Hitam Putih Kita

Hitam Putih Kita
Aksi Menyeludup


__ADS_3

Di rumah sebelah Lea, Elisa dan Tori sudah duduk nyaman di sofa sambil melihat layar laptop. Yap hari ini adalah pengumuman kelulusan masuk universitas. Pengumuman akan di publik saat pukul 15.00 dan masih tersisa 20 menitan lagi sampai waktunya tiba.


"Nona, saya akan membuat jus dulu. Tolong tunggu sebentar." Tori berdiri menganggukan kepala lalu berjalan ke arah dapur.


"Kak bagaimana jika aku tidak lulus di semua jurusan yang kupilih?" tanya Lea gelisah pada Elisa.


Elisa merangkul pundak Lea. "Kamu pasti lulus, ada Kakak di sini. Jika kamu tidak lulus tidak apa-apa, masih ada universitas yang bagus kan? Tapi Kakak yakin kamu pasti akan lulus."


Lea mengangguk tapi tetap saja, rasa gelisah, cemas, takut, khawatir bercampur aduk alih-alih menggerakkan mouse laptop dan memantau website pengumuman.


"Nona minum dulu." Tori meletakkan tiga gelas jus alpukat di meja.


Elisa mendongak dan tersenyum. "Terima kasih ya, Victoria."


"Iya Nona, emm Nona...," panggil Tori sambil memegang leher belakangnya.


"Iya ada apa?" tanya Elisa halus.


Tori melihat kanan kiri sambil tersenyum-senyum tipis. "Itu...anda bisa memanggil saya dengan nama 'Tori' itu lebih nyaman Nona hehe," tidak seperti yang dibayangkan Tori, Elisa malah senang.


"Tentu! Baiklah Tori, aku juga berpikir jika aku memanggilmu Victoria bukankah itu terlalu formal? Kamu di sini kan untuk menjadi temanku," tersenyum lebar.


Woah Nona anda tambah cantik saat tersenyum seperti itu, pantas saja Tuan betah di kamar seharian kemarin!


"Iya Nona terima kasih," lalu Tori juga duduk di sebelah Lea karena website pengumuman sudah dibuka dan sudah merilis kelulusan mahasiswa baru tahun ini.


"Kak...," lirih Lea saat detik-detik ia mengetik submit atas nomor ujian miliknya.


Layar laptop pun loading Lea menutup matanya dengan kedua tangan.


"Lea coba lihat dulu," ucap Tori.


"Aku pasti gagal kan?" Lea menangis.


"Lihat dulu Lea." Elisa menurunkan tangan Lea.


"Haaah!" wajah Lea sangat menunjukkan ekspresi terkejut. "Aku lulus?" Elisa dan Tori hanya mengangguk.


"Ini pasti bohong," tidak percaya.


Elisa menggelengkan kepalanya. "Kan, kamu pasti lulus selamat ya Adikku tersayang." Elisa memeluk Lea.


"Selamat ya Nona Lea," ucap Tori sambil memegang tangan Lea.


"Hiks hiks...tidak kusangka haaaa," Lea terus mengelap air matanya yang terus jatuh. Meski dia tinggal di desa yang jauh dari kota, namun itu tidak membuat rasa ingin belajarnya turun. Selama berbulan-bulan ia fokus belajar demi masuk universitas yang diimpikannya.


"Kakak akan memberitahu Tuan Lorenzo, dia pasti bangga padamu." Elisa tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah! Semangat Lea, aku harus menyelesaikan dokumen pendaftaran ulang dulu. Mungkin aku akan sering keluar rumah, tapi tidak apa-apa. Jika Tuan Lorenzo berbicara sesuatu tentang itu, Kakak katakan saja jika aku akan pergi sendiri dan tidak usah khawatir."


Elisa mengangguk. "Kalau begitu Kakak dan Tori kembali ke mansion dulu, sebentar lagi Tuan Lorenzo pulang. Kamu selesaikan dulu saja yang harus diurus ya."


"Oke Kak siap," mengangkat ibu jarinya.


Elisa dan Tori pun pergi dan kembali ke mansion.


...----------------...


Sementara di Elioztan Group


"Tuan ini data pembangunan danau." Stefan memberikan sebuah ipad data statistik.


"Letakkan saja."


"Baik Tuan. Lalu mengenai tindak lanjut ZLaurent, saya dan Victoria malam ini akan melakukan eksekusi terakhir kami untuk mendapatkan data akhir yang akan menjadi bukti penting. Mungkin ini tidak mudah tapi saya pasti akan mendapatkannya," ucap Stefan serius menatap Lorenzo.


"Jika sulit maka aku akan ikut bersamamu dengan penjaga yang terlatih di militer." Lorenzo menatap Stefan lalu kembali menulis.


"Tidak perlu Tuan, anda adalah orang terpenting di sini jika terjadi sesuatu pada anda itu akan berakibat fatal. Tindakan ini hanya bisa dilakukan saya dan Victoria, karena kami akan menyelinap masuk ke perusahaan gelap tempat Zaki melakukan pertemuan nanti." Stefan berhenti sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya dan menghela napas.


