
Drttt! Drttt!
Ponsel Lu Xuan Cheng bergetar, nomor tak dikenal muncul di layar ponselnya.
"Kau tidak menjawab teleponmu?" Tanya Su Li Xia sambil melirik ponsel suaminya.
"Tidak, hanya nomor orang yang tak dikenal." Jawab Lu Xuan Cheng sembari melempar ponselnya kembali ke atas meja.
Su Li Xia bangkit dan berdiri dari kursi.
"Kau mau ke mana?" Tanya Lu Xuan Cheng dengan menahan sebelah tangan Su Li Xia.
"Ada tempat yang harus ku kunjungi. Aku akan membawa An An bersamaku. Kau mau ikut?" Tanya Su Li Xia sedikit berharap suaminya akan ikut dengan mereka.
Lu Xuan Cheng terdiam sesaat, dia ingin ikut dengan Su Li Xia tetapi hari ini dia sudah memiliki rencana lain.
"Hari ini adalah hari peringatan kematiannya." Batin Lu Xuan Cheng.
"Karena kau diam saja, aku akan menganggap kau menolak. Aku pergi dulu!" Ucap Su Li Xia, ia melepaskan tangannya dari genggaman Lu Xuan Cheng.
Ponsel Lu Xuan Cheng kembali bergetar, kali ini dia menjawab teleponnya.
"Hallo, apa benar ini dengan Tuan Lu Xuan Cheng?"
"Benar. Anda siapa?" Tanya Lu Xuan Cheng dengan nada dingin seperti biasanya.
"Kami dari kantor kepolisian, ingin mengabarkan jika kakak anda yang bernama Lu Cin He telah ditemukan tewas di dalam kamarnya. Kami harap bisa datang untuk membantu proses penyelidikan."
"Lu Cin He meninggal?" Tanya Lu Xuan Cheng sedikit terkejut dengan kabar kematian kakak tirinya.
Sementara itu, Su Li Xia berjalan ke kamar An An, bocah itu sudah bersiap dengan pakaian yang rapi dan menggemaskan.
"An An, kau sudah siap? Ayo kita berangkat." Ajak Su Li Xia sembari berjalan masuk.
An An berlari menghampiri mommy nya dengan kedua tangan terangkat.
__ADS_1
"Mommy, ke mana kita akan pergi hari ini?"
Su Li Xia mengangkat tubuh An An dan mendudukkannya di atas lengan kirinya.
"Kau akan tahu saat kita sudah tiba." Jawab Su Li Xia sambil berjalan keluar dari kamar.
Ling memberi salam saat melihat Su Li Xia dan An An.
"Nona, Tuan Muda."
"Ling juga ikut?" Tanya An An bersemangat.
"Ya, Ling juga ikut dengan kita."
Su Li Xia menyerahkan An An ke tangan Ling. Mereka berjalan keluar dari apartemen dan masuk ke sebuah mobil putih milik Ling yang baru selesai di modifikasi.
"Aku penasaran dengan wajah kedua orang ini. Kenapa mereka sangat diam dan tampak sedikit... tidak bahagia?" Batin An An.
Su Li Xia duduk di belakang bersama An An, Limg menyetir mobil seperti biasanya.
An An melihat nama di batu nisan tersebut.
"Mom, nama ini mirip dengan nama Mommy." Ucap bocah itu sambil menunjuk ke arah tulisan di batu.
"Ya. Namanya cantik, kan?" Ucap Su Li Xia dengan senyuman tipis.
An An mengangguk, dia melihat foto di atas tulisan.
"Onti ini sedikit mirip dengan wajah Mommy."
Ling menyerahkan satu buket bunga krissan putih yang sudah ia persiapkan di pagi hari.
"An An, berikan bunga ini untuk Onti di depan." Ucap Ling sembari menyerahkan 1 tangkai bunga mawar kuning kepada An An.
"Baik, Mama Ling." Jawab An An.
__ADS_1
Dia mengambil bunga dari tangan Ling, berlutut di depan makam dan meletakkan setangkai mawar kuning di depan batu nisan.
Su Li Xia menurunkan tubuhnya, menatap foto di depannya dengan tatapan yang merindukan wajah tersebut.
"Sudah lama... Kakak!" Ucapnya sambil meletakkan buket bunga krissan di depan batu nisan.
"Kakak? Jadi Onti ini memang kakak dari Mom?" Tanya An An kepada Ling.
Ling merasa bingung harus bagaimana menjelaskan kepada An An jika makam itu adalah makam ibu kandungnya.
Su Li Xia menoleh ke samping, tempat An An berlutut.
"An An, dia adalah ibu kandungmu!" Ucap Su Li Xia secara langsung.
"Nona!"
Ling memanggil dengan wajah panik, dia takut An An akan kebingungan dan salah paham dengan kata-kata Su Li Xia.
"An An akan mengerti, dia juga pernah mengalami hal aneh yang sama dengan ku."
Su Li Xia mulai menjelaskan masa lalunya kepada An An. Ling berdiri memayungi kedua orang itu sambil menundukkan wajahnya, memperhatikan wajah An An yang tidak terlihat terkejut maupun kebingungan.
"Jadi... Mommy juga adalah ibu kandungku, dan Onti di sini adalah tubuh dari Mommy." Ucap An An mencoba memahami apa yang hendak disampaikan oleh Su Li Xia.
Su Li Xia mengangguk.
Sementara itu... Dari balik sebuah pohon yang berada di belakang makam. Seorang pria berdiri di sana sambil menguping pembicaraan An An dan Su Li Xia. Pria itu hendak berjalan keluar, namun langkahnya terhenti saat sang bocah melanjutkan pembicaraan mereka.
"Mom... Terima kasih sudah berkorban demi An An." Ucap bocah itu tersentuh saat mengetahui Su Li Xia dengan sengaja memilih kematian agar bisa melahirkan An An.
"Lalu, An An juga ingin menyampaikan sesuatu kepada Mommy."
An An menatap wajah Su Li Xia dan Ling secara bergantian.
"Sebenarnya, aku datang dari masa depan. 100 Tahun dari tahun ini. Aku dibunuh oleh istriku sendiri dan jiwaku terlahir kembali di dunia ini. Meskipun begitu, aku senang karena kau adalah Mommy ku." Ucap An An sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
^^^THE END^^^