Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 47


__ADS_3

Su Li Xia berbalik ke belakang, An An juga ikut melihat ke arah Daddynya yang baru saja selesai mandi dan hanya memakai sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya.


"Kau harus meminta izin terlebih dulu sebelum memanggil wanita lain dengan sebutan Mama! Bukan sebaliknya!" Tegur Lu Xuan Cheng seraya menundukkan tubuhnya di samping Su Li Xia.


"Tapi An An sudah terlanjur berjanji. Lalu bagaimana?" Tanya bocah itu kebingungan.


"Kalau kau mencium pipiku, aku akan menyetujuinya!"


Su Li Xia tersenyum, diam-diam menutup bibirnya yang menahan tawa.


"Ternyata hanya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendapat kecupan dari An An. Sisinya yang seperti ini sangat menggemaskan!" Batin Su Li Xia


"Drrtttt! Drtttt!"


Ponsel Lu Xuan Cheng bergetar, dia berdiri dan berjalan ke meja yang berada di sebelah pintu kamar mandi. Pria itu mengambil ponselnya dari atas meja lalu menjawab panggilan telepon dari nomor tak dikenal.


"Kak Xuan, aku kembali!"


Suara wanita itu membuat Lu Xuan Cheng membeku di tempatnya berdiri. Segelah beberapa saat, ia menoleh ke tempat Su Li Xia dan An An yang masih berada di pintu kamar.


"Kak Xuan, aku masih berada di bandara dan aku juga sendirian. Bisakah Kakak menjemputku?"


"Tidak bisa, aku sibuk! Kau pulang saja dengan taxi."


Lu Xuan Cheng memutus sambungan telepon, dia memakai pakaiannya lalu berjalan ke pintu kamar.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan bersama!" Ajaknya sambil mengangkat tubuh An An ke dalam pelukannya.


Ling masih menunggu dengan sabar di ruang makan. Begitu melihat Su Li Xia dan Lu Xuan Cheng, wajah Ling memerah mengingat apa yang telah ia lihat tadi pagi.


"Memalukan sekali! Seharusnya aku biarkan saja tempat itu berdebu untuk sehari." Gerutu Ling dalam hati.


Ponsel Lu Xuan Cheng kembali berbunyi, dia melihat sekilas nomor yang menghubunginya. Mengingat nomor tersebut mirip dengan nomor ponsel wanita tadi, Lu Xuan Cheng menolak panggilan itu lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong celana.


Baru saja ia mengambil piring untuk Su Li Xia dan An An, ponselnya kembali berbunyi. Lu Xuan Cheng mengeluarkan dan mematikan ponselnya agar eaktu bersama keluarganya tidak terganggu.


Su Li Xia menatap Lu Xuan Cheng drngan tatapan menyelidik. Dia mencoba mencari tahu kenapa pria itu tidak menjawab telepon dan dari siapa telepon itu.


Lu Xuan Cheng menyadari tatapan tajam dari istrinya, dia menatap Su Li Xia sambil berpikir, "Lebih baik aku menjelaskannya sekarang juga, dari pada menjadi salah paham nantinya."


Su Li Xia menatap mata suaminya yang tampak gelisah.


"Dia pasti khawatir jika aku akan salah paham dan melarikan diri lagi. Tapi sayangnya, aku tidak akan melakukan hal yang akan membuatku menyesal untuk kedua kalinya. Apapun yang terjadi di kemudian hari, kau tidak akan bisa meninggalkan aku dan An An. Karena aku... akan merantai kaki dan tanganmu jika kau berani melarikan diri!" batin Su Li Xia.


"Ayo makan!" Ajak Su Li Xia sambil tersenyum.


Su Li Xia sengaja mengabaikan dan mengubah topik pembicaraan. Dia tidak ingin mengetahui masa lalu Lu Xuan Cheng bersama wanita lain yang nantinya akan membuat ia merasa cemburu.


"Ling, di mana Leona?"


"Leona menemani Dokter Hanz pergi ke laboratorium untuk mengambil sampel yang sedang ia teliti."

__ADS_1


An An mengambil sepotong sosis lalu memasukkannya ke dalam mulut.


"Apakah kita akan terus tinggal di sini?" Tanya An An yang masih mengunyah makanan.


Su Li Xia dan Lu Xuan Cheng saling bertatapan sesaat, mereka memang belum merencanakan hal ini karena sibuk melakukan olah raga semalaman.


"An An, apakah kau tidak suka berada di rumah ini?"


"Bukan begitu, An An suka di sini. Tapi... Daddy, An An ingin masuk sekolah dan memiliki banyak teman seperti anak-anak yang lain."


Ketiga orang dewasa di ruang makan menatap An An secara serentak, mereka merasa kasihan terhadap bocah itu. An An yang selalu bersikap dewasa dan periang tidak disangka memiliki keinginan seperti anak-anak lainnya yang ingin pergi ke sekolah biasa dan menjalin hubungan pertemanan dengan anak-anak seusianya.


"Daddy, bolehkah An An pergi ke sekolah?" Tanya bocah itu dengan wajah memelas.


Lu Xuan Cheng ingin mengiyakan, namun Su Li Xia segera menghentikannya dengan menyentuh sedikit lengan pria itu.


Lu Xuan Cheng menoleh, menatap mata Su Li Xia di sampingnya.


Su Li Xia menggelengkan kepala, memberi isyarat kepada pria itu agar menolak permintaan An An.


An An tentu saja melihat apa yang dilakukan oleh Mommynya. Dia merasa marah dan sedih. Bocah itu melompat turun dari kursi dan berlari keluar dari ruang makan.


"An An benci Mommy!" Teriaknya sambil berlari.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2