Hitam Putih Kita

Hitam Putih Kita
Rencana Penyelamatan Diri


__ADS_3

Elisa dan Lorenzo sudah berpakaian rapi dan tentunya sebelum ini Lorenzo tetap menjahili Elisa.


Pagi-pagi sudah membuatku kesal. Elisa teringat lagi saat Lorenzo menimpa sebelah kaki Elisa dan menyuruhnya memijatnya sampai tangan Elisa keram lagi.


Pak Sam sudah menunggu di bawah untuk menyambut mereka.


"Selamat pagi Tuan Muda dan Nona Muda," menundukkan kepala, Lorenzo hanya mengangguk sedikit.


"Selamat pagi pak Sam," Elisa tersenyum membalas.


Orang ini pagi hari disapa bukannya menjawab. Menatap tajam Lorenzo dari belakang.


"Nah ini baru pengantin baru, selamat pagi," sapa Carl tersenyum yang duduk di kursi tuan besar dan Elena duduk di sebelahnya.


"Selamat pagi Ayah, Ibu," sahut Elisa tersenyum. Lalu dia berdiri di samping Lorenzo yang duduk di kursi yang sudah di tarik pak Sam tepatnya di depan Nyonya besar.


Ooh jadi ini aturan posisi duduk mereka.


Lorenzo mendongak. "Apa yang kau lakukan? Duduk di situ," menunjuk kursi di sampingnya.


Eh apa boleh....


Melihat tatapan keluarga itu yang bermacam-macam ekspresi. Carl yang menyambutnya ramah, Elena yang ekspresi wajahnya tidak bisa dibaca dan tentu Lorenzo dengan tampang datarnya itu.


Okee Elisa inilah kehidupan barumu kau harus menyesuaikan. Menarik napas panjang.


Lalu mereka memakan sandwhich yang sudah disediakan pelayan dan minuman.


Carl meletakkan makanannya dan menoleh ke arah Elisa dan Lorenzo yang sedang makan. "Ayah harap bisa segera cepat menggendong cucu."


Uhuk uhuk


Elisa tersedak dan langsung meminum beberapa teguk air dan menepuk-nepuk dadanya. Lorenzo mematung dan sekejap meletakkan makanannya lalu meminum sebelum menjawab pertanyaan Ayahnya.


"Ehm iya Ayah," Elena melirik mereka berdua.


"Ooh jadi kau benar-benar mencintainya ya Renzo? Ibu pikir itu hanya gurauan saat kau mengatakannya di taman," menyeruput jus kesukaannya.


Hah? Apa? Elisa langsung menoleh ke arah Lorenzo, Dia memalingkan wajahnya.


Sepertinya itu bohong Nyonya! Mana mungkin anak anda menyukai saya yang jauh berbeda di bawahnya. Oke aku akan mulai rencana penyelamatan diri hari ini.


Sarapan pagi sudah selesai dan Stefan sudah sampai dan menjemput Lorenzo.


"Ini tas Anda hati-hati," menyerahkan tas Lorenzo dan menunduk. Lorenzo menyambut tasnya berjalan keluar.


Eh tunggu aku butuh izin darinya kan untuk keluar mansion?


"T-tunggu," Lorenzo menoleh. "Apa hari ini saya boleh keluar mansion sebentar?"


"Hem tidak, kau tahu kan kondisimu sekarang?" mengingatkan Elisa bahwa dia sedang mengandung dengan usia kandungan yang masih muda.


"Saya janji hanya sebentar saja, saya ingin bertemu dengan sahabat saya Alexa," menyatukan tangan memohon.


"E..ehm baiklah sudah, tapi kau akan ditemani oleh salah satu bodyguard. Dan tidak ada penolakan."


Elisa mengangguk yah lebih baik seperti itu daripada tidak diberikan izin sama sekali. Lalu Elisa berjalan cepat menuju kamarnya dan memakai model baju sehari-harinya memakai kaos putih, celana jeans dan outer rajut berlengan panjang. Tentunya itu semua baju yang disediakan oleh sekretaris Stefan dan hanya menyesuaikan dengan selera Elisa.


Setelah selesai berpakaian ulang Elisa mengirim pesan kepada Alexa.


Alexa bisa ketemuan sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan.


Alexa membalas. Jam 8 di kafe biasa.

