Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 6


__ADS_3

Dua orang penjaga sedang berdiri di depan pintu gerbang, membuat An An harus menyembunyikan tubuhnya di balik batang pohon yang besar. Dia mengintip kedua penjaga itu sambil memikirkan cara untuk keluar dari sana tanpa ketahuan.


An An melihat seekor kucing sedang berjalan ke arahnya. Senyum liciknya langsung mengembang ketika sebuah ide terlintas di pikiran An An.


"Hai meong... Tolong bantu aku untuk mengalihkan fokus kedua penjaga gerbang itu. Aku harus keluar untuk mencari ayah ku." bisiknya kepada kucing itu.


An An menggendong kucing yang berwarna hitam itu dengan kedua tangannya yang mungil, dia lalu melemparkan kucing hitam ke arah pintu gerbang.


Kucing mendarat tepat di wajah salah satu penjaga.


"Han... Hantu...!"


Pria yang bertubuh kekar dan besar di sana terkejut karena seekor kucing hitam mendaratkan pantat di wajahnya. Dia langsung menjerit dan berlari ketakutan.


Tanpa menunggu lama, rekan pria tersebut segera ikut berlari kencang karena mendengar suara jeritan dari pria besar tersebut.

__ADS_1


"Hahaha... Dasar pengecut. Begitu saja sudah ketakutan." ucap An An menertawakan kedua penjaga rumahnya.


An An berbalik menghadap ke pintu, dia bersorak sambil tersenyum ceria.


"Yes, berhasil!"


Kaki pendek An An melangkah cepat untuk keluar dari pintu gerbang, dia menggeser sedikit pintu hingga memiliki jarak yang cukup untuk tubuhnya keluar dari sana. Tak lupa An An menutup kembali pintu gerbang agar tidak di curigai oleh kedua penjaga yang entah berlari ke mana.


An An menelepon taxi online, dia meminta di jemput di halte bus yang dekat dengan rumah mewahnya.


Setelqh menutup telepon, An An berjalan menuju ke halte. Dia menunggu beberapa menit di sana sampai taxi yang di pesan tiba di halte tempat An An menunggu.


"Ya, aku sendirian. Tolong antarkan aku ke hotel Angkasa. Ayah sudah menunggu An An di sana." jawabnya berbohong secara spontan.


"Baik, Paman akan mengantarmu ke sana untuk mengomeli Ayahmu itu. Bisa-bisanya dia meninggalkan anak kecil sendirian di tengah jalan. Apakah dia tidak tahu jalanan itu berbahaya? Apalagi di tengah malam seperti ini. Benar-benar ya orang sekarang sangat tidak waspada dalam menjaga anak."

__ADS_1


Supir tersebut mengomel sepanjang jalan hingga akhirnya mobil taxi memasuki parkiran Hotel Angkasa yang di tuju oleh An An.


"Ini uangnya, ambil saja kembaliannya untuk Paman. Terima kasih." ucap An An sembari menyodorkan uang kepada supir taxi yang masih mengomel.


Melihat An An membuka pintu mobil, pria paruh baya itu segera memanggilnya.


"Hei bocah, tunggu aku! Aku perlu menemui ayahmu untuk mengomelinya." jerit sang supir dengan wajah serius.


An An terus berlari masuk ke dalam lobby hotel tanpa mempedulikan panggilan dari pengendara taxi. Dia tentu saja tidak ingin supir tersebut ikut menemaninya turun. Bisa-bisa gagal semua rencananya untuk mengambil potongan rambut dan sikat gigi dari Lu Xuan Cheng.


An An terus berlari masuk ke dalam lift yang pintunya kebetulan terbuka. Sesampainya di dalam, An An memperhatikan lift yang hanya berjumlah 3 orang termasuk dirinya. An An juga melihat wajah seorang laki-laki yang terlihat familiar di dalam lift tersebut.


"Wow... Kebetulan sekali aku langsung bertemu dengan laki-laki ini. Aku harus mencari cara agar dia mau membawa ku bersamanya." pikir An An.


An An ternyata masuk ke dalam lift yang dinaiki oleh Lu Xuan Cheng dan George. Kedua pria itu menatap An An dengan wajah keheranan.

__ADS_1


"Kenapa dia berada di sini? Apakah wanita itu juga sedang berada di tempat ini?" pikir Lu Xuan Cheng.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2