"Haaa, dan mungkin untuk beberapa hari kedepan saya dan Victoria tidak bisa bekerja seperti biasa. Lalu Nona harus dijaga oleh bodyguard. Maafkan saya." Stefan menundukkan kepalanya


Lorenzo menghentikan aktivitasnya. "Hmm, kembalilah dengan selamat dan cepat. Aku sendiri yang akan menjaga Elisa. Ingat keselamatan yang utama, aku tidak peduli dengan apapun."


Stefan langsung membungkuk. "Terima kasih Tuan, saya pasti akan melaksanakan tugas saya dengan baik."


...----------------...


Sampainya di mansion seperti biasa Elisa menyambut kepulangannya dan mengikutinya ke kamar, Lorenzo duduk dan melepaskan sepatu dan juga vest miliknya.


Elisa meletakkan tas kerja di samping Lorenzo dan berdiri di sampingnya.


Lalu Lorenzo mendongak. "Kenapa kau berdiri, duduklah."


Elisa duduk di depan Lorenzo. "Tuan," panggil Elisa.


"Hmm?"


"Saya ingin memberitahu anda, Adik saya lulus menjadi mahasiswa baru di universitas kota." Elisa sambil melirik-lirik Lorenzo.


"Oh benarkah?" Elisa mengangguk. "Dia harus diapresiasi, kau tahu tidak mudah untuk lulus ujian tertulis di sana. Sampaikan selamat dariku untuknya."


"Baik Tuan." Elisa menundukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Lalu untuk beberapa hari kedepan, kau harus terus bersamaku." Lorenzo sambil melepaskan dasi dan kemejanya.

__ADS_1


Elisa menutup matanya sejenak karena kaget. "Maksud anda Tuan? Bukankah saya memang bersama dengan anda."


"Bukan begitu dasar, kau harus ikut ke mana pun aku pergi. Tidak terkecuali. Jadi mulai besok kau harus pergi denganku ke perusahaan, karena asistenmu akan pergi dengan Stefan beberapa saat."


"Tori? Kenapa ada apa dengannya? Dia menjaga saya dengan baik, tolong jangan usir dia." Elisa cemas dengan ekspresi khawatir.


"Argh," gumam Lorenzo sambil memegang rambutnya. "Dia baik-baik saja, ya intinya seperti itu."


"Benarkah?" tanya Elisa lagi dan Lorenzo hanya mengangguk.


"Lalu sampaikan juga pada adikmu, aku akan mengurus semua keperluan kuliahnya. Dia akan di antar supir saat kuliah nanti," lanjut Lorenzo.


"Hmm Tuan, mengenai itu. Lea bilang jika dia tidak ingin merepotkan siapapun jadi dia ingin melakukannya sendiri."


"Aku akan memikirkannya," balas Lorenzo. Tidak mudah untuk membiarkan seorang gadis melakukan berbagai hal sendiri di tengah berbagai isu di kota mengingat bahwa Lorenzo juga memiliki sepupu perempuan yang sudah seperti adik kandungnya sendiri.


Lalu setelah itu Elisa membantu Lorenzo seperti biasanya lalu mereka turun ke bawah untuk makan malam.


...----------------...


"Aku menunggu di depan gerbang. Bersiaplah 10 menit, cepat.


Stefan mengirim pesan pada Tori, karena malam ini seperti yang dibicarakan Stefan dengan Lorenzo bahwa dia dan Tori akan menyelinap masuk ke perusahaan gelap yang mana Zaki akan melakukan pertemuan dengan orang-orang di sana.


"Apa anda gila? Haa saya tahu anda orang yang seperti ini. Baiklah saya akan cepat." Balas Tori.


Stefan hanya membacanya dan memilih menunggu di atas motornya. Yap untuk melakukan aksi menyeludup ini memakai motor adalah pilihan yang tepat, selain tidak mencolok menggunakan motor adalah hal yang lazim untuk kehidupan malam hingga mudah berbaur dengan yang lain.


Tori di dalam kamarnya bersiap dengan gesit, membawa tas ransel dan berbagai alat yang digunakan untuk menyeludup. Seperti tali, jam tangan digital, kompas, kaca mata deteksi laser, teropong dan lainnya. Setelah siap dengan setelan serba hitam lalu bergegas berjalan cepat keluar mansion.


"Anda ingin ke mana?" tanya para penjaga depan.


"Ah itu saya," tiba-tiba Stefan datang mengendarai motornya.


"Dia akan pergi bersama saya," ucapnya.


Woaah. Dalam hati Tori, ia tidak menyangka bahwa pria yang menurutnya sangat sulit ditebak itu memiliki selera motor yang keren.


"Ah Tuan Stefan, maaf saya tidak tahu," balas penjaga itu.


Stefan hanya mengangguk. "Naiklah," menolehkan kepalanya ke belakang.


"Naik ke mana." Tori menatap Stefan.


"Apa kau kolot?" balasan Stefan membuat Tori kesal, lalu ia mendekat dan duduk di belakang Stefan.


"Tas mu," tangan Stefan menjulur ke belakang. Lalu Tori memberikan tasnya dan diletakkan Stefan di depannya.

__ADS_1


Aksi menyelinap mereka pun dimulai.


Hai semuaa apa kabar? Nantikan terus yaaa, Stefan sama Tori otw nihhh😁🤭🤭💚


__ADS_2