
An An kembali mengurung diri di dalam lemari. Dia berbaring di dalam kotak kayu besar itu dengan tumpukan baju dan pakaian miliknya yang sudah berantakan.
"Aku melompat dari jendela? Hahaha... Ternyata Mommy mengira aku melompat untuk bunuh diri. Hihi... Mommy terkadang lucu dan menggemaskan sekali!" Gumam An An sambil tertawa di dalam lemari.
Berselang beberapa waktu kemudian, mobil Lu Cin He tiba di depan pintu gudang. Qing Qing mengerutkan dahinya dengan raut wajah cemberut.
"Kak Cin, kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?" Protes gadis itu dengan nada kesal.
"Bukankah kau memintaku untuk membawamu ke tempat Lu Xuan Cheng?"
Mendengar penuturan dari Lu Cin He, gadis itu semakin kebingungan.
"Jangan bilang Kak Xuan tinggal di tempat seperti ini!"
Lu Cin He mengangguk, ia menoleh ke arah pintu lalu menunjuk ke sana dengan jari telunjuknya.
"Di sana tempat Kakak Xuan mu tinggal saat ini bersama anak dan istrinya."
Buuughhhh!
Qing Qing memukul dashboard depan mobil dengan kedua tangannya. Dia merasa sangat marah hingga darahnya naik ke ubun-ubun dan wajahnya menjadi merah padam.
"Kenapa Kak Xuan menikah dengan wanita miskin seperti ini? Benar-benar keterlaluan! Dia seperti orang bodoh yang mengabaikan berlian lalu memungut kotoran di jalan!" Kesal Qing Qing dengan nada tinggi.
"Aku akan menarik semua rambut wanita itu dan membuatnya menjadi biksu yang botak!" Ucapnya lagi sambil membuka pintu mobil.
Qing Qing berjalan ke depan pintu gudang, dia menggedor-gedor pintu besi yang sudah berkarat dengan semua kekuatannya.
Lu Cin He tersenyum lebar dan merasa puas melihat reaksi Qing Qing yang sesuai dengan prediksinya.
"Seperti yang ku duga, wanita gila ini pasti akan membuat keributan. Aku hanya perlu menonton dari samping dan menikmati pertunjukan. Hahaha..." kata Lu Cin He.
Bam! Bam! Bam!
"Buka pintunya!" Teriak Qing Qing sambil terus menggedor pintu.
Salah satu anak buah Lu Xuan Cheng menatap Qing Qing dari balik rumput-rumput yang tinggi. Dia mendekati wanita itu, kemudian bertanya, "Siapa kau?"
Qing Qing terkejut, dia berbalik menatap pria bertubuh besar yang saat ini berada di depannya.
__ADS_1
"Kau penjaga di sini?" Tanya Qing Qing tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu.
"Aku bertanya lebih dulu. Kau ini siapa? Mau apa kau menggedor-gedor pintu?"
"Jika kau penjaga di sini, maka cepat buka pintunya!" Perintah Qing Qing dengan mata melotot.
"Ckk... Dasar wanita gila!" Ucap pria tersebut lalu berbalik pergi.
Qing Qing geram dengan sebutan gila yang dilontarkan oleh pria tersebut, dia mengangkat kaki kanannya, menendang pria itu dari belakang.
Brukkk!
Pria itu terjatuh ke tanah berumput dengan kedua tangan menahan tubuhnya. Dia berbalik menatap Qing Qing dengan mata yang dipenuhi amarah.
"Kenapa? Kau mau memukulku?" Tantang wanita itu tanpa sedikit pun rasa takut.
Pria bertubuh besar itu berdiri, dia berbalik badan dan mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Berhenti!"
Suara Lu Xuan Cheng terdengar dari belakang Qing Qing.
Plakkk!
Dari sudut bibir kiri wanita itu mengalir darah segar. Jejak tangan dari sang pria di depannya juga tercetak dengan jelas di kulit wajahnya yang putih dan mulus.
"Bos! Ma... Maaf!" Ucap pria bertubuh besar dengan suara gugup.
