
Lu Xuan Cheng baru saja mendapatkan lokasi An An, ia segera meluncur ke tempat lokasi yang dikirimkan oleh Ling.
"An An seharusnya berada di sini." Gumam Lu Xuan Cheng saat melihat titik lokasi An An yang berhenti bergerak di dekatnya.
Lu Xuan Cheng turun dari mobil, ia berlari mengelilingi taman dan tempat parkir yang berada di dekat sana.
"Semoga An An baik-baik saja." Batin Lu Xuan Cheng.
"Dorrr!"
Suara tembakan terdengar jelas di telinga Lu Xuan Cheng. Pria itu mengalihkan tatapannya ke arah sumber suara, ia berlari dan mencari keberadaan bocah tersebut.
"An An!" Teriaknya dengan suara panik.
Setelah tiba di lokasi kejadian, Lu Xuan Cheng melihat 4 pria tergeletak di atas lantai beraspal dalam kondisi sekarat. Percikan darah dan jejak-jejak cairan merah membuat tempat tersebut tampak mengerikan.
"An An...!" Gumamnya dengan wajah cemas dan panik.
"Di mana An An?" Tanya Su Li Xia dari arah belakang.
Lu Xuan Cheng berbalik menatap istrinya dan Ling yang berlari di belakang.
"Maaf, aku terlambat." Ucap Lu Xuan Cheng sambil menundukkan wajahnya.
Su Li Xia hampir terjatuh, Lu Xuan Cheng dengan sigap menangkap tubuh istrinya yang tiba-tiba kehilangan tenaga.
"An An! Di mana An An?" Tanya Su Li Xia dengan suara histeris.
Lu Xuan Cheng melangkah ke samping, menunjukkan mayat 4 pria yang tergeletak tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Su Li Xia dan Ling membelalakkan mata, terkejut melihat pemandangan di depan mereka.
__ADS_1
Brukkk!
Su Li Xia terjatuh dalam posisi berlutut, matanya mulai berkaca-kaca.
"An An...!" Gumamnya dengan berlinang air mata.
Tangannya mulai mengepal erat di samping tubuhnya. "Seharusnya aku membunuh wanita itu!Semua ini salahku... Aku yang membuat An An dalam bahaya." Ucapnya dengan suara bergetar.
Ling mengeluarkan ponselnya, dia melacak lokasi keberadaan An An yang mengarah ke tempat mereka.
"Nona!" Panggil Ling sambil menepuk pelan pundak Su Li Xia.
Su Li Xia menoleh menatap Ling dengan pandangan yang terhalang genangan air mata.
"Tuan Muda sedang berlari kemari! Beliau baik-baik saja." Ucap Ling sambil tersenyum.
Su Li Xia buru-buru menghapus air matanya. Lu Xuan Cheng mengulurkan tangan untuk membantu istrinya berdiri.
Su Li Xia segera menghampiri bocah nakal itu dan memeluknya dengan erat.
"An An, kau baik-baik saja? Ada yang terluka?" Tanya Su Li Xia dengan wajah cemas dan khawatir.
An An mengangguk cepat dengan bibir yang melebar memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi dan mungil.
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Su Li Xia penasaran.
An An tersenyum senang dan bangga karena telah berhasil kabur dari kejaran dua komplotan yang berusaha menyakitinya.
FLASHBACK
An An berada di belakang 6 pria suruhan Lu Cin He yang ditugaskan untuk menculiknya. Namun saat ini, ke 6 pria tersebut sedang berhadapan dengan Chen Han Nie.
__ADS_1
An An mengintip wajah wanita yang berusaha untuk membunuhnya. Dia tidak mengerti apa alasan Chen Han Nie ingin membunuhnya, sebab wanita tersebut sama sekali tidak ada hubungan dengan keluarganya.
"Nyonya, aku tidak akan mempersulit anda. Tolong pergi saja dari sini, karena aku harus membawa anak ini kepada Tuan kami." Ucap salah satu pria yang menghadang di depan An An.
"Siapa Tuan kalian?"
Chen Han Nie masih mengarahkan ujung pistol ke arah para pria di depannya, memasang tajam kedua mata, melirik celah yang bisa ia gunakan untuk membunuh An An.
An An diam-diam menaikkan sebelah sudut bibirnya. Senyuman licik dan pikiran jahat terlintas begitu saja di dalam kepala bocah itu.
"Cepat bawa aku kepada Daddy. Wanita ini sangat jahat, kalian tidak perlu menjawab pertanyaannya!" Seru An An dengan berpura-pura ketakutan.
"Haaaa...! Kalian ternyata berkomplot untuk menyelamatkan anak ini." Geram Chen Han Nie mengira pria-pria tersebut adalah para pengawal An An.
"Ckk! Wanita tua ini sangat merepotkan, bereskan dia! Aku akan membawa bocah ini kepada Tuan." Ujar salah satu pria dengan suara kesal.
An An menyeringai licik, rencananya untuk mengadu domba kedua musuhnya berjalan lancar. Dia mengikuti pria berbaju hitam menuju ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.
Chen Han Nie mengarahkan pistol ke arah An An, dia menarik pelatuk dan menembakkan pelurunya.
Sedangkan An An sengaja berjalan di depan pria berbaju hitam. Bocah itu memperhatikan tempat Chen Han Nie berdiri, ia memperkirakan titik di mana peluru akan mendarat saat wanita itu membidik tubuh kecilnya.
"Dorrr!"
Suara tembakan membuat para pria menyerang Chen Han Nie. Sementara An An tersenyum sinis sambil berbalik ke belakang. Pria berbaju hitam tertembak peluru yang nyasar ke kaki kanannya, ia berjongkok, memegangi kakinya yang berlubang akibat terkena besi panas.
An An melambaikan tangannya sambil berlari menjauh dari tempat itu.
"Dasar orang-orang bodoh!" Umpat An An dengan senyuman puas.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1