Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 37


__ADS_3

"Inikah alasan dia bersikap dingin secara tiba-tiba? Dia berpikir aku hanya seorang wanita licik yang mencoba membunuh kakakku sendiri. Bagaimana aku harus menjelaskan semua ini kepadanya?" batin Su Li Xia.


"Kenapa kau terdiam? Apakah pertanyaan ini terlalu sulit untuk dijawab?" tanya pria itu lagi dengan rasa penasaran.


"Benar, ini sangat sulit untuk dijawab. Karena kau pasti tidak akan percaya dengan jawabanku." batin Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng tiba-tiba memeluk Su Li Xia, dia memejamkan kedua matanya lalu berkata kepada wanita itu.


"Jika sulit untuk dijawab, kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Meskipun aku tidak tahu alasan kenapa kau melakukan itu. Aku percaya kau tidak melakukannya dengan niat jahat. Maaf karena aku terlambat menyadari hal ini. Maafkan aku..."


"Dia... Percaya padaku?" batin Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng melepaskan pelukannya, dia meraih sebelah tangan Su Li Xia.


"Aku ingin menemui An An!" ucapnya sambil menatap bola mata hitam yang memantulkan cahaya dari lampu pijar.


Su Li Xia mengangguk


"Ayo masuk, aku akan membawamu ke kamar An An."


Keduanya berjalan bergandengan tangan, melewati lorong dan ruang-ruang gelap yang memiliki banyak jebakan. Hingga akhirnya tiba di sebuah ruangan luas yang mewah.


Lu Xuan Cheng lalu mengingat percakapannya dengan An An. Di mana dia mengira jika kehidupan yang dijalani oleh Su Li Xia dan An An serba kekurangn. Namun nyatanya, mereka tinggal di dalam rumah semegah ini. Lu Xuan Cheng benar-benar merasa malu karena telah ditipu mentah-mentah oleh bocah licik itu.


Dihiasi dengan kaca dan perhiasan kristal yang indah. Cahaya alami yang memancar dari langit-langit tinggi dan jendela-jendela besar memberikan sentuhan elegan pada ruangan yang luas ini.


Tercium aroma wangi bunga segar yang menyegarkan seluruh ruangan. Meja kecil dan meja utama di beberapa titik di lengkapi dengan vas yang berisi bunga-bunga mekar berwarna warni.


Lu Xuan Cheng memperhatikan beberapa lukisan terkenal yang sudah lama menghilang. Lukisan yang sekarang terpajang di beberapa tembok dinding ruangan.


"Kenapa lukisan-lukisan ini ada di sini?" tanya pria itu penasaran.


"Itu adalah koleksi Ibuku. Aku memindahkan lukisan itu ke tempat ini." jawab Su Li Xia ikut berdiri di depan lukisan.

__ADS_1


Pembicaraan pun terhenti, mereka kembali berjalan melewati sebuah pintu yang menuju ke kamar An An. Lu Xuan Cheng tampak heran dan bingung, namun ia juga takjub karena ternyata ruangan di dalam gudang yang terlihat kumuh dari luar ternyata sangat mewah di dalamnya.


Setelah melewati lorong dan banyak ruangan, mereka tiba di depan pintu kayu yang berwarna coklat tua. Keduanya berhenti berjalan, mereka menatap sebuah kertas yang tergantung di depan kamar.


Lu Xuan Cheng tersenyum ketika membaca tulisan yang tergantung di depan pintu.


"Dilarang masuk jika tidak membawa makanan enak!"


Su Li Xia memutar gagang pintu dan membuka pintu tanpa mengetuk.


"Ceklek!"


Dia masuk ke dalam, diikuti oleh Lu Xuan Cheng yang berjalan sambil memperhatikan sekeliling ruangan. Dia tampak terkejut ketika melihat banyaknya layar komputer yang berada di salah satu sisi kamar An An.


Bocah itu ternyata lupa mematikan layar komputer yang masih menampilkan ruangan gelap tempat Lu Xuan Cheng terkurung tadi. Pria itu segera mengetahui jika An An adalah pelaku yang sudah mempermainkannya tadi.