Lu Xuan Cheng berjalan mendekat, dia menyentuh pelan wajah Qing Qing yang memerah.
"Sakit?" Tanya pria itu dengan wajah bersalah.
"Sakit, sakit sekali! Aku mau Kak Xuan membunuh pria ini!" Ucap Qing Qing dengan wajah kesal dan marah.
"Dia hanya membalas apa yang kau lakukan!" Tegas Lu Xuan Cheng menolak permintaan dari wanita di depannya.
Qing Qing menatap Lu Xuan Cheng dengan mata melotot.
"Memangnya dia pantas membalasku? Dia itu hanya seorang budak! Berani sekali dia menamparku! Aku akan memotong tangannya!" Geram wanita itu dengan suara meninggi dan wajah merah padam.
__ADS_1
"Anjing gila dari mana yang membuat keributan di depan pintu rumahku?"
Mendengar suara wanita yang berasal dari dalam pintu, Qing Qing mengalihkan pandangannya. Dia menatap Su Li Xia yang baru saja keluar dengan melontarkan pertanyaan yang menghina dirinya.
"Anjing gila? Kau mengataiku?" Tanya Qing Qing dengan wajah kesal.
"Aku bertanya anjing gila mana yang membuat keributan di depan rumahku! Jika kau yang membuat keributan ini, maka kau lah anjing gila itu!" Sahut Su Li Xia dengan wajah datar.
Qing Qing berjalan cepat mendekati Su Li Xia. Dia mengangkat tangan hendak memukul wajah pemilik rumah itu.
Plakkk!
Lu Xuan Cheng menangkap tangan Qing Qing, dia menarik wanita itu agar menjauh dari istrinya yang hampir menjadi korban kemarahan Qing Qing.
"Hentikan! Mau apa kau kemari?" Bentak Lu Xuan Cheng dengan nada kesal.
"Aku merindukan Kak Xuan. Apa Kakak tidak rindu padaku? Padahal sudah 8 tahun kita tidak bertemu."
Qing Qing melompat ke depan, memeluk tubuh kekar Lu Xuan Cheng seperti seekor koala yang sedang memeluk batang pohon.
Hati Su Li Xia terbakar melihat sikap wanita itu. Dia berjalan mendekat dan menarik tangan Lu Xuan Cheng dengan kuat. Tubuh Qing Qing segera terhempas, dia berdiri menatap Su Li Xia dengan penuh kebencian.
"Qing Qing, jangan membuat ulah! Kau tidak boleh sembarangan memeluk seorang pria, apalagi pria yang sudah menikah." Ucap Lu Xuan Cheng setelah menghela napas panjang.
"Menikah? Dengan wanita jelek ini?" Tanya Qing Qing sambil menunjuk jari telunjuk ke arah Su Li Xia.
"Sebaiknya kau menurunkan tanganmu, atau aku akan mematahkan jarimu itu!" Ancam Su Li Xia dengan wajah dingin.
Lu Xuan Cheng menjadi serba salah. Yang satu adalah istrinya dan yang satu lagi adalah teman bermainnya di masa kecil.
"Kau lihat itu Kak Xuan? Dia bahkan berani mengancamku! Dan juga, bukankah Kak Xuan berjanji akan menikah denganku? Kenapa Kakak malah menikah dengan wanita ini?"
Qing Qing geram dan berniat menjambak rambut wanita di depannya, namun dia menahan amarahnya agar terlihat lemah di depan Lu Xuan Cheng.
"Pergilah, aku sudah menikah! Lagipula aku tidak pernah berjanji akan menikah denganmu. Kau lah yang bilang ingin menikah denganku!" Ketus Lu Xuan Cheng, dia pusing dengan semua keributan ini.
"Tega sekali Kakak bicara begitu, padahal aku sudah menjaga anak kita dengan baik!" Ucap Qing Qing dengan mata berkaca-kaca.
"Anak?" Gumam Su Li Xia sambil menatap tajam mata suaminya.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^