
"Xiao Hei?" Tanya Lu Xuan Cheng memastikan anak yang dimaksud oleh Qing Qing.
Wanita itu mengangguk, "Aku sudah membesarkan Xiao Hei dengan baik. Dia menyukai banyak makanan dan tumbuh besar hingga setinggi pinggang."
"Anak, setinggi pinggang?" Gumam Su Li Xia lagi, dia menjewer telinga Lu Xuan Cheng dan menariknya dengan kuat.
"Xiao Hei? Anak kalian berdua? Berapa banyak anak yang kau miliki?" Tanya Su Li Xia dengan wajah kesal.
"Sakit! Sakit! Istriku, kau salah paham. Bisakah kau melepaskan telingaku? Para bawahan sedang melihat kita!" Ucap pria itu dengan wajah memohon.
Su Li Xia menatap sekeliling, anak buah dari Lu Xuan Cheng, termasuk George sedang melihat mereka sambil menahan tawa.
"Rasakan!" Batin Su Li Xia.
"Hei wanita gila! Cepat lepaskan tanganmu, kau membuat Kak Xuan kesakitan!" Bentak Qing Qing sembari melangkah mendekat.
Su Li Xia melepaskan tangannya, namun dia menarik Lu Xuan Cheng dan menyembunyikan pria itu di balik tubuh kecilnya.
"Wanita gila di sini hanya kau! Suamiku tidak memiliki adik perempuan, kenapa kau terus memanggilnya dengan sebutan Kakak?"
"Karena dia lebih tua dariku!"
Su Li Xia mengangkat alisnya, "Lebih tua? Berapa umurmu?"
"28 tahun," jawab Qing Qing.
Su Li Xia membuat ekspresi terkejut. "28 tahun? Tapi kau terlihat lebih tua dari itu."
"Kau wanita yang tidak tahu malu! Kau sengaja mengejekku kan?"
"Ya, kau sangat tahu malu sampai datang kemari hanya untuk memeluk suami orang!"
"Dasar jalaang berengsek!" Umpat Qing Qing sambil mengepal erat jari-jarinya.
Su Li Xia menyeringai, puas melihat kemarahan wanita di depannya.
"Jalaang teriak jalaang, menyedihkan! Aku jadi sedikit kasihan padamu karena kau bahkan tidak menyadari jika dirimu itu seorang jalaang!"
"Kau lah jalaang di sini! Pelacur yang melahirkan anak haram tanpa ayah! Aku akan membunuh anak harammu itu!" Teriak Qing Qing yang langsung mendapat sebuah hadiah dari Su Li Xia.
Plakkk!
Tamparan dari Su Li Xia membuat suasana hening seketika. Dia menatap Qing Qing dengan tatapan dingin yang menakutkan.
"Jika kau berani menyentuh milikku, aku akan membuatmu merasakan penderitaan di neraka!"
Qing Qing mengangkat tangan hendak membalas tamparan Su Li Xia, Lu Xuan Cheng dengan sigap menangkap tangan wanita itu.
__ADS_1
"Hentikan semua ini dan pergilah dari sini! Aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani menyentuh putraku! Kau mengerti?"
"Kak Xuan... Kau membela wanita ini dan anak haramnya?" Ucap Qing Qing dengan perasaan kecewa.
"Dia itu anakku, putra kandungku. Sebaiknya kau menjaga bicaramu!"
Brukkk!
Qing Qing terjatuh ke bawah, kakinya kehilangan tenaga begitu mendengar kata "Putra kandung" yang di ucapkan oleh Lu Xuan Cheng.
Lu Xuan Cheng merasa sedikit kasihan terhadap Qing Qing, walau bagaimana pun, mereka adalah teman sejak kecil dan tumbuh bersama. Namun melihat wajah marah istrinya, pria itu tidak berani membantu Qing Qing untuk berdiri.
Lu Xuan Cheng menatap George, memberi isyarat kepadanya agar membantu Qing Qing berdiri dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Lepaskan aku! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" Bentak Qing Qing saat George mencoba untuk membantunya berdiri.
George tidak punya pilihan lain, dia menundukkan tubuhnya lalu mengangkat tubuh Qing Qing ke atas pundaknya seperti sedang mengangkat karung beras.
"Lepaskan aku! Dasar laki-laki kurang ajar!" Jerit wanita itu sambil meronta-ronta di atas pundak George.
Setelah kepergian Qing Qing, Su Li Xia berbalik menatap Lu Xuan Cheng yang terdiam sambil melihat kepergian Qing Qing.
"Kenapa? Sakit hati? Mau ikut pergi bersamanya?" Tanya Su Li Xia dengan suara dingin.
