
"Hei, kenapa kau malah menamparku!" Teriak Lu Cin He dengan wajah kesal.
"Kau tidak tahu? Lihat ini! Tega sekali kau melakukan ini terhadapku!" Bentak Qing Qing dengan mata berkaca-kaca.
Lu Cin He terkejut melihat sekeliling ruangan kamarnya yang seperti kapal pecah. Pakaian Qing Qing tersebar di berbagai arah, begitu pula dengan pakaian yang semalam dikenakan oleh Lu Cin He.
"Qing Qing, aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi semalam. Aku terlalu mabuk dan tidak mengingatnya." Ucap Lu Cin He dengan wajah gelisah dan panik.
"Bagaimana ini? Malam pertamaku hilang begitu saja. Padahal aku menjaganya untuk Kak Xuan. Huaaaa.... Hikss... Hikss...!"
Qing Qing berteriak keras dan terisak dengan air mata yang terus mengalir. Dia memukul dadanya dan menjambak rambutnya yang saat ini terlihat sangat berantakan.
"Tringgg..."
Ponsel Lu Cin He berdering, ia mengambil ponselnya di atas meja dan menjawab panggilan masuk dari asistennya.
"Pak Lu, banyak klien meminta untuk membatalkan kerja sama dengan perusahaan. Apa yang harus kami lakukan" Tanya Asisten Simon dengan suara panik.
"Kenapa? Apa yang terjadi hingga mereka meminta pembatalan kontrak kerja sama?"
"Sepertinya anda belum melihat berita utama hari ini." Jawab Asisten Simon.
Lu Cin He menjauhkan ponsel dari telinganya. Dia membuka salah satu situs dan membaca berita utama tentang dirinya dan Qing Qing yang bermalam di kamarnya dengan perbuatan tak senonoh. Video mereka pun tersebar di internet dan situs porno.
"Sial!" Umpat Lu Cin He dengan segera membanting ponselnya ke lantai.
"Aaaakkkkkhhhh!" Teriaknya mengeluarkan rasa frustasi dan kemarahan.
Lu Cin He menoleh ke arah Qing Qing.
"Tidak ada jalan lain selain menikahinya." Pikir Lu Cin He.
"Qing Qing, maafkan aku... Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku semalam." Ucap Lu Cin He dengan suara lembut.
__ADS_1
Qing Qing mengangkat wajahnya, menatap Lu Cin He dengan tatapan marah dan kesal.
"Bagaimana kau ingin bertanggung jawab? Kau sudah menghancurkan masa depanku!" Bentak Qing Qing dengan suara meninggi.
"Menikahlah denganku!" Ucap Lu Cin He melamar wanita di depannya.
"Aku tidak mau! Aku hanya ingin menikah dengan Kak Xuan." Jawab Qing Qing menolak permintaan Lu Cin He.
"Wanita sialan, aku juga tidak ingin menikah denganmu jika bukan karena terpaksa. Aku harus menyelamatkan perusahaan dengan menikahi wanita gila sepertimu. Berengsekkk!" Batin Lu Cin He.
"Qing Qing, kau tahu... Saat ini, berita tentang kita berdua sudah menyebar ke mana-mana. Kita harus menikah demi menyelamatkan harga diri dan wajah kita berdua." Ucap Lu Cin He membujuk Qing Qing.
A... Apa maksudmu? Apa yang kau katakan barusan?" Tanya Qing Qing dengan wajah panik.
Qing Qing melihat sekeliling ruangan, mencari keberadaan tasnya yang menyimpan ponsel di dalam. Dia menemukan tasnya di sudut meja, Qing Qing bangkit dan berjalan cepat untuk mengambil tas dan mengeluarkan ponselnya.
"Ti... Tidak mungkin!" Ucapnya dengan mata membesar saat membaca judul berita utama di layar ponselnya.
Sementara itu, di dalam kamar An An.
"Hahahaha...!" Tawa An An menggelegar di dalam ruangan kamar.
Bocah itu sangat senang melihat wajah Lu Cin He dan Qing Qing yang panik dan marah besar. Dia tertawa sambil memegangi perutnya.
"Mereka memang pasangan yang serasi." Ucap An An lalu kembali tertawa.
Dokter Hanz berdiri di belakang An An bersama Leona.
"Untunglah aku tidak menjadi musuh dari bocah licik ini!" Pikir Dokter Hanz.
Sedangkan Leona tersenyum tipis, dalam hatinya ia memuji dan bangga terhadap Tuan muda yang ia layani.
"Tuan Muda benar-benar jenius dan licik. Musuh-musuhnya dikalahkan tanpa harus berusaha keras dan menunjukkan diri."
__ADS_1
Lu Xuan Cheng berada di dalam mobil, dia duduk di belakang sambil membaca berita tentang kakaknya dan Qing Qing yang terus menjadi berita utama di semua media. Pria itu tersenyum.
"Siapa orang yang menyebarkan berita ini? Mulai sekarang, aku akan menjadikannya sebagai temanku." Batin Lu Xuan Cheng.
"Anda terlihat senang." Ucap George yang melihat senyuman Tuan Mudanya dari kaca spion.
"Ya, aku sangat senang hari ini karena Lu Cin He mendapat hadiah utama dari semua media." Jawab Lu Xuan Cheng dengan senyuman lebar.
"Hadiah?" Tanya George tak mengerti.
Mobil berhenti di depan pintu perusahaan. George membuka pintu untuk Lu Xuan Cheng lalu kembali ke dalam mobil untuk memarkirkan mobilnya.
Karena penasaran, pria itu duduk di dalam mobil yang sudah terparkir dan membaca berita melalui ponselnya.
"Woahhh... Bolehkah aku menyimpan video ini?" Gumam George sambil melihat video panas Lu Cin He dan Qing Qing.
Su Li Xia dan Ling kembali ke Kota N. Mereka mendatangi sekolah tempat An An melompat dari jendela kelas. Ling menyelidiki rekaman CCTV sementara Su Li Xia masuk ke dalam kelas dan memperhatikan dinding ruangan. Ia mencari bekas tembakan di dinding kelas tempat An An ditembak.
Srekkk!
Su Li Xia merobek kertas yang menempel di dinding dekat jendela.
Sebuah lubang terlihat di dinding, lubang bekas tambakan peluru.
"Seperti kata An An, seseorang berusaha membunuhnya dengan pistol. Tapi siapa? Siapa orang itu?" Benak Su Li Xia.
Brakkk!
Ling membuka pintu kelas dengan kasar, dia berjalan masuk dengan cepat.
"Nona, saya menemukan pembunuhnya!" Ucap Ling dengan wajah panik.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1