Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 30


__ADS_3

Lu Xuan Cheng berbalik menangkap balok kayu yang kembali mengayun, dia lalu tersenyum dengan wajah ceria.


"Hei bocah, apa ini caramu menyambut ayah yang baru saja kau temui?" tegur pria itu lalu mengangkat tubuh An An ke dalam pelukannya.


"Daddy macam apa yang baru memeluk anaknya setelah 5 tahun? Padahal An An cute begini!" keluh bocah itu sambil menggelengkan kepala.


"Kau kan laki-laki! Kenapa malah senang mendapat sebutan cute? Memangnya kau tidak malu?" protes Lu Xuan Cheng sambil mencubit pipi An An yang tembem.


Bocah itu melebarkan senyumannya, ia lalu menjawab ucapan dari sang ayah. "Kenapa aku harus malu? Banyak yang bangga karena An An memiliki wajah cute dan manis. Hihihi..."


"Jadi, apa kau tidak akan memelukku di pertemuan kita ini?" tanya pria itu yang berharap dipeluk oleh An An.


An An menggelengkan kepala, dia memasang wajah galak yang masih terlihat lucu di mata Lu Xuan Cheng.


"Siapa yang mengirim pembunuh untuk membunuh Mommy? Kau pasti tau kan? Beritahu An An!" perintah bocah itu dengan mata bulat dan besar.


"Dia itu sangat berbahaya, sebaiknya kau tidak bermain dengannya!" ucap Lu Xuan Cheng memperingatkan An An.


"Ah, baiklah. Tapi... Daddy, kau luar biasa karena bisa menemukan tempat jin membuang anak ini." bisik An An di telinga Lu Xuan Cheng.


Lu Xuan Cheng mengerutkan alisnya, dia lalu tertawa setelah mencerna kata-kata An An. "Haha... Memangnya siapa yang menamai tempat ini dengan nama Jin membuang anak?"


An An menunjuk satu tangannya ke atas. "Lihat saja, tempat ini bukan tempat untuk manusia tinggal! Ck... Ck...!" ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berdecak dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Kau tidak menyukai tempat ini?" tanya Lu Xuan Cheng keheranan.


An An mengangguk, "An An tidak suka. Setiap kali kami kemari itu berarti nyawa Mommy sedang dalam bahaya!" jelas bocah tersebut mengatakan alasannya.


Lu Xuan Cheng memeluk erat tubuh An An yang mungil. Dia menepuk pelan pundaknya lalu berkata kepada An An. "Jangan khawatir! Mulai sekarang, Daddy yang akan melindungi kalian."


"Janji yah! Daddy tidak boleh meninggalkan kami lagi!" ucap bocah itu dengan senyuman lebar.


Lu Xuan Cheng mengangguk, dia juga tersenyum namun merasa sedikit gelisah ketika memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Su Li Xia nanti saat mereka bertemu.


"An An, kau tahu di mana Mommy sekarang?" tanya Lu Xuan Cheng dengan sedikit keraguan.


"Ada di dalam rumah." jawab bocah itu seraya melayangkan tatapannya ke arah kiri.


Lu Xuan Cheng mengikuti arah mata An An. Dia melihat sebuah pintu besi yang sudah dipenuhi karatan dan sedikit berlubang.


"Mereka tinggal di tempat kumuh seperti ini? Apakah mereka sering tinggal di sini? Bagaimana kehidupan bocah ini dan Su Li Xia selama 5 tahun belakangan? Apakah dia sangat kesulitan merawat anak ini seorang diri? Apakah mereka makan dengan baik dan teratur? Ini semua salahku! Salahku karena tidak berhasil menemukan mereka secepatnya!" batin Lu Xuan Cheng.


An An mengangguk lalu berkata, "Benar, ini adalah rumah terbesar dan ternyaman yang pernah An An tempati." jawab bocah itu.


"Terbesar? Ternyaman? Bagaimana bisa gudang berkarat seperti ini dianggap nyaman dan besar? Bagaimana kehidupan bocah ini sehingga membuat ia merasa seperti itu?" pikir Lu Xuan Cheng dengan raut wajah menyesal.


Lu Xuan Cheng mengelus pipi tembem bocah yang masih di gendongnya. Dia lalu bertanya dengan wajah murung. "An An, di mana kalian tinggal selain di tempat ini?"

__ADS_1


Bocah itu berpikir sejenak, ia menatap mata Lu Xuan Cheng kemudian menjawab pertanyaan darinya.


"An An, Mommy, Ling, Leona dan Dokter Hanz tinggal di ibu kota. Tetapi Mommy jarang tidur bersama An An karena dia selalu sibuk bekerja."


Mendengar jawaban dari An An, Lu Xuan Cheng mengira jika Su Li Xia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. "Seorang wanita yang membesarkan anak sendirian, dia pasti sangat berusaha untuk mencari uang demi An An."


Dia bertanya lagi kepada bocah tersebut. "Apakah Mommy selalu bekerja lembur setiap harinya? Pekerjaan apa yang dia lakukan?"


"Ehmmm.... Mommy bekerja dari pagi jam 6, Mommy tidak makan siang bersama An An. Malam jam 10 Mommy pulang, mandi, mengecup pipi An An kemudian pergi lagi. Mommy bekerja di tempat ramai dan berisik. Tempat itu penuh dengan orang-orang yang menari dan banyak botol-botol minuman di meja." jawab An An sambil berpikir keras.


"Tempat ramai dan berisik? Penuh dengan orang-orang yang menari? Botol-botol minuman? Apakah maksudnya dia bekerja di klub malam?" pikir Lu Xuan Cheng.


"Oh ya, Mommy juga bekerja di hotel, Mommy suka berganti pakaian ketika pulang tengah malam." sambung An An melanjutkan jawabannya.


Wajah Lu Xuan Cheng tampak tegang dan berkerut, dengan alisnya yang menyatu dan bibirnya yang terlipat rapat. Matanya menatap tajam, dan terlihat seperti ia sedang berusaha menahan emosinya. Semua itu karena kata-kata An An yang membuat ia mengira Su Li Xia bekerja sebagai wanita malam.


"Antarkan aku ke tempat di mana Mommy berada!" ucapnya pada An An, sambil menggemeretakkan giginya.


"Hihi... Akhirnya aku berhasil membuat Daddy marah. Rasakan! Siapa suruh kau meninggalkan Mommy selama 5 tahun dan tidak mengurus An An dari bayi. Huhhh...!" ucap An An dalam hati.


"Daddy, ayo masuk!" ajak An An sambil menunjuk ke arah pintu gudang yang dipenuhi dengan karatan.


Lu Xuan Cheng mengangguk, dia melangkah mendekati pintu. Hanya tersisa beberapa langkah menuju ke sana, tiba-tiba pintu itu terbuka.

__ADS_1


"Lepaskan anakku!" ucap Su Li Xia yang berdiri di depan pintu dengan memegang sebuah senapan panjang dan di arahkan kepada pria di hadapannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2