__ADS_1


Elisa melihat arah jam yang sebentar lagi mengarah ke jam 8 bodyguard yang Lorenzo sebutkan sudah menunggu di bawah. Kira-kira umurnya sekitar 23 tahun hanya lebih muda beberapa tahun dari Elisa tapi dia sudah hidup disiplin seperti ini. Pasti dia berjuang sangat hebat kan.


"Mari Nona," mempersilahkan Elisa berjalan di depannya lalu mengarahkannya ke garasi mobil. Elisa terkejut baru pertama kali dia melihat koleksi mobil sebanyak ini dan edisi terbatas, karena Dia hanya sering melihat Lorenzo menggunakan mobil silver dan hitam. Tapi lebih sering lagi adalah Dia selalu dijemput Stefan.


Elisa memasuki mobil warna putih yang dikemudikan oleh bodyguard itu. Sesampainya di depan kafe.


"Eh bisakah Anda menunggu di mobil saja Pak?" tanya Elisa.


Bodyguard muda itu menggeleng. "Tidak Nona, Tuan memberi saya perintah untuk menjaga Anda jadi saya harus terus berada di dekat Nona."


"Baiklah, apa Anda bisa duduk di pojok saja? atau agak menjaga jarak dengan saya, lebih tepatnya dengan teman saya karena mungkin dia akan sedikit terganggu."


Bodyguard itu pun mengangguk. "Baik Nona," Elisa masuk ke dalam kafe dan menunggu Alexa sebentar. Tidak lama setelah itu Alexa datang dan berjalan menuju Elisa dia berhenti sekejap melihat seseorang setelan hitam di pojok kafe yang sedang minum sebuah parfait. Elisa menarik ujung baju Alexa menyuruhnya duduk.


"Tuan Lorenzo yang menyuruhnya menjagaku," ucap Elisa.


Alexa menutup mulutnya. "Wah tuan Lorenzo perhatian sekali denganmu?" Duduk di depan Elisa. "Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"


Elisa menoleh ke belakang memastikan posiss bodyguard itu tidak bisa mendengar suaranya.


"Mendekat," Alexa memajukan salah satu telinganya.


"Aku berpikir untuk membuka sebuah toko apa kamu punya saran aku harus menjual apa?" tanya Elisa.


"Hah kenapa kau mendadak ingin berbisnis?" Elisa langsung menutup mulut Alexa.


"Sst jangan besar-besar, kita tidak tahu kan suatu saat aku akan dibuang tuan Lorenzo saat sudah melahirkan? Kamu orang sepertinya tidak ada pacar? Jadi aku ingin memanfaatkan waktu tersisa untuk menyelamatkan hidupku di masa depan, tentunya dengan anakku minimal aku punya sebuah apartemen untuk kami bersama."


"Apa kau pikir tuan Lorenzo akan membiarkanmu melakukan itu? Dia pasti berpikir kau akan mempermalukan Presdir Elioztan Group," Elisa menggeleng.


"Masa? Apa kamu pikir orang lain akan menganggapku istri dari Lorenzo Elio? Sang Presdir Elioztan Group saat ini?" memperlihatkan setelan bajunya.


"Hmm maaf sepertinya tidak, tapi kalau dilihat-lihat lagi baju mu bermerek semua ya..., hmm," memegang dagunya.


"Oke sih keputusan bagus untuk membuka toko, sepertinya usaha bouqet dan lilin aroma terapi buatan tangan sedang tren saat ini, bukankah kau sangat ahli membuatnya?"


"Hmm kamu benar, aku juga menyukai bunga," Elisa menoleh ke belakang. "Apa kamu ada waktu menemaniku melihat-lihat toko kosong yang strategis untuk usahaku? Dan membeli bahan-bahan yang lain?"


Melihat jam di tangannya. "Sepertinya hanya cukup menemanimu menemukan toko yang strategis, belanjanya kita lakukan besok?"


Elisa menggigit jarinya. "Alexa apa tidak bisa jika sore? Aku tidak ingin meminta izin lagi dengan tuan Lorenzo, jika dia curiga bagaimana?"


"Serius dia akan menghukummu? Baiklah sore jam 3 ya. Tapi...," menoleh bodyguard itu. "Apa dia tidak akan memberitahu tuan Lorenzo?"


"Aku akan memohon kepadanya untuk merahasiakan ini, aku akan berusaha. Janji."


