
An An merasakan getaran pada ponsel yang berada di dalam genggamannya, dia mengerjap membuka matanya secara perlahan. Dengan perasaan tak sabar, bocah itu membuka pesan masuk dari Lu Xuan Cheng.
Wajahnya yang menggemaskan dan terlihat imut memancarkan senyuman bahagia saat membaca pesan dari Daddy nya. An An merasa senang karena akhirnya pria itu membalas pesannya dan memberikan kabar baik.
Tangan kecil An An dengan lincah mengetik balasan pesan untuk sang Daddy yang sudah mengakuinya sebagai seorang anak.
"An An mau tidur. Besok, An An akan menghubungi nomor ini dengan video call agar kita bisa bicara berdua sambil bertatap mata. Sampai jumpa besok!"
Bocah itu meletakkan ponselnya, dia kembali tertidur dengan senyum bahagia di wajahnya.
Sementara itu, di depan pintu lift, Lu Xuan Cheng tersenyum sendiri sambil membaca pesan dari An An dengan perasaan bahagia. Pria itu menuju ke parkiran mobil, ia masuk ke dalam sebuah mobil Volvo putih yang berada di salah satu tempat parkir.
Lu Xuan Cheng menghidupkan mesin mobil, dia melajukan mobilnya ke rumah singgah milik keluarganya yang hanya berjarak beberapa kilometer dari hotel tempat dia menginap.
Baru saja dia melajukan mobilnya, ponsel Lu Xuan Cheng kembali berdering. Melihat nama George yang muncul di layar ponsel, pria itu segera menjawab panggilan telepon.
"Tuan Muda, Tuan Muda Pertama saat ini sedang menargetkan tanah di kota M yang akan menjadi lokasi pembangunan resort yang anda rencakan."
Lu Xuan Cheng menyeringai, senyum sinis nya mengembang hingga menaikkan kedua sudut bibirnya. Dia lalu menjawab George.
"Kalau dia sangat sibuk, seharusnya dia baik baik saja mengurus pekerjaannya. Kelihatannya Kakak tiriku itu sangat senggang. Jadi, mari kita berikan pekerjaan untuknya!"
"Apa yang harus saya lakukan Tuan Muda?" tqnya George memastikan keinginan Lu Xuan Cheng.
"Bakar gedung perusahaan miliknya!" jawab Lu Xuan Cheng dengan nada dingin.
__ADS_1
"Maaf, Tuan Muda! Gedung perusahaan mana yang harus saya bakar?" tanya George lagi karena Lu Cin He memiliki puluhan gedung perusahaan.
"Semua gedung yang berada di Kota X!" seru Lu Xuan Cheng melalui ponselnya.
"Se... Semuanya?" ulang George yang sulit mempercayai pendengarannya saat ini"
"Benar! Se-mu-a-nya!" ucap Lu Xuan Cheng dengan mengeja kata semuanya yang membuat mata George terbelalak.
"Ba... Baik Tuan Muda, akan segera saya laksanakan!" jawab George mengerti keinginan bosnya untuk membalas dendam.
Panggilan telepon di tutup, Lu Xuan Cheng kembali fokus mengemudikan Volvo putih yang meluncur cepat di jalanan.
"Drtttt... Drtttt..."
Ponsel Lu Xuan Cheng berdering, di layar depan menampilkan sebuah pesan masuk dari Lord. Pria itu mengirimkan lokasi An An saat ini. Melihat lokasi tersebut, Lu Xuan Cheng segera melajukan mobil ke lokasi yang dikirimkan oleh Lord.
Tetapi, tidak ada satupun kabar yang benar-benar tepat dari informasi yang dia terima. Lama kelamaan, Lu Xuan Cheng menjadi tidak percaya dengan semua informasi yang di berikan oleh orang-orang kepadanya. Kali ini, dia sangat berharap jika lokasi yang Lord berikan akan mempertemukan dia dengan Su Li Xia yang sudah lama ia rindukan.
Setelah mengemudi selama 2 jam, akhirnya ia tiba di lokasi. Lu Xuan Cheng melihat kanan kiri dan sekelilingnya.
Tempat itu tidak terlihat seperti sebuah tempat pemukiman. Kanan kiri dipenuhi rumput-rumput ilalang yang menjuntai tinggi sepinggang. Jalanan di sana bahkan hampir tak terlihat lagi di karenakan rumput-rumput tersebut.
"Apakah kali ini juga salah?" pikir Lu Xuan Cheng dengan raut wajah yang kecewa.
"Tringggg!"
__ADS_1
Ponsel pria itu berdering lagi. Mendengar nada dering ponsel yang sengaja dia khususkan untuk nomor An An, Lu Xuan Cheng segera mengambil ponselnya.
Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel milik pria itu, dia membuka pesan lalu membaca isinya.
"An An baru saja terbangun dan sekarang An An sedikit terkejut karena ... Kau ada di sekitar rumah An An!"
Setelah membaca pesan dari bocah kecil itu, Lu Xuan Cheng menjadi yakin jika alamat yang lord berikan sudah benar. Dia mencoba melihat sekeliling, mencari rumah yang berada di antara rumput-rumput di depannya.
"Tringggg!"
Pesan dari An An kembali masuk ke ponsel Lu Xuan Cheng.
"Tunggulah di sana 10 menit, An An akan mendatangi mobil putih yang mengendap-ngendap masuk ke wilayah terlarang!"
"Pfff...!" Lu Xuan Cheng hampir tersedak ketika membaca pesan dari An An sambil meneguk air mineral.
"Dasar bocah, kau ini lagi berlagak jadi detektif ya?" gumam pria itu seraya tersenyum geli dengan pesan An An yang terdengar seperti ucapan orang dewasa.
Setelah menunggu beberapa saat, Lu Xuan Cheng merasa ada kejanggalan di pesan yang An An kirimkan. Dia kembali membaca pesan tersebut untuk memastikan pemikirannnya.
"10 menit? Mengendap-ngendap? Mobil putih? Kenapa bocah itu bisa mengetahui semuanya dengan jelas?" tanya Lu Xuan Cheng dalam hati.
"Hanya ada satu kemungkinan saja, tempat ini sudah dipasang kamera pengintai." batin Lu Xuan Cheng.
Lu Xuan Cheng turun dari mobil, dia memperhatikan sekeliling, menvari keberadaan kamera CCTV yang kemungkinan berada di sekitarnya. Baru beberapa menit mengamati keadaan, pria itu di sambut dengan sebuah balok kayu yang mengayun di belakang punggungnya.
__ADS_1
"Brukkk!"
^^^BERSAMSUNG...^^^