Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 56


__ADS_3

"Sepertinya seseorang sengaja meledakkan tempat ini. Apakah kau mempunyai musuh bebuyutan yang sangat membencimu?" Tanya Qing Qing sambil menatap keluar jendela.


Qing Qing melihat jendela yang merupakan satu-satunya lubang untuk memasukkan bom di dalam ruangan. Dia berpikir sejenak sebelum akhirnya mengemukakan pemikirannya.


"Kak Cin, sejak tadi kita berada di ruang depan. Jika orang itu ingin meledakkan tempat ini, maka jendela adalah satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam ruangan. Tapi ini adalah lantai 18, mungkinkah mereka bisa memanjat dan masuk kemari?"


"Tidak mungkin ada manusia yang bisa memanjat ke lantai 18. Tapi nyatanya, mereka sudah meledakkan tempat ini. Jadi sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Ucap Lu Cin He bertanya-tanya dengan wajah kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga Hari Kemudian


An An berdiri di atas kursi, menatap keluar jendela dengan tatapan sedih dan murung.


"Saat itu, jika aku tidak melompat dari jendela... Mungkin aku seperti anak-anak itu." Pikir An An sambil menatap anak-anak yang berpakaian seragam sekolah.


"Mereka berangkat ke sekolah pagi-pagi dan saat sore hari, Daddy dan Mommy mereka akan menjemput pulang sambil tersenyum dan memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Sementara aku hanya di rumah dan bermain dengan robot-robot buatanku. Sangat membosankan!" Ucap An An mengeluarkan keluh kesahnya.


An An mendongak ke atas, melihat langit terang dengan cahaya matahari yang menyilaukan mata.

__ADS_1


"Aku ingin menciptakan sayap yang bisa membawaku terbang bebas ke mana saja. Tapi jika sudah berhasil kuciptakan, Mommy pasti akan segera merantai kaki dan tanganku." Batin An An.


"Ceklek!" pintu kamar dibuka dari luar.


"An An!"


Suara panggilan dari Su Li Xia membuat An An menoleh ke belakang.


"Mom..." sapanya saat melihat Su Li Xia masuk dengan membawa makanan dan segelas susu dingin.


"Kamu belum sarapan, kan? Ayo makan bersama Mommy!" Ajak Su Li Xia dengan senyuman manis.


"Makan yang banyak." Ucap Su Li Xia sambil menatap An An yang masih terdiam di atas sofa.


"Terima kasih Mom. Tapi An An mau disuapi oleh Mommy." Ucap An An dengan suara manja.


Su Li Xia tersenyum tipis, dia mengambil sendok dan mulai menyuapi An An.


"Ada apa dengan putraku hari ini? Dia terlihat tidak bersemangat. Tetapi jika aku bertanya, dia pasti tidak akan berkata apa-apa dan hanya menjawab bahwa dia baik-baik saja." Batin Su Li Xia.

__ADS_1


"Mom, bolehkah An An masuk sekolah lagi?" Tanya An An secara tiba-tiba mengeluarkan isi hatinya.


"An An..."


Su Li Xia menatap wajah bocah di depannya. Dia tahu jika An An sangat ingin bersekolah seperti anak-anak yang lain. Tetapi Su Li Xia masih khawatir jika bocah itu akan melakukan hal bodoh lagi di sekolahnya seperti tahun lalu.


"An An... Sebelum Mom menjawab pertanyaanmu, Maukah An An mengatakan alasan kenapa kamu melompat dari jendela waktu itu?"


"Sebenarnya, saat itu aku tidak berniat untuk bunuh diri." Ucap An An sambil tersenyum geli.


"Jadi, kenapa kau melompat?" Tanya Su Li Xia semakin penasaran.


An An menaikkan kedua alis matanya, dia berdiri dengan kedua lutut lalu berbisik di telinga Su Li Xia.


Wajah Su Li Xia berubah tegang, dia menjatuhkan sendoknya ke lantai dan membesarkan kedua bola matanya.


Selesai berbisik, An An memundurkan wajahnya lalu menatap mata Su Li Xia yang terlihat sangat terkejut.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2