
Sudah beberapa hari sejak Lorenzo tidak menunjukkan gejala sindrom couvade lagi yang artinya dia sudah bersikap seperti biasa kepada Elisa, semenjak kejadian di kantor karena bento itu Elisa selalu menjaga jarak dari Lorenzo dan tidak melakukan hal yang membuatnya sendiri terjebak. Pagi ini seperti biasa Elisa melakukan tugasnya sebagai istri definisi Lorenzo.
"Ambilkan air," setelah berpakaian rapi dan siap berangkat ke kantor. Elisa mengambilkannya air minum yang jelas ada di depannya sendiri. Sikap Lorenzo yang seperti biasa ini membuat Elisa merasa lega.
Seperti ini lebih baik.
"Kau bekerja hari ini?" tanya Lorenzo.
"Iya Tuan."
"Aku akan mengantarmu," Elisa langsung berjalan dan berdiri di depan Lorenzo.
"T-tidak perlu Tuan saya juga biasanya diantar sopir ke sana."
"Kau menolakku?" berdiri dan berjalan mendekati Elisa hingga Ia terpojok di dinding.
Elisa terpejam. "Maaf Tuan!" ucapnya berteriak.
Sebuah tiupan dirasakan di dahi Elisa dan dia membuka mata. Lorenzo tersenyum mengejek yang jika diterjemahkan artinya 'dahimu memang lebar ya' lalu Ia berbalik dan berkata. "Ikut denganku."
Bukannya dia sendiri yang tidak mau jika orang lain tahu aku Istrinya? Kenapa sekarang jadi seperti ini aaaa, padahal di toko suasananya sudah stabil.
Elisa terdiam sampai saat Lorenzo menoleh kebelakang barulah Elisa mengikutinya dan berjalan kebawah untuk sarapan.
"Kalian pergi bersama?" tanya Ayah saat semua sudah selesai makan.
"Hmm," balas Lorenzo.
"Lalu Elisa, jangan lupa kelas yoga nanti sore, Ibu akan menjemputmu."
Elisa mengangguk. "Iya Ibu.
Kelas yoga wanita hamil itu bagaimana ya. Pikir Lorenzo.
"Jam berapa kau pulang?" tanya Lorenzo.
"Sekitar jam 3 sore," Lorenzo tidak menjawab dan hanya mengangguk, lalu mereka berdua berangkat saat Stefan masuk dan menyapa mereka.
Di dalam mobil tidak ada suara hanya ada suara mesin mobil dan efek getaran dari gerakan mobil itu sendiri, semua berubah saat Lorenzo berbicara.
"Di mana tokonya?" Stefan hanya melihat dari kaca spion karena Ia menjadi sopir dan duduk paling depan.
"Jalan nomor 2 dekat universitas kota," lalu Stefan langsung dengan mudah menemukan toko Elisa tentunya karena Dia sudah hapal semua jalan.
Sampainya di depan toko, Lorenzo juga ingin masuk tapi di cegah Elisa. "Tuan semua pegawai saya menginap dan sepertinya mereka semalam menginap di sini jadi itu bisa membuat Anda tidak nyaman maafkan saya," ucap Elisa membungkuk.
Lorenzo meliriknya dan langsung berbalik. "Jam 3 akan ku jemput."
"Tapi saya akan mengikuti kela-"
"Aku akam bicarakan itu dengan Ibu," lalu Ia menaiki mobil dan pergi ke kantor bersama Stefan.
__ADS_1
Saat Elisa memasuki toko Ia disambut dengan wajah penuh selidik dari kedua gadis yang bekerja di tokonya, Livia sedang di kampus jadi dia belum datang.
"Hmm Nona siapa tadi?" tanya Sofi mendekatkan wajahnya.
Menjauhkan wajah Sofi dengan tangannya. "Bukan siapa-siapa."
"Laki-laki tinggi nan tampan dan sangat perhatian dengan Nona itu bukan siapa-siapa? Tidak bisa dipercaya Nona," sahut Rufi menimpali dengan melipat kedua tangannya.
Elisa berjalan melewati mereka. "Berhentilah kalian berdua, itu bukan siapa-siapa saya. Sudah kita harus bekerja," ucapnya sambil berjalan menaiki tangga.
Mustahil, apa iya tuan Lorenzo perhatian denganku? Itu hanya pandangan mereka saja. Berjalan menutupi sebelah wajahnya dengan senyum tipis.
