Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 34


__ADS_3

Peluru melesat dengan cepat ke arah Su Li Xia. Tanpa berpikir panjang, Lu Xuan Cheng segera melompat ke tubuh Su Li Xia dan menghadang peluru yang menerjang ke arahnya.


Su Li Xia terperanjat, dia bangkit lalu memeluk tubuh Lu Xuan Cheng yang tertembak di bagian punggungnya.


"Kau baik-baik saja? Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit!" ucap Su Li Xia dengan suara bergetar dan wajah cemas.


George berbalik ke belakang, dia menembak pria yang melukai punggung Tuan Mudanya. Pria itu langsung terjatuh setelah sebuah peluru menembus mata kanannya. George segera berhambur masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan Lu Xuan Cheng.


"Ha... Hahaha...!"


Suara tawa Lu Xuan Cheng terdengar di seluruh ruangan tersebut, dia merasa senang dan bahagia sebab di wajah Su Li Xia masih terlihat secercah perhatian dan kasih sayang untuknya.


Sementara ketiga orang di dekatnya merasa kebingungan dan heran sambil menatap pria itu.


"Tu... Tuan Muda!" ucap George dengan wajah gugup dan kebingungan.


"Apa dia jadi gila karena tertembak?" tanya Ling dalam pikirannya.


Sementara Su Li Xia masih menatap Lu Xuan Cheng dengan wajah cemas dan khawatir. Dia berharap dia bisa menggantikan Lu Xuan Cheng tertembak, dia tidak ingin dilindungi oleh laki-laki itu jika harus melihatnya kesakitan.


Matanya mulai berkaca-kaca. Air mata yang ia tahan tahan selama 5 tahun belakangan, akhirnya keluar dengan sendirinya begitu melihat wajah Lu Xuan Cheng yang sedang berada di dalam pelukannya.


Tawa Lu Xuan Cheng terhenti ketika butiran air dari mata Su Li Xia jatuh ke wajahnya. Dia menatap Su Li Xia lalu menghapus air yang membasahi pipi wanita itu dengan telapak tangan.


"Jangan menangis, aku baik-baik saja!"


Su Li Xia membalas tatapan dari Lu Xuan Cheng, dia memegang wajah pria itu lalu melontarkan sejumlah pertanyaan yang terus menjadi beban pikirannya selama ini.

__ADS_1


"Hei brengsek, kenapa kau melakukan itu?


Bukankah kau menginginkan kematianku?


Kenapa kau menghadang peluru itu untukku?


Kenapa 5 tahun yang lalu kau menyuruh George untuk menangkapku?


Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?


Tidak bisakah kau pergi dan lenyap saja dari kehidupanku dan An An?"


Lu Xuan Cheng tercengang mendengar pertanyaan dari Su Li Xia. Ia menatap George yang berdiri di samping lalu membesarkan bola matanya. Seakan bertanya kepada asistennya itu, "Apa yang sudah kau lakukan tanpa sepengetahuanku?"


George yang sedang menatap Lu Xuan Cheng segera menurunkan pandangannya. Dia menunduk lalu memikirkan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki semua kesalahannya.


George sungguh merasa bersalah, sudah lama ia menyimpan rahasia ini dari Lu Xuan Cheng. Namun saat ini, dia tidak bisa lagi menutupi kesalahan yang ia lakukan 5 tahun yang lalu. Laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk memberitahu rahasia yang telah dia simpan dari Tuan Mudanya.


"Apa yang kau katakan sekarang? Apa kau mencoba untuk menutupi kesalahan Bos mu?" tanya Su Li Xia setelah mengalihkan tatapannya ke arah George.


"Tidak Nona, itu semua benar-benar kesalahanku. Saat itu, Tuan Muda memintaku untuk mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mendaftar pernikahan. Tapi aku salah paham dengan perintah dari Tuan Muda dan akhirnya malah hampir mencelakakan Nona dan anak yang sedang berada di dalam kandungan Nona. Aku benar-benar minta maaf!" ucap George menjelaskan semuanya dengan wajah menyesal.


