
Lu Xuan Cheng dan Su Li Xia berlari menuju pintu kamar. Lu Xuan Cheng membuka pintu, Su Li Xia keluar dengan terburu-buru.
"Apa yang kau katakan? An An menghilang??" Tanya Su Li Xia dengan bola mata yang membesar.
Ling mengangguk.
Drap! Drap! Drap!
George dan dua pria berbaju hitam berlari menuju ke kamar Su Li Xia.
"Bos! Bocah itu... Ehm... Maksud saya Tuan Muda An An. Dia diculik oleh anak buah Lu Cin He." Lapor George begitu dia melihat Lu Xuan Cheng di depan kamar.
Lu Xuan Cheng berjalan cepat ke tempat dua pria berbaju hitam. Dia menendang perut kedua pria tersebut hingga mereka terjungkal di lantai.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa An An bisa diculik?" Tanya Lu Xuan Cheng dengan suara tinggi dan wajah yang merah padam.
Lu Xuan Cheng kembali melangkah mendekati salah satu pria berbaju hitam yang merintih kesakitan di lantai. Dia berniat menginjak tubuh pria itu namun Ling segera menghadangnya dengan berdiri di depan Lu Xuan Cheng.
"Bukan kesalahan mereka. Tuan Muda kabur diam-diam melalui jendela kamarnya." Ucap Ling membela kedua pria berbaju hitam.
"Jendela? Kau tahu ini lantai berapa?" Teriak Lu Xuan Cheng dengan suara menggema dan raut wajah panik.
Su Li Xia memegang tangan kanan suaminya, berjalan ke depan Lu Xuan Cheng dan menatapnya dengan tatapan lembut.
"Tenangkan dirimu. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menghukum mereka. Kita harus mencari An An terlebih dulu."
Su Li Xia berbalik menatap George.
"Bagaimana kalian bisa tahu jika An An diculik dan bukan menghilang?" Tanya Su Li Xia kepada pria itu.
__ADS_1
Wajah George mulai pucat karena takut dengan kemarahan Lu Xuan Cheng.
"Saya melihat seorang pria menarik Tuan Muda An An masuk ke dalam mobil van putih."
"Bagaimana kau bisa yakin jika dia diculik dan bukan pergi atas kemauannya sendiri?" Tanya Su Li Xia dengan tatapan menyelidik.
George kebingungan sebab ia tahu jika wanita di hadapannya itu lebih licik dan pintar dari Tuan yang ia layani.
"Jika aku berbohong lagi, sepertinya aku akan segera ditendang dari tempat ini." Pikir George.
"Jawab!" Ketus Lu Xuan Cheng dengan nada kesal karena George mematung tanpa menjawab pertanyaan dari Su Li Xia.
"Haaa...." George menghela napas panjang.
Dia mengumpulkan semua nyalinya terlebih dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Su Li Xia.
"Sebenarnya, Tuan Muda An An sudah mengetahui keberadaan pria itu. Beliau diculik atas keinginannya sendiri."
"Maaf, Tuan Muda An An bilang beliau sudah memiliki rencana sendiri. Saya tidak menyangka rencananya adalah dengan menyerahkan diri." Ucap George dengan perasaan bersalah.
"Sudahlah! Aku tidak menyalahkanmu, An An memang sulit untuk ditangani!"
Su Li Xia mengalihkan pandangannya ke tempat Ling berdiri.
"Selidiki di mana An An sekarang!" Perintahnya kepada Ling.
"Di apartemen sebelah!" Jawab Ling langsung sebab ia memang sudah melacak keberadaan An An sebelum diberi perintah.
"Ayo ke sana!"
__ADS_1
Su Li Xia berjalan bersama Ling, Lu Xuan Cheng masih menatap kesal bawahannya yang tidak becus menjaga An An.
"Jika terjadi sesuatu dengan An An, aku akan menguliti kalian semua!" Ancam pria itu dengan tatapan kejam.
Setelah mengucapkan kalimat ancamannya, Lu Xuan Cheng menyusul Su Li Xia dan Ling berjalan keluar pintu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
An An dibiarkan duduk di kursi tanpa diikat. Dia duduk di hadapan Lu Cin He yang sedang menghisap rokok di tangannya. Pria itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap bocah di depannya.
Awalnya dia berencana untuk membunuh An An. Namun saat melihat wajah An An yang menggemaskan dan penuh senyuman, hatinya menjadi tidak tega.
Ditambah lagi, An An selalu memanggil pria di hadapannya dengan sebutan "Paman", membuat Lu Cin He merasa sedikit dekat dengan bocah itu.
"Paman, merokok itu tidak baik dan bisa merusak kesehatan. Paman tahu itu kan? Kenapa Paman masih merokok?" Tanya An An dengan suara yang menggemaskan.
"Bocah ini sangat berisik. Tapi anehnya, aku tidak merasa terganggu dengan suaranya yang terdengar imut." Pikir Lu Cin He.
Selesai mengucapkan kata hatinya, Lu Cin He merasa dirinya sudah gila. Dia tidak percaya bisa menganggap anak dari Lu Xuan Cheng sebagai anak yang imut. Apalagi saat ini dia merasa sedikit sayang untuk membunuh anak itu.
"Yeah... Rencana berhasil!" Sorak An An dalam hati.
Bammm! Bammm! Bammm!
Pintu apartemen Lu Cin He di dobrak dari luar.
Brakkk!
"Sial! Kenapa mereka datang secepat ini!" Umpat Lu Cin He ketika melihat Lu Xuan Cheng di depan pintu.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^