Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 65


__ADS_3

"Mommy!" Teriak An An yang langsung berlari ke arah pintu.


Su Li Xia menurunkan tubuhnya, mengangkat dan menggendong An An ke dalam pelukannya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Su Li Xia dengan wajah cemas.


An An mengangguk sambil tersenyum manis.


"Mommy datang karena khawatir padaku?" Tanya bocah itu dengan senyuman licik.


"Haaaa...."


Su Li Xia hanya bisa menghela napas melihat sikap An An yang selalu berpura-pura bodoh dan lugu di saat seperti ini. Padahal ia tahu jelas jika An An yang sudah merencakan semua kejadian hari ini.


"Ayo kita pulang!" Ajak Su Li Xia sambil berbalik badan.


Plok! Plok! Plok!


Lu Cin He bertepuk tangan dengan seringaian sinis. Dia berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat.


"Kalian mau pergi begitu saja setelah menghancurkan pintu rumahku?" Ucapnya dengan nada meremehkan.


"Kenapa? Kau tidak punya uang untuk memperbaiki pintu ini?" Ucap Lu Xuan Cheng dengan wajah dingin.

__ADS_1


Lu Xuan Cheng mengeluarkan dompet dari kantong celana, ia menarik sebuah kartu kredit dari dalam dompet dan melemparkan kartu itu ke wajah Lu Cin He.


Lu Cin He mengepal erat kedua tangan dan menggigit kuat rahangnya. Dia sangat marah hingga wajahnya berubah merah padam.


Lu Xuan Cheng berbalik dan beranjak pergi dari tempat itu bersama istri dan anaknya.


Setelah kepergian adik tirinya, Lu Cin He mengamuk dan membanting semua barang-barang di sekitarnya.


"Berengsek! Bajingan!" Teriak Lu Cin He dengan suara keras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, apartemen tempat tinggal Chen Han Nie sedang dilalap api besar. Api menjalar di semua ruangan setelah terdengar suara ledakan dari ruang dapurnya.


Chen Han Nie panik, saat ini ia masih berada di dalam kamar yang mulai dimasuki oleh asap hitam dari celah-celah pintu kamar.


"Tolong! Tolong!" Jerit wanita itu ketakutan.


Suara Chen Han Nie terdengar oleh tetangga di bawahnya. Seorang pria dari lantai bawah menjulurkan leher dan menegadah ke atas.


Awalnya pria itu terganggu dengan suara berisik dari jeritan Chen Han Nie, setelah melihat asap hitam yang keluar dari jendela Chen Han Nie, ia menyadari jika lantai di atasnya sedang dilalap api.


Chen Han Nie merasa sedikit tenang saat melihat pria tersebut. Dia berharap pria itu bisa memanggil orang untuk menolongnya.

__ADS_1


Ternyata pria itu malah menarik koper dan memasukkan barang-barang berharga ke dalamnya. Dia keluar dari apartemen dan berlari menuruni anak tangga. Secara diam-diam dan tidak memberitahukan situasi kebakaran kepada penghuni gedung apartemen agar tidak perlu berdesak-desakan untuk keluar dari apartemennya.


Sementara Chen Han Nie masih berdiri diam di depan jendela, menunggu seseorang untuk menyelamatkan hidupnya. Wanita itu menggerutu di dalam hati, "Mengapa alarm kebakaran tidak berbunyi? Apakah alarmnya rusak? Ck... Seharusnya aku tinggal di apartemen yang lebih layak!"


Chen Han Nie menggeram, tangannya mengepal erat, ia menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan darah.


"Semua ini karena wanita jalaang itu! Seharusnya ia tidak dilahirkan di dunia ini." Batin Chen Nie.


Suara alarm dari kebakaran tidak berbunyi karena telah di rusak oleh anak buah Lu Xuan Cheng. Apartemen di sebelah kanan dan kiri juga sudah dibeli dan dikosongkan oleh Ling sebelum membakar apartemen Chen Han Nie.


Suara teriakan mulai terdengar dari dalam kamar wanita itu. Rambut keritingnya semakin keriting dan menghilang dalam sekejap terkena panas dari bara api yang mulai mendekat.


Hari Berikutnya


Seorang wanita ditemukan tewas terbakar di dalam Apartemen TaeXo, identitas korban tidak diketahui karena semua benda di dalam apartemen habis terbakar. Belum diketahui apa penyebab dari kebakaran tersebut. Saat ini jenazah korban di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi.


Su Li Xia dan Lu Xuan Cheng duduk di ruang keluarga, mereka melihat berita tentang Chen Han Nie yang mati terbakar di dalam apartemen.


Lu Xuan Cheng merasakan getaran dari kursi sofa yang ia duduki. Ia menoleh ke samping, menatap wajah Su Li Xia yang tampak pucat dan tangan yang bergetar.


"Dia gemetaran seperti ini hanya karena kematian musuhnya. Apa ini pertama kalinya dia membunuh seseorang?" Batin Lu Xuan Cheng.


Lu Xuan Cheng menggenggam tangan Su Li Xia, mencoba untuk menenangkan istrinya yang tampak gelisah dan ketakutan.

__ADS_1


"Padahal dia tidak melakukan apapun dan hanya memberi perintah. Bagaimana mungkin dia bisa membunuh kakaknya jika nyalinya hanya sebesar ini?" Tanya Lu Xuan Cheng dalam hati.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2