
An An membuka sedikit jendela kaca, kedua benda di tangannya terbang lalu hinggap di leher kedua pria yang sedang sibuk menghancurkan mobil di depan.
Benda bulat itu mengeluarkan sebuah jarum kecil, menyuntikkan sesuatu ke dalam kulit leher kedua pria tersebut.
Ling menatap tajam kedua pria di depannya, ia masih duduk sambil berpikir apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini. Di satu sisi, Ling ingin menghajar kedua orang tersebut dan di sisi lain, Ling harus melindungi bocah kecil yang duduk di belakangnya.
"Ling, ayo kabur saja!" Ucap An An memberi saran kepada Mama angkatnya itu.
"Tapi mereka sudah menghancurkan mobil kesayanganku!" Protes Ling dengan wajah masam.
"Tenang saja Mama Ling, aku akan membalas mereka dalam hitungan ke 10. Ayo jalan!" Perintah An An dengan nada bersemangat.
Ling menginjak pedal gas, kedua pria di depannya terkejut. Mereka segera menyingkir dari depan mobil.
"Brummmm!"
Ling membelokkan setir, berjalan melewati samping mobil hitam yang menghalangi jalur mobilnya.
An An mengeluarkan seekor robot capung dari dalam tas, dia menerbangkan capung ke atas mobil hitam sambil menghitung mundur. Dimulai dari hitungan ke sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam...
"Satu!" seru An An sambil berbalik ke belakang.
Duaarrrrr!
Krakkkkk! Pranggggg!
Mobil hitam meledak di hitungan satu, ledakan yang tidak menimbulkan api tetapi menghancurkan mobil hitam di belakangnya.
"Woww... Keren sekali getarannya bisa menghancurkan semua kaca mobil dan meledakkan ke empat ban di bawahnya. Sepertinya aku perlu menjual alat penghancur ini dengan harga mahal. Hihi...!" Ucap An An memuji dan mengagumi senjata ciptaannya.
An An kembali berbalik, duduk menatap ke depan.
"Mama Ling, apa kau puas? Mobil mereka tidak akan bisa berjalan lagi. Kita aman sekarang!" Kata An An dengan wajah ceria.
"Kerja bagus An An! Tapi... Sepertinya kita tidak bisa ke taman bermain lagi. Aku akan mengantarmu kembali ke apartemen." Sahut Ling setelah membaca pesan balasan dari Su Li Xia.
"Bawa bocah nakal itu kembali sekarang juga!"
"O... Owww...! Bisa diomeli habis-habisan kalau aku pulang sekarang. Aku harus mencari cara untuk kabur!" Pikir An An sambil memutar otaknya.
__ADS_1
"Ling, aku perlu membeli beberapa peralatan. Bisakah kamu menemaniku?" Tanya An An mencari alasan.
"Tidak, Nona meminta saya untuk membawa 'Bocah nakal' kembali secepatnya!" Jawab Ling dengan sengaja menyebut isi pesan dari Su Li Xia.
"Bagaimana kalau kita perbaiki dulu mobil ini sebelum pulang?" Ujar bocah itu berusaha membujuk Ling agar tidak membawanya pulang.
"Tidak, saya akan membawa anda pulang sebelum memperbaiki mobil ini." Jawab Ling dengan tegas.
"Mama Ling, bukankah seorang Mama seharusnya membela dan melindungi anaknya?" Ucap An An dengan wajah memelas.
"An An, tidak ada gunanya anda membuat wajah seperti itu. Saya akan tetap mematuhi perintah dari Nona di atas segalanya." Sahut Ling dengan senyuman tipis.
"Ah... Mati aku!" Batin An An.
Beberapa waktu kemudian, mobil Ling memasuki are parkir apartemen. Su Li Xia melihat mobil putih melalui kamera CCTV, dia segera berdiri dari kursi yang didudukinya lalu berjalan cepat menuju ke luar pintu.
Lu Xuan Cheng melihat istrinya yang berjalan dengan terburu-buru, karena penasaran, ia pun akhirnya mengikuti Su Li Xia dari belakang.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat panik?" Tanya Lu Xuan Cheng saat Su Li Xia menunggu di depan pintu lift.
