Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 23


__ADS_3

Lu Xuan Cheng terbangun dari tidur panjang, dia menatap langit-langit kamar yang terasa asing di matanya. Pria itu lalu menoleh ke samping, ingatannya tentang An An yang datang namun di anggap sebagai mimpi langsung kembali berputar di kepala pria itu.


"Mimpi yang sangat nyata!" gumam Lu Xuan Cheng karena melihat sudut ruangan dan barang-barang yang terletak sama persis di dalam mimpinya yang sebenarnya bukanlah mimpi.


George mengetuk pintu kamar, dia membuka pintu tanpa menunggu jawaban dari Lu Xuan Cheng lalu masuk ke dalam ruangan.


"Tuan Muda, saya sudah menyiapkan makanan untuk anda." ucap George sambil mengeluarkan kotak makan dari bungkusan yang dia bawa.


"Ada kabar tentang wanita itu?" tanya Lu Xuan Cheng dengan tatapan kosong ke arah langit-langit.


George mematung sejenak, dia mengalihkan tatapannya ke arah Lu Xuan Cheng. Setelah menghembuskan nafas panjang, pria itu menjawab dengan wajah yang merasa bersalah.


"Maaf, kami masih berusaha mencari informasi tentang keberadaan Nona Su."


"Kenapa dia terus melarikan diri? Kenapa?" tanya Lu Xuan Cheng dalam hati.


FLASHBACK 5 TAHUN LALU


Kota X, Kamar Lu Xuan Cheng


Lu Xuan Cheng duduk di sofa yang berada di dalam kamar, dia memikirkan banyak hal di dalam kepalanya. Setelah beberapa menit berlalu, Lu Xuan Cheng membulatkan tekad untuk menikah dengan Su Li Xia yang tengah hamil anaknya.


"George, siapkan surat-surat untuk mengurus pernikahanku!" perintah Lu Xuan Cheng sambil menatap selembar foto yang berada di tangannya.


"Baik, Tuan Muda!" jawab George yang berdiri di belakang Lu Xuan Cheng.

__ADS_1


George melirik foto wanita yang sedang di pegang oleh Tuan Mudanya itu. Foto dari Su Li Xia yang baru saja di makamkan. Dalam hati, pria itu bertanya-tanya, "Siapa sebenarnya wanita yang ada di dalam hati Tuan Muda? Su Li Xia yang meninggal atau Su Li Xia yang akan menjadi istrinya?"


George keluar dari kamar Lu Xuan Cheng, dia mengambil surat yang diperlukan untuk membuat surat pernikahan Tuan Mudanya dengan Su Li Xia. Setelah selesai mengumpulkan semuanya, George memanggil dua pengawal untuk ikut bersamanya ke apartemen Su Li Xia yang hanya berjarak beberapa langkah dari apartemen Lu Xuan Cheng.


George salah paham dengan perintah Lu Xuan Cheng, dia mengira Tuan Mudanya itu akan melakukan pernikahan secara paksaan untuk mendapatkan bayi yang berada di dalam rahim Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng sama sekali tidak mengetahui jika George membawa dua pengawal untuk menangkap Su Li Xia. Dia juga tidak mengetahui alasan kenapa wanita itu pergi dan bersembunyi tanpa meninggalkan pesan untuknya.


Keesokan harinya, George berbohong kepada Lu Xuan Cheng. Pria itu mengatakan jika dia juga tidak mengetahui alasan kepergian Su Li Xia. Padahal sebenarnya kepergian wanita itu di sebabkan oleh George yang menyerang dan memcoba membawa Su Li Xia secara paksa.


Kejadian itu membuat George menyesal dan merasa bersalah. Dia berusaha mencari Su Li Xia selama 5 tahun tetapi tidak menemukan jejak mereka yang sudah dihilangkan oleh Su An Jie.


NB : Su An Jie, adik laki-laki Su Li Xia (Baca season 1 untuk lebih jelas)


Lu Xuan Cheng awalnya berencana melamar Su Li Xia dan melangsungkan pernikahan secara terbuka. Menghilangnya Su Li Xia membuat pria itu frustasi, dia terus bermimpi buruk sejak wanita itu menghilang.


Flashback End


Sementara itu An An saat ini berada di kamar Tuan pelanggannya. An An meminta kepada Gu Ching He untuk mengizinkannya melihat koleksi permata dan barang antik yang di miliki oleh pria itu sebagai bayaran. Bayaran atas usahanya yang telah menemukan pelaku pencurian berlian milik Gu Ching He.


Pria itu langsung mengizinkan An An karena dia juga menyukai bocah jenius yang berada di hadapannya.


"Wow... Batu ini indah sekali! Banyak bintang-bintang yang terlihat di dalamnya." ucap An An mengagumi salah satu berlian koleksi dari Gu Ching He.


Bocah itu mengambil berlian yang lain, dia memperhatikan dengan seksama berlian yang bernama pink lady. Kedua bola mata yang besar dan bulat membuat wajah An An terlihat seperti boneka. Gu Ching He merasa senang melihat bocah itu memperhatikan semua koleksinya dengan hati-hati dan sangat menjiwai.

__ADS_1


Pria itu lantas mengambil kamera dan mengabadikan moment itu. Dia mengambil foto An An yang sedang mengamati berlian miliknya.


"Bocah!" panggilnya sambil melihat foto hasil jepretannya.


"Ya?" jawab An An yang masih fokus memperhatikan berlian di tangannya.


"Lihat ini! Kau terlihat lebih bersinar dari pada berlian itu!" ucap Gu Ching He memuji An An.


An An menoleh ke arah Gu Ching He, dia tersenyum lalu mengucapkan kata candaan kepada pria itu.


"Kalau begitu, apakah Tuan pelanggan juga akan menjadikan aku sebagai salah satu koleksi anda?"


"Hahaha... Dasar bocah! Jika aku melakukan itu, ibu mu pasti akan membunuhku!" sahut Gu Ching He sambil tertawa.


"Ck... Padahal An An senang jika anda mau menjadikan anak jenius ini sebagai salah satu koleksi. Dengan begitu An An bisa melihat barang-barang berharga ini kapan saja. Mana tahu Tuan pelanggan sudah bosan lalu menghadiahkan sebutir berlian untuk An An." ucapnya sambil berdecak namun dengan senyuman nakal di wajahnya.


"Kau ini kecil-kecil sudah licik ya!" ucap Gu Ching He yang mengatakannya sebagai sebuah pujian atau sindiran.


"Hihihi...!" bocah itu pun tertawa sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan yang mungil.


Ketika matanya mengarah ke televisi yang tergantung di dinding kamar, An An langsung terdiam. Dia turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah televisi itu.


"Mereka pintar sekali bisa memasukkan kamera pengintai ke dalam televisi!" seru An An sambil menunjuk lampu merah yang berkedip di bawah layar televisi.


Gu Ching He mengerutkan alisnya, dia lalu berjalan ke tempat televisi itu berada.

__ADS_1


"Manusia sialan!" umpat pria itu dengan wajah marah.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2