Menyadari kesalahan yang ia lakukan, Lu Xuan Cheng segera menatap istrinya.
"Seharusnya kamu tidak memukulnya!" ucap pria itu setelah menghela napas.
Laki-laki itu menarik pelan tangan Su Li Xia lalu memperhatikan jejak merah di telapak tangannya.
"Lihat, tanganmu jadi merah karena memukulnya. Seharusnya kau menyuruhku untuk melakukan itu, aku akan memukulnya lebih keras dan lebih kuat lagi tanpa harus menyakiti tangan istriku yang berharga." Ucap Lu Xuan Cheng dengan wajah serius.
"Ternyata dia takut aku menyakiti diriku, bukan karena aku memukuli wanita itu!" Batin Su Li Xia.
Su Li Xia tiba-tiba memegang wajah Lu Xuan Cheng, dia mengecup bibir suaminya itu lalu berkata dengan tatapan lembut. "Lain kali, aku akan memintamu untuk melakukannya!"
Lu Cin He masih memperhatikan mereka dari dalam mobil, dia mendecak kesal dengan tatapan dendam ke arah Lu Xuan Cheng.
"Perempuan bodoh!" Ucapnya sambil melirik Qing Qing yang masih meronta dan mencoba untuk turun dari pundak George.
Sementara itu, An An baru saja keluar dari lemarinya. Dia duduk di depan layar komputer sambil memperhatikan mobil Lu Cin He yang berhenti tudak jauh dari pintu gudang.
"Sepertinya dia belum jera sebelum mendapatkan hadiah dariku!" Gumam An An dengan senyuman licik.
An An menarikan jari-jarinya di atas keyboard komputer, sebuah lubang kecil terbuka dari tanah di belakang mobil Lu Cin He. Sebuah drone keluar dan terbang dari dalam lubang.
Drone mengarah ke atas mobil silver, lalu mendarat tepat di tengah-tengah atap mobil. An An melepaskan jepitan pada drone yang membawa petasan merah panjang berjumlah ratusan buah. Dia menerbangkan drone kembali ke dalam lubang, lubang pun tertutup setelah drone putih itu masuk dengan sempurna.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" Teriak Qing Qing sambil memukuli punggung George.
George melemparkan tubuh wanita itu di depan mobil silver milik Lu Cin He. Dia menatap tajam pria yang sedang duduk di kursi pengemudi.
"Bajingan memalukan yang selalu memperalat wanita!" Sindir George dengan senyuman sinis.
"Hei kau! Bajingan kurang ajar!" Bentak Qing Qing marah kepada George yang melemparkan tubuhnya begitu saja di atas tanah.
Qing Qing mengangkat sebelah kaki, hendak menendang George yang baru saja beranjak pergi.
Tiba-tiba pria itu berbalik, dia menangkap kaki Qing Qing yang mengarah kepadanya. George mengangkat kaki wanita itu hingga setinggi bahunya, dia menatap segitiga yang menutupi bagian bawah Qing Qing dengan wajah nakal dan senyuman tipis.
"Wah... Merah muda!" Ucap George sengaja menggoda Qing Qing yang sedang mengamuk.
"Mesum kurang ajar!" Jerit Qing Qing dengan wajah memerah.
George melepaskan kaki wanita itu, ia kembali berbalik dan beranjak pergi.
Qing Qing berjalan cepat masuk ke dalam mobil.
Bammm!
Dia membanting pintu mobil dengan keras lalu menangis di dalam mobil Lu Cin He.
Pria itu menutup telinganya dengan kedua tangan.
"Wanita bodoh ini benar-benar merepotkan!" Batin Lu Cin He.
Brummm!
Mobil Lu Cin He mulai berjalan menjauh dari pintu gudang.
An An tersenyum di dalam kamarnya, bocah itu menekan sebuah tombol di remot yang sedang ia pegang sambil menatap layar komputer.
Pop Proppp Pop Proppp Pop!
Suara petasan mengagetkan Lu Cin He dan Qing Qing, pria itu segera menginjak rem mobil.
Bughhh!
Kepala Qing Qing terantuk dashboard di depannya.
Setelah suara petasan berhenti, Lu Cin He turun dari mobil, dia naik ke atas mobil untuk melihat apa yang ada di sana.
Pria itu menarik sisa tali yang menghubungkan petasan. Dia menjambak rambutnya sambil berteriak mengeluarkan rasa frustasinya.
"Aaaaakkkkhhhh! Brengsek!"
__ADS_1
Dan sang bocah tertawa hingga terbahak-bahak di dalam kamar.
^^^BERSAMBUNG...^^^