"Mobil Ling hancur dan An An berada di dalam mobil itu." Jawab Su Li Xia dengan napas yang memburu.
"Jangan khawatir, mereka pasti baik-baik saja." Ucap Lu Xuan Cheng menenangkan istrinya.
Pintu lift terbuka.
Su Li Xia melangkah masuk ke dalam lift, namun ternyata Ling berada di dalam lift tersebut bersama An An di dalam gendongannya.
"Mommy, Daddy!" Sapa An An dengan senyuman ceria.
Su Li Xia segera meraih An An dari tangan Ling, dia memeluk bocah di depannya itu sambil bersyukur dalam hati.
"Untung saja mereka tidak apa-apa!" Batin Su Li Xia.
An An tampak kebingungan, dia menatap mata Ling yang juga sedang melihatnya.
Wanita itu mengedipkan sebelah mata, dalam hati ia berkata kepada bocah di depannya. "Membuat Nona khawatir adalah cara terbaik untuk menghilangkan amarah di hatinya!"
"Ternyata Mama Ling sangat pintar!" Sahut An An melalui tatapan matanya.
__ADS_1
Lu Xuan Cheng memperhatikan kedua orang licik yang sedang membodohi istrinya sambil menggelengkan kepala.
"Mereka memang keluarga yang super licik! Sepertinya aku harus berhati-hati agar tidak masuk ke dalam jebakan mereka." Pikir Lu Xuan Cheng.
Beberapa saat kemudian, An An masuk ke dalam kamarnya yang sudah dibersihkan. An An melepaskan semua pakaiannya lalu berjalan ke kamar mandi.
"Wahhh... Mom yang terbaik!" Seru An An ketika melihat bath tub nya sudah terisi air hangat yang dipenuhi busa-busa dan beberapa mainan.
"Byurrr!"
An An melompat ke dalam air, dia tidur terlentang dan membenamkan wajahnya ke dalam air dengan kedua mata yang masih terbuka.
"Aku akan menyelidiki siapa orang yang berusaha membunuh Mommy dan Ling. Dan aku juga akan membalas mereka semua!" Batin An An.
An An menggosok-gosok wajahnya di dalam air, ia kemudian bangkit dan duduk di tepi bath tub.
"Haruskah aku membunuh mereka semua?" Gumam An An.
Su Li Xia ternyata berdiri di depan pintu kamar mandi, dia masuk lalu bertanya kepada bocah di depannya.
"Siapa yang ingin kau bunuh?" Tanya wanita itu dengan kedua alis yang terangkat.
An An terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul di sebelahnya. Dia menepuk-nepuk pelan dadanya sambil menarik dan menghembuskan napas.
"Aku akan membunuh semua orang yang mengganggu Mommy." Jawab An An dengan percaya diri.
Su Li Xia memegang tangan An An secara tiba-tiba. Dia menatap mata bocah itu dengan wajah yang tercengang.
"An An, jangan membunuh orang! Kau tidak boleh membunuh siapapun dengan alasan apapun! Kau mengerti?" Ucap Su Li Xia dengan wajah serius.
Wajah imut An An menghilang dalam sekejap, ia menatap Su Li Xia dengan tatapan dingin.
"Bukankah mereka juga berniat membunuh kita? Haruskah kita diam dan mati saja dibunuh oleh mereka?" Tanya An An dengan nada dingin.
Su Li Xia tertegun mendengar pertanyaan dari An An. Suara yang biasanya imut dan menggemaskan dari bocah itu menghilang tanpa jejak. Kata-kata yang biasanya bersalahan kini terdengar sangat jelas seperti cara bicara orang dewasa.
"Jadi selama ini, dia hanya berpura-pura cadel?" Batin Su Li Xia.
Su Li Xia menyentuh dan mengelus wajah An An yang terasa halus.
__ADS_1
"Sepertinya Mommy tidak mengetahui apapun tentang An An." Ucap Su Li Xia dengan perasaan tertekan.
^^^BERSAMBUNG...^^^