Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda S2
S2 Episode 26


__ADS_3

Ling mengambil alih kursi pengemudi, dia melacak lokasi An An dengan ponsel. Setelah mengetahui lokasi bocah yang mereka cari, Ling mengerutkan alis dan kening. Wajahnya berubah kesal karena An An berada di salah satu restoran fastfood.


Ling menginjak pedal gas, melajukan kendaraan beroda empat yang dia kemudikan menuju ke restoran tempat An An berada.


Sementara itu, sang bocah sedang menunggu makanan yang disiapkan oleh Gu Ching He untuknya di sebuah restoran fastfood. Seluruh restoran sudah di booking hanya untuk An An yang berkata ingin mencoba makanan di sana.


Gu Ching He membawa An An ke sebuah restoran fastfood yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia membeli semua stok makanan yang tersedia untuk hari ini lalu meminta kepada pelayan restoran agar melayani An An dengan baik.


Di depan An An, puluhan piring makanan yang berisi ayam goreng, kentang goreng, hamburger dengan berbagai macam jenis isian daging, dan beberapa gelas minuman bersoda tersedia di atas meja.


An An menatap makanan di meja dengan mata yang berbinar, dia menelan ludahnya beberapa kali karena tergoda dengan aroma dari makanan yang terlihat menggugah seleranya.


"Silakan di makan!" ucap Gu Ching He mempersilakan bocah di depan yang sudah terlihat kelaparan.


Tanpa malu-malu, An An mengambil ayam goreng yang berada di depan matanya. Dia mulai makan dengan lahap tanpa mempedulikan tatapan dari para pelayan dan juga Gu Ching He yang menatap An An dengan keheranan.


"Kau ini seperti tidak pernah makan saja!" tegur pria itu sambil tersenyum lucu melihat An An yang makan dengan kedua tangan dan mulut yang belepotan.


An An mengangkat wajahnya, dia melihat pria itu lalu menjawabnya. "Ini pertama kalinya aku makan ayam goreng!"


"Apa kau semiskin itu?" tanya Gu Ching He penasaran.


"Ohokkk...! Ohokkk...!" An An terbatuk-batuk begitu mendengar pertanyaan dari pria yang berdiri di depannya


Gu Ching He menggelengkan kepala, dia merasa kasihan melihat bocah di depannya yang memiliki kecerdasan luar biasa tetapi sangat miskin dan tidak pernah makan ayam goreng.

__ADS_1


Sementara An An terbatuk-batuk karena pertanyaan dari Gu Ching He membuat bocah itu tersedak makanan.


"Ling selalu memasak ikan salju, ikan salmon, lobster, abalon, dan berbagai macam seafood. Dia tidak pernah memasak makanan yang aku inginkan!Aku bahkan tidak pernah mencoba makan barbeque yang selalu muncul di drama korea. Malang sekali nasibku!" pikir An An.


Seorang pengawal berjalan mendekat, dia berbisik di telinga Gu Ching He.


"Aku akan ke sana sekarang!" ucap Gu Ching He kepada pengawalnya.


"Bocah, kau perlu pengawal?" tanya pria itu sebelum beranjak pergi.


"Emph... Emph...!" An An menggelengkan kepala sambil mengunyah makanannya.


Gu Ching He tertawa lucu melihat bocah yang menjawab pertanyaannya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Mulut bocah itu penuh dengan ayam goreng, membuatnya sulit untuk berbicara.


"Anak ini terlihat seperti tupai yang sedang menyembunyikan makanan di dalam rongga mulut! Benar-benar imut dan lucu sekali!" pikir Gu Ching He dengan senyuman di wajahnya.


An An menelan makanannya dengan cepat, ia lalu menyedot soda yang dicampur dengan es batu yang berada di atas meja.


"Tunggu sebentar!" ucap An An terburu-buru.


Gu Ching He berbalik menatap An An, dia lalu bertanya kepada bocah di depannya. "Ada apa?"


"Terima kasih, tapi aku tidak membutuhkan supir. Hehe..." ucap An An sambil tertawa.


"Terserah kau saja bocah! Aku pergi!" seru pria itu lalu berbalik badan dan melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Huhhh... Aku tidak akan membiarkan kau mengetahui alamat rumahku!" gumam An An yang kembali memasukkan ayam goreng ke dalam mulut mungilnya.


Setelah beberapa saat menikmati makanan yang sudah lama diinginkan olehnya, An An memanggil pelayan yang berdiri di sudut ruangan. Dia mengangkat sebelah tangannya, seorang pelayan langsung berjalan ke tempat duduk An An.


"Ada apa Tuan muda yang imut? Anda mau menambah lagi makanannya?" tanya pelayan wanita yang mengenakan pakaian seragam berwarna putih dengan pita merah melingkar di pinggangnya.


An An tersenyum manis, dia lalu bertanya kepada pelayan tersebut. "Kakak cantik, bolehkah An An membawa makanan ini pulang ke rumah untuk Mommy?"


"Tentu saja, semua makanan ini milik anda sekarang. Jadi anda boleh membawa semuanya. Akan saya bungkuskan sekarang! Mohon di tunggu sebentar." ujar pelayan dengan ramah.


An An senang karena bisa membawa pulang makanan yang masih tersisa banyak di atas meja. Namun beberapa detik kemudian, punggung bocah itu menggigil kedinginan.


"Ckkk...! Firasat buruk apa lagi ini?" pikir An An sambil memperhatikan sekeliling ruangan.


Sebuah mobil hitam berhenti di depan restoran. Pintu mobil terbuka, Ling turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam restoran.


Seorang pelayan berjalan menghampiri Ling.


"Maaf Nona, restoran sedang tidak menerima tamu. Silakan datang lagi besok!" ucap pelayan tersebut kepada Ling.


"Aku datang untuk membawa pulang Tuan Muda kami yang berada di dalam. Menyingkirlah!" ketus Ling dengan wajah kesal.


An An mendengar suara Ling, kini dia mengetahui alasan punggungnya yang tiba-tiba terasa dingin.


"Aduh... Mati aku!" gumam An An sambil menepuk pelan keningnya.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2