan memicingkan matanya.
"Tidak, dia kabur diam-diam saat Dokter Hanz sedang berbicara dengan Leona. Temukan dia secepatnya! Perintah Lu Xuan Cheng dengan suara meninggi.
"Baik, Tuan Muda!" Jawab George lalu berbalik pergi.
Lu Xuan Cheng masuk ke dalam mobil dan segera meluncurkan mobilnya dengan cepat menuju ke apartemen tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Serahkan bocah itu kepadaku atau kalian ingin menemaninya ke alam baka?" Tanya Chen Han Nie sambil menodongkan pistol ke arah para pria suruhan Lu Cin He.
^^^BERSAMBUNG...^^^