Alexa mengangguk. "Jadi ayo," mereka baru saja berdiri tapi saling menatap. Mereka mau menaiki apa? Bodyguard itu pun berjalan menuju Elisa.


"Nona ingin ke mana?"


Elisa menoleh Alexa yang di sampingnya. "Saya ingin pergi bersama teman saya, Dia ingin membeli sebuah toko yang strategis saya ingin ikut bersamanya," bohong Elisa.


"Baik Nona, akan saya antar," Elisa memasang senyum tipis kepada Alexa, lalu Alexa mengangguk.


Lalu mereka menaiki mobil. Alexa dan Elisa duduk di kursi penumpang.


"Lalu Alexa..., kamu ingin mencari tokonya di mana?" menyenggol lengan Alexa.


"Oh ehm itu di mana ya? Apa kau punya saran?" Alexa dan Elisa masih saja membicarakan itu sampai hampir sepuluh menit mereka pun diam saat bodyguard muda itu bersuara.


"Nona," penglihatan Elisa langsung fokus kepada pemuda itu. "Apa saya boleh memberikan saran?" lanjutnya.


Alexa mengangguk kepada Elisa syarat menyuruhnya untuk setuju. "Boleh."

__ADS_1


"Ada beberapa toko kosong di sebelah universitas kota mungkin di sana cukup strategis karena banyak orang berlalu lalang," ucapnya sambil fokus menyetir.


"Oke coba ke sana saja," balas Elisa.


Sesampainya di sana Elisa melihat ada beberapa toko kosong yang sederhana bertingkat dua lalu dia berjalan ke arah toko yang berdekatan dengan universitas kota, mungkin jaraknya hanya dua puluh meter lalu belok kiri.


"Apa kamu punya kontak pemilik toko ini?" toleh Elisa kepada bodyguard itu.


"Tentu Nona apa Anda ingin saya menghubunginya?"


"Tidak perlu, teman saya yang akan membeli jadi lebih baik dia saja yang menghubungi," Alexa yang ditunjuk mengangguk-angguk saja.


"Alexa ini nomornya ayo kita hubungi dulu, kami permisi dulu ya," ucap Elisa menggaet tangan Alexa lalu pergi menjauh beberapa meter dari bodyguard itu, tapi keberadaannya masih dalam pandangan pria muda itu.


Elisa pun mencoba menghubungi kontak itu lalu terhubung.


"Halo?"


"Selamat pagi Tuan," sapa Elisa.


"Ya, ada apa? Anda menghubungi kontak ini pasti ingin membeli toko saya ya?" tebaknya.


"Ah iya betul Tuan, apa anda bisa menyewakannya kepada saya?"


"Jika anda setuju dengan harganya maka akan saya berikan."


"Kalau boleh tahu berapa ya Tuan?"


Pemilik toko menyebutkan harga selangit membuat mata Elisa melotot.


"Apa tidak bisa Anda mengurangi harganya?"


"Baik akan saya kurangi, berhubung toko itu tidak ada yang mau membelinya."


Pemilik toko itu pun menyebutkan harga yang sudah dikuranginya dan membuat Elisa lega karena uangnya cukup untuk membeli toko itu dan sisanya untuk perlengkapan di dalamnya.


"Kapan Anda akan mulai menggunakannya?"


"Apa bisa kalau hari ini?"


"Oh iya-iya bisa saya akan segera mengirim orang untuk membersihkannya," ucap pria itu senang.


"Uangnya akan saya transfer saat orang kebersihan Anda datang."


"Baiklah saya akan mengirim no rekening saya."


"Baik Tuan terima kasih."


Kesepakatanpun berhasil dan sekarang adalah tentang bodyguard itu.


"Alexa Tuan pemilik toko setuju menjualnya kepadaku!" ucap Elisa sedikit berteriak.


"Oke..., lalu dia bagaimana?" menunjuk bodyguard itu.


"Aku akan memintanya membantu membersihkan toko hehe," Elisa tersenyum.


"Baiklah, ohh sudah waktunya aku harus kembali. Kita ketemuan lagi pukul 3 sore." Alexa melambai dan menaiki sebuah taxi.


"Iya hati-hati!"


Oke! sekarang waktunya bersih-bersih, sayang kamu harus kuat dan menyemangati Ibu ya. Sambil mengelus perutnya


Halo hai semuaa hehe selamat membaca yaa💖🙆‍♀️

__ADS_1


__ADS_2