Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 24


__ADS_3

Su Li Xia berdiri tegak di lantai teratas sebuah gedung, menatap dengan tatapan kosong ke bawahnya. Dalam pikirannya, ia membayangkan dirinya menjadi seseorang yang akan mencapai puncak tertinggi dalam hidupnya suatu hari nanti.


Meskipun ia tahu bahwa jalan menuju puncak sukses tidak mudah, ia tahu bahwa ia perlu bekerja keras, belajar dengan tekun, dan menghadapi segala rintangan yang mungkin muncul di depannya. Su Li Xia tetap bersemangat dan berkeyakinan jika ia akan mencapai semua itu dengan usahanya sendiri.


Sambil memandangi kejauhan, Su Li Xia teringat akan sosok Lu Xuan Cheng, pria yang pernah hadir dalam hidupnya. Pikirannya melayang-layang, membawa kenangan manis dan pahit yang tak terlupakan.


Su Li Xia teringat dengan Lu Xuan Cheng yang bersedia mengorbankan dirinya demi melindungi nyawanya yang sedang terancam. Tetapi saat itu, dia sedang berada di tubuh aslinya.


"Entah aku harus senang atau sedih dengan sikapnya yang seperti itu!" gumam Su Li Xia.


Meskipun begitu, Su Li Xia tetap menghargai masa lalu mereka dan berterima kasih atas segala hal yang pernah dilakukan Lu Xuan Cheng kepadanya.


Saat memikirkan masa lalunya dengan Lu Xuan Cheng, Su Li Xia tak bisa menahan diri untuk tidak mengingat salah paham yang belum terpecahkan di antara mereka. Hal itu masih menghantui pikirannya sampai sekarang.


Su Li Xia merasa sedih dan menyesal bahwa hubungan mereka harus berakhir seperti itu. Dia berharap bisa berbicara dengan Lu Xuan Cheng dan memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka, namun ia tidak berani menghubungi pria yang akan merebut An An dari hidupnya.


Setelah bersembunyi selama 5 tahun, Su Li Xia menyadari bahwa untuk mencapai puncak kesuksesannya, dia harus memfokuskan pikirannya pada masa depan dan tidak terjebak dalam masa lalunya. Su Li Xia memutuskan untuk berfokus pada karir dan mengembangkan dirinya secara pribadi, dan membiarkan waktu yang akan mengobati luka di hatinya.


Meskipun masih ada beberapa hal yang belum terselesaikan di masa lalu, Su Li Xia yakin bahwa ia akan dapat menghadapinya suatu hari nanti dengan kepala tegak dan hati yang kuat.


"Nona!"


Ling memanggil Su Li Xia yang berdiri di ujung bangunan.


"Nona, di sana berbahaya! Tolong mundur ke belakang!" ucap Ling dengan hati yang gelisah dan wajah yang panik.


Su Li Xia berbalik menatap wajah asisten setianya. Dia tersenyum lalu menjawab Ling dengan kata-kata gurauan.


"Ling, jika aku terjatuh dari sini, apakah aku akan merasuki tubuh wanita lain lagi?"


"Nona, jangan menakut-nakuti Ling. Tolong kemarilah! Menjauh dari sana!" ucap Ling semakin cemas.


"Aku tidak akan mati meskipun terjatuh dari sini!" pikir Su Li Xia.


Dia yakin jika nyawanya akan selamat meskipun terjatuh dari lantai 18 yang merupakan lantai tertinggi bangunan megah yang diinjaknya.

__ADS_1


"Lucu bukan? Aku bahkan tidak mengetahui alasannya, tetapi aku sangat yakin jika nyawaku akan selamat jika melompat dari gedung ini." ucapnya lagi sambil tersenyum miris memikirkan nyawanya yang sudah 2 kali mati namun hidup kembali secara mistis.


"Nona!" bentak Ling dengan wajah yang emosi.


"Baiklah! Baiklah! Kau ini mengagetkan ku saja. Untung aku tidak melompat karena terkejut!" ucap Su Li Xia sambil tertawa menggoda Ling yang masih memperlihatkan ekspresi marah di wajahnya.


