
"Saat lahir, An An keluar dalam kondisi tidak bernapas. Dokter dan perawat mengatakan jika bayi yang kulahirkan sudah meninggal dalam kandungan. Tetapi saat aku memeluk tubuh kecil An An, tiba-tiba terdengar suara tawanya. Dia juga menggerakkan kaki dan tangan mungilnya."
Lu Xuan Cheng terkejut mengetahui jika An An pernah dinyatakan meninggal sebelum dilahirkan. Dia merasa bersalah terhadap Su Li Xia dan juga An An karena saat itu ia tidak berada di samping mereka.
"Sejak bayi, An An sepertinya mengerti semua yang kami katakan. Ling awalnya juga berpikir seperti itu, tapi akhirnya kami menganggap itu sebagai sebuah kebetulan saja. Sulit dipercaya jika bayi berumur satu bulan bisa mengerti semua kata-kata yang kami ucapkan."
Su Li Xia memikirkan kembali kenangan masa kecil An An yang penuh dengan keanehan dan terasa janggal. .
"Saat An An berusia 3 tahun, dia meminta komputer sebagai mainan. Aku berpikir jika An An hanya ikut-ikutan mengucapkan kata komputer yang pernah ia dengar. Siapa sangka, dia mulai menciptakan banyak alat-alat yang belum pernah ada sebelumnya dengan komputer yang ku berikan."
"Haaa...." Su Li Xia menghembuskan napas panjang.
"Meskipun aneh, aku bersyukur An An bisa melindungi dirinya sendiri sejak ia masih kecil."
Blup... Blub... Blub...!
An An yang nakal ternyata mendengarkan percakapan kedua orang tuanya melalui alat penyadap di kamar.
Dia menenggelamkan diri di dalam air sambil membuang napasnya.
"Ternyata Mommy peka terhadap keanehanku." Ucap An An dalam hati.
An An keluar dari bath tub, mengeringkan tubuhnya dan memakai baju piyama yang sudah di siapkan di atas meja.
Ceklek!
Melihat An An keluar dari kamar mandi, Lu Xuan Cheng dan Su Li Xia menoleh ke bocah tersebut.
An An berjalan mendekati Su Li Xia dan memeluknya dengan erat.
"Mom, terima kasih sudah melahirkan An An."
An An melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Lu Xuan Cheng.
"Daddy! Walaupun Daddy tidak membesarkan An An sejak bayi, tetapi An An senang memiliki Daddy yang hebat dan keren di dunia ini."
Deg!
__ADS_1
Su Li Xia tersentak saat An An menyebut jata "Dunia ini". Apa itu artinya ia pernah berada di dunia lain dan masih membawa ingatannya di dunia ini?" Tanya Su Li Xia dalam pikiran.
"An An, kamu..."
Belum sempat Su Li Xia menyelesaikan pertanyaannya, An An menganggukkan kepala.
"An An..."
"An An lapar, ayo kita makan!" Ajak bocah itu sebelum Lu Xuan Cheng bertanya lebih jauh.
Su Li Xia dan Lu Xuan Cheng saling bertatapan. Su Li Xia menggelengkan kepala, memberi isyarat agar tidak bertanya lagi jika memang An An tidak ingin menceritakan masa lalunya.
Lu Xuan Cheng berbalik menatap An An yang masih diam menunggu.
"Ayo kita makan bersama." Jawab Lu Xuan Cheng sambil mengangkat tubuh An An dalam gendongannya.
Mereka keluar dari kamar An An dan berjalan ke ruang makan. Saat melewati ruang tengah, Su Li Xia berhenti sejenak.
"Ada apa?" Tanya Lu Xuan Cheng saat menyadari Su Li Xia tidak mengikuti langkahnya.
Lu Xuan Cheng mengangguk dan meneruskan langkahnya, sedangkan Su Li Xia berjalan ke ruang depan.
"Nona! / Nyonya Muda!" Sapa Ling dan semua pengawal Lu Xuan Cheng yang berada di sana.
"Perketat penjagaan di sekitar An An! Ling, kau harus menemukan wanita gila itu secepatnya. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh An An lagi." Perintah Su Li Xia yang berdiri tegak di depan semua anak buahnya.
"Baik, Nona! / Baik, Nyonya!" Jawab mereka serentak.
George dan yang lainnya membubarkan diri sementara Ling mengikuti Su Li Xia ke ruang makan.
"Nona, apa yang ingin anda lakukan terhadap wanita itu?" Tanya Ling penasaran.
"Membunuhnya!" Jawab Su Li Xia tanpa berpikir lagi.
Ling berhenti berjalan, ia menatap punggung Su Li Xia yang semakin menjauh dari pandangannya.
Su Li Xia berhenti dan berbalik menatap Ling yanh terdiam di sana.
__ADS_1
"Kenapa? Kau terkejut?"
"Ya, saya memang terkejut karena ini pertama kalinya Nona mengatakan ingin membunuh orang."
"Seharusnya aku membunuhnya sejak dulu, dengan begitu An An tidak akan berada dalam bahaya."
"Nona..."
Ling menatap wajah Su Li Xia yang terlihat sedih dan menyalahkan dirinya.
Su Li Xia berbalik dan kembali berjalan ke ruang makan.
"Ayo jalan, An An sudah menunggu kita."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pranggg!
Brukkk!
"Aaaakkkkhhhhhhhhhh!"
Lu Cin He mengamuk di dalam kamar, ia mendapat laporan jika 4 anak buahnya meninggal di tembak oleh seorang wanita tak dikenal.
Dia mengamuk bukan karena kasihan ataupun merasa bersalah, tetapi polisi kini sedang mencarinya untuk dimintai keterangan. Sebab ke 4 korban tewas yang di temukan di taman bermain, diketahui bekerja untuknya.
"Pergi kalian semua!" bentak Lu Cin He di depan pengawalnya.
Kedua pria yang berhasil selamat dari kejaran Chen Han Nie segera kabur sebelum di pukuli oleh Tuan mereka.
"Berengsek! Tak ada satupun rencanaku yang berhasil!" Dasar orang-orang bodoh!" Umpat Lu Cin He dengan wajah merah padam.
Lu Cin He melihat sebuah foto yang tertancap paku di dinding kamarnya. Foto yang penuh dengan ribuan lubang. Foto dari Lu Xuan Cheng yang sedang tersenyum sinis dengan tatapan dingin.
"Semua karena kau, kau yang sudah menghancurkan hidupku! Aku akan membunuhmu... Aku akan mengambil semua yang berharga dari hidupmu!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1