"Huft...!" Lu Xuan Cheng menghela napas panjang.


Malu sekaligus senang karena memiliki anak licik yang jenius. Dia kemudian menoleh, memandang ke atas tempat tidur. An An sedang memeluk bantal gulingnya yang sudah terlihat sedikit dekil karena termakan waktu.


Su Li Xia berjalan ke tempat tidur, dia duduk lalu mengecup pipi bakpao An An yang gembul. Wanita itu lalu menarik selimut untuk menghangatkan tubuh bocah itu.


"Mimpi indah, malaikat kecilku!" batin Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng memperhatikan wajah Su Li Xia yang tersenyum lembut, ekspresi yang sangat jarang di tunjukkan oleh wanita itu di depan umum.


"Aku sangat penasaran kenapa dia tega membunuh kakaknya? Tetapi, melihat senyuman yang bagaikan malaikat di wajahnya, aku yakin ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan dariku. Aku akan menunggu, menunggu sampai dia siap menceritakan semuanya kepadaku." batin Lu Xuan Cheng.


Lu Xuan Cheng mendekati tempat tidur, dia menurunkan sedikit tubuhnya lalu ikut mengecup pipi An An.


"Selamat tidur, bocah nakal!" ucapnya dengan suara berbisik.


Su Li Xia bangkit dari tempat tidur yang ia duduki, dengan suara pelan, ia mengajak Lu Xuan Cheng untuk meninggalkan kamar An An agar tidur bocah itu tidak terganggu.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar An An, Su Li Xia menutup kembali pintu kamar. Dia berbalik dan tanpa sengaja menabrak tubuh Lu Xuan Cheng yang berada di belakangnya.


Su Li Xia menoleh ke atas, menatap wajah pria di hadapannya yang juga sedang melihatnya dengan tatapan lembut.


"Sakit?" tanya pria itu sambil mengelus dahi Su Li Xia yang bertabrakan dengan dadanya.


Wajah Su Li Xia merona seketika, dia mundur selangkah dan menundukkan wajahnya yang tadi terangkat ke atas.


"Nggak sakit sama sekali!" jawabnya dengan suara gugup.


Lu Xuan Cheng tersenyum nakal, ia melangkah maju dan mendekati Su Li Xia.


Su Li Xia hendak mundur lagi, namun kakinya terhalang pintu kamar An An.


"Lihat mataku!" pinta pria itu dengan suara berbisik.


Su Li Xia mengabaikan permintaannya dan masih menundukkan wajahnya.


Lu Xuan Cheng mendekatkan bibirnya ke telinga Su Li Xia, dia kembali berkata. "Tolong tatap mataku!"


Hembusan napas dari Lu Xuan Cheng membuat Su Li Xia merinding geli. Dia menutup telinganya dengan sebelah tangan dan menelan air liurnya yang tiba-tiba banjir di dalam rongga mulut.


Karena tidak ada respon dari Su Li Xia, Lu Xuan Cheng mengangkat tangannya, memegang dagu wanita itu lalu mengarahkan wajahnya ke atas.


Keduanya saling bertatapan beberapa saat, wajah Lu Xuan Cheng mulai mendekat dan mendekat sampai bibirnya melekat di bibir Su Li Xia.


Jantung Su Li Xia berdegup kencang, napasnya mulai tak beraturan dengan wajah yang terasa panas dan memerah.


Sementara Lu Xuan Cheng terus menikmati bibir lembut milik calon istrinya yang terasa manis dan menggoda tanpa penolakan dari wanita itu.


Lu Xuan Cheng memindahkan bibirnya ke telinga dan leher Su Li Xia. Dia mencoba untuk membangkitkan gairah wanita itu sebab dirinya juga sudah terlalu lama menahan hasrat yang mulai tak terbendung.


Lu Xuan Cheng memasukkan sebelah tangannya ke dalam pakaian Su Li Xia, tangannya yang nakal menyelusup ke dalam tali pengait yang berada di belakang punggung wanita itu.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2