Begitu Su Li Xia melangkah mendekat, Ling dengan cepat menarik pergelangan tangan Nona Mudanya itu.


"Plokkk! Plokkk!"


Ling memukuli punggung Su Li Xia berkali-kali dengan keras.


"Awwww! Sakit!" keluh wanita itu sambil tersenyum.


"Nona masih bisa merasa kesakitan? Ku pukir kulit Nona sudah sekeras baja jadi tidak akan sakit jika di pukuli!" omel Ling yang geram melihat kelakuan Nona mudanya.


"Hahaha... Maaf, aku hanya bercanda!" seru Su Li Xia dengan senyuman manis.


Wajah geram Ling perlahan memudar, digantikan senyuman yang bahagia karena melihat wanita di depannya tersenyum dan sudah bisa bercanda lagi.


"Tuan muda masih berada di rumah Gu Ching He." jawab Ling yang sudah memeriksa lokasi An An dari kalung yang dipakai bocah itu.


"Bocah nakal itu sangat betah di luar rumah!" gerutu Su Li Xia sambil melangkah menuruni anak tangga.


"Tuan Muda hanya suka belajar sesuatu yang menarik baginya." sahut Ling membela An An agar tidak diomeli oleh Mommy nya.


Su Li Xia menghentikan langkahnya, dia berbalik menatap Ling lalu berkata kepada asistennya itu.


"Dia semakin nakal karena kau terlalu memanjakannya!"


"Siapa suruh dia anak Nona!" jawab Ling dalam hati.


Su Li Xia dan Ling turun ke lantai 1 gedung perusahaan, mereka berjalan menuju ke parkiran mobil. Saat melewati sebuah mobil hitam yang berhenti di tempat parkir, Su Li Xia menyadari jika seseorang sedang mengawasi mereka.


"Ling! Dalam hitungan ke tiga, lari ke sebelah kanan!" perintah Su Li Xia dengan suara berbisik.

__ADS_1


Ling merasakan tatapan dari orang asing yang berada di dekat mereka. Dia mengangguk sambil melirik menatap sekeliling area parkiran.


"Tiga!"


"Dua!"


"Lari!"


Ucap Su Li Xia yang langsung berlari ke arah kiri. Sementara Ling berlari ke kanan, tempat mobil mereka berada.


Ling masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya mengejar arah lari Su Li Xia. Sementara mobil hitam yang mengintai di sana sudah mengejar Su Li Xia terlebih dulu.


"Merepotkan!" keluh Su Li Xia sambil melepaskan sepatu high hells yang dipakainya.


Su Li Xia terus berlari meninggalkan sepasang sepatu yang sudah dia lepas. Dia berlari dengan kaki telanjang tanpa arah yang jelas.


Sebuah mobil putih tiba-tiba berhenti di depan Su Li Xia, jendela kaca mobil turun perlahan, memperlihatkan wajah pengemudi mobil yang sedang tersenyum ke arah Su Li Xia.


"Ayo masuk!" seru pria itu sambil melambaikan tangannya.


Su Li Xia membuka pintu mobil di belakang pengemudi, dia masuk lalu menutup kembali pintu mobil.


"Ayo bersenang-senang sejenak!" seru pria itu kemudian menginjak pedal gas hingga kandas.


"Perhatikan jalan! Awas saja jika kau menabrak!" ancam Su Li Xia dengan nafas yang memburu.


Kejar-kejaran terjadi di jalan raya. Ling masih mengikuti mobil hitam dari belakang, dia ingin memastikan jika Nona mudanya baik-baik saja.


Begitu tiba di persimpangan empat jalan, lampu lalu lintas berubah merah. Semua mobil berhenti kecuali mobil yang tengah kejar mengejar itu.


"Tin! Tin! Tin!"


Suara klakson dari mobil truk mengejutkan pria yang mengendarai mobil putih. Pria itu membanting setir ke arah kiri jalan.


"Bammm!"

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2