
Su Li Xia berada di ruang kerjanya. Dia menatap laporan di depan meja namun pikirannya melayang memikirkan bisikan dari An An yang membuatnya sangat terkejut.
"Nona!" Panggil Ling ketika melihat Su Li Xia mencoret laporan dengan tulisan An An berulang kali.
Su Li Xia tersadar, dia melihat dokumen di depannya yang sudah penuh dengan nama An An.
"Maaf, sepertinya aku harus menambah pekerjaanmu karena aku sudah mengacaukan laporan ini." Ucap Su Li Xia dengan wajah menyesal.
"Itu bukan masalah, tapi... Apa yang sedang anda pikirkan?" Tanya Ling penasaran.
"Sepertinya kita harus menyelidiki kejadian tahun lalu di sekolah An An." Ucap Su Li Xia dengan tatapan dingin.
"Mommy... Sebenarnya, waktu itu ada orang yang menembak An An. Jadi An An melompat ke bawah untuk menghindar dari peluru itu."
"Apakah terjadi sesuatu dengan Tuan Muda?" Tanya Ling khawatir.
"Tidak, An An bilang seseorang menembaknya dari dalam kelas. Dia melompat karena melihat peluru mengarah ke arahnya."
"Bagaimana bisa? Tidak, Saat itu Tuan Muda masih 3 tahun. Siapa orang mau membunuh anak sekecil itu?" Tanya Ling dengan wajah terkejut.
"Aku akan membunuh orang itu!" Ucap Su Li Xia dengan wajah dingin.
Su Li Xia berdiri dari kursinya, dia berjalan keluar dari ruangan diikuti oleh Ling.
Sementara itu, An An sang bocah baru saja menemukan cara untuk membuat sinar X di alat pelacaknya. Dia mencobanya dengan bantuan dari Dokter Hanz dan Leona.
__ADS_1
"Hahaha... Ini sangat menyenangkan!" Seru An An bersemangat.
"An An, mau kau pakai di mana alat ini?" Tanya Dokter Hanz setelah mereka berhasil menciptakan alat pelacak yang An An inginkan.
"Tentu saja untuk memantau orang-orang jahat." Jawab An An dengan senyuman licik.
"Ckk... Padahal kau sendiri orang jahatnya!" Guman Dokter Hanz.
An An menerbangkan robot capung dengan sebuah alat pelacak di kaki robot. Dia membawa robot capung masuk ke dalam apartemen Lu Cin He lalu menempelkan alat pelacak itu di atas langit-langit kamarnya.
"Aku akan melihat apa yang dilakukan paman jahat ini setiap hari." Batin An An.
Lu Cin He kembali dalam keadaan mabuk bersama Qing Qing. Mereka baru saja pulang dari acara minum-minum bersama rekan kerja.
Sementara pria itu sudah mabuk dan dalam keadaan setengah sadar. Dia melihat Qing Qing sebagai wanita lain. Tanpa ragu, Lu Cin He membalas ciuman dari Qing Qing dan mulai melepaskan semua pakaiannya.
An An menutup kedua matanya dengan telapak tangan. Namun dia kembali mengintip saat mendengar suara-suara desahaan dari Qing Qing dan Lu Cin He.
"Apa ini caranya membuat adik bayi?" Gumam An An tanpa sadar jika dibelakangnya sudah berdiri seorang wanita dengan wajah memerah.
"Brakkk!"
Dokter Hanz menutup pintu kamar dengan kuat. An An terkejut dan langsung berbalik ke belakang.
"Le... Leona!" Ucap An An gugup dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
"Tuan Muda, sepertinya anda menyalahgunakan alat pelacak ini!" Ucap Leona dengan wajah datar.
"Jangan salah sangka, aku tidak sengaja melihat mereka." Ucap An An menjelaskan.
"Apapun alasannya, seharusnya anda mematikan alat perekam ini begitu mereka mulai melakukan hal memalukan."
Dokter Hanz baru saja tiba di ruangan, dia turut melihat adegan dewasa yang sedang live di layar monitor.
"Wow... Haruskah kita mengunggah ini ke media sosial?" Ucap Dokter Hanz dengan wajah bersemangat.
An An dan Leona saling menatap sesaat. Mereka tersenyum licik lalu memukuli punggung Dokter Hanz secara bersama-sama.
"Hei hentikan! Sakit... Sakit! Kenapa kalian malah memukulku?" Teriak Dokter Hanz sambil menghindar.
"Ide bagus. Mari kita lakukan!" Ucap An An sambil melompat dari kursinya.
Besok paginya, Lu Cin He dan Qing Qing menjadi berita utama di semua koran dan majalah, termasuk di media sosial. Mereka menjadi berita hangat yang menduduki peringkat pertama dalam pencarian.
Plakkk!
Qing Qing menampar wajah Lu Cin He yang masih tidur di sampingnya.
"Brengseeekkkk!" Umpat Qing Qing dengan suara tinggi.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1