"Dia ingin menikah denganku? Ternyata, selama 5 tahun ini... Hanya kesalahpahaman belaka."


Su Li Xia kembali menatap wajah Lu Xuan Cheng, pria itu mengembangkan senyuman di bibirnya dengan tatapan yang lembut.


"Laki-laki ini, dia tidak pernah berniat untuk membunuhku. Semua hal buruk itu hanya pemikiranku sendiri, dan itu terjadi karena aku tidak mempercayainya. Aku yang bersalah karena terlalu menyimpan banyak kecurigaan terhadapnya." batin Su Li Xia.

__ADS_1


Su Li Xia mulai menangis lagi, namun kali ini ia menangis karena menyesali kebodohannya. Dia menyesal karena tidak mempercayai Lu Xuan Cheng yang ternyata berniat menikahinya. Dia menyesal karena tidak bertanya dengan jelas dan mempertahankan sikap keras kepalanya selama 5 tahun ini. Dia menyesal karena membuat An An kehilangan sosok seorang ayah dalam 5 tahun kehidupannya. Dan, dia menyesal karena telah membuat Lu Xuan Cheng menderita selama 5 tahun kepergiannya.


Wajah Su Li Xia tiba-tiba berubah tegang ketika ia mengingat jika pria itu tertembak saat melindunginya.


"Dokter... Ling! Cepat hubungi Dokter! Seka..."


Lu Xuan Cheng menutup bibir Su Li Xia dengan telapak tangannya. Dia tersenyum sambil menghapus air mata yang masih mengalir dari kedua sudut mata wanita itu.


"Tidak perlu memanggil Dokter, aku baik-baik saja." Ucapnya lalu berdiri dengan tegak dan kokoh di depan Su Li Xia.


Peluru yang melesat ke punggungnya ternyata mengenai liontin yang bergeser ke belakang. Lu Xuan Cheng melepaskan kalung yang dia pakai, dia menunjukkan liontin yang sudah hampir terbelah dua dengan sebuah peluru yang menempel di tengah-tengah liontin tersebut.


"Liontin ini sudah menyelamatkan nyawaku." ucapnya kemudian.


Su Li Xia mengenali liontin dan kalung yang dipakai oleh Lu Xuan Cheng. Itu adalah kalung miliknya yang tertinggal saat kabur dari apartemen. Dia tidak mengira jika pria itu akan mengambil kalung itu dan memakainya selama 5 tahun.


"Selama 5 tahun ini, tidak pernah ada hari di mana aku melupakanmu. Tidak pernah ada hari di mana aku tidak merindukanmu. Dan tidak ada hari di mana aku bisa tertidur dengan nyenyak setelah kehilanganmu." Ucap pria itu dengan wajah sedih.


"Su Li Xia, menikahlah denganku!" lanjutnya lagi sambil menggenggam kedua tangan wanita di hadapannya.


Lamaran dari Lu Xuan Cheng membuat debaran hati Su Li Xia kembali berdetak. Sudah lama ia membekukan hatinya karena kesalah pahaman terhadap pria di depannya.


"Kumohon, beri aku kesempatan sekali lagi untuk mencintaimu! Jadilah pengantinku, Ibu dari anak-anakku, istri dari Lu Xuan Cheng!" pintanya dengan wajah memelas dan memohon.


An An berdiri di balik pintu, ia mengintip sambil tersenyum bangga karena berhasil membuat kedua orang tuanya berbaikan.


An An berjalan perlahan agar tidak mengganggu Daddy nya, dia berjinjit hingga masuk ke ruang depan. Bocah itu lalu berjongkok di samping kursi, mengintip dan menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Mommynya.

__ADS_1


"Maaf, aku... tidak bisa menerima lamaranmu!" jawab Su Li Xia dengan tegas.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2