Elioztan Group
"Stefan aku pulang jam 3," ucap Lorenzo saat Stefan baru saja masuk ke ruangannya.
"Iya baik Tuan," meletakkan sebuah teh hangat di meja Lorenzo.
"Aku ingin menemani Elisa di kelas yoga."
Iya Tuan anda bisa melakukan semua hal yang anda inginkan karena ini perusahaan anda.
Stefan mengangguk. "Baik Tuan."
Lorenzo mengetik sebuah pesan yang tertuju pada Ibunya sendiri.
"Aku akan menjemput Elisa," isi pesan pesan yang singkat.
"Baiklah."
Jam menunjukkan pukul 14.30 Elisa berjalan membuka pintu saat pintu toko berbunyi, dan membuka pintunya.
"Tuan Lorenzo?" sedikit terkejut dan hampir menutup pintu lagi Elisa memastikan jika penglihatannya ini tidak salah.
Lorenzo mengernyit. "Ada apa?" Elisa menutup pintu dan memilih keluar untuk berbicara dengan Lorenzo.
"Ah itu ini kan belum jam 3 Tuan?" sambil melihat jam tangannya.
"Kenapa? Toko ini milikmu bukan?" Elisa mengangguk. "Kalau begitu ayo pergi."
Elisa menarik ujung jas Lorenzo. "Tapi kelas yoga-nya jam 4 baru mulai Tuan"
Lorenzo berbalik. "Lalu saat kau pergi dengan Ibu,1 jam kau habiskan untuk apa?"
"Itu...saya menemani Ibu jalan-jalan dan belanja," melihat ke arah lain. Lorenzo memegang lengan Elisa dan masuk ke dalam mobil.
"Tuan tas saya masih di sana," melihat dari jendela pemandangan toko yang sudah agak jauh.
"Aku akan membelikan yang baru."
Bukan seperti itu! Di sana banyak barang penting Anda tahu.
__ADS_1
Elisa diam saja dan tidak membalas lagi karena percuma saja mengatakan hal yang biasanya merepotkan bagi orang lain, tapi bagi pria ini jika mengalami hal yang sama tinggal beli, buat seperti sebelumnya.
Stefan menghentikan mobil di parkiran sebuah mall, dan Lorenzo berjalan di depan Elisa dan Stefan. Saat mereka masuk betapa terkejutnya Elisa melihat setiap pegawai di toko berbeda menunduk hormat dan menyapa mereka.
"Selamat datang, Anda ingin membeli apa?"
"Tuan apa kabar?"
"Selamat sore Tuan semoga Anda selalu sehat," dan sapaan sejenisnya namun yg di sapa tidak bergeming dan berjalan menyusuri setiap sudut mall, Elisa membalas sapaan mereka dengan mengangguk kilat karena Lorenzo berjalan dengan langkah besarnya. Lalu Lorenzo berhenti.
"Hmm, kau ingin beli apa?" tanyanya sambil berbalik menghadap Elisa yang di belakangnya.
Elisa menoleh kanan ke kiri. "Ah em saya?" menunjuk dirinya.
Lorenzo meniup dahi Elisa. "Stefan kau ingin belanja?"
"Tidak Tuan," Ia melirik Elisa dan berjalan lagi.
"Nona, Anda juga tidak pernah menggunakan kartu rekening dari Tuan. Jadi sekarang Anda hanya perlu memilih," ucap Stefan.
Elisa mengangguk, Dia sudah lelah menghadapi pria di depannya ini yang selalu bisa membuat orang lain mematuhi perintahnya walau tidak pernah bertemu sekalipun.
Bukannya sangat mencolok berjalan bertiga dengan posisi seperti ini. Dasar dua pria aneh.
Elisa melihat punggung lebar Lorenzo di depannya dan melirik Stefan di sampingnya yang tidak jauh berbeda dengan Lorenzo, hanya saja Lorenzo memiliki tinggi beberapa cm dari Stefan.
Elisa berhenti di depan sebuah toko bayi dan melihat sebuah action figure dari sebuah film.
"Kau ingin itu?" tanya Lorenzk menunjuk benda itu.
"Tidak, tapi sepertinya itu sangat bagus."
Lalu mereka berjalan lagi dan beberapa kali Elisa berhenti tapi tidak membeli. Karena Ia sadar semuanya sangat mahal dan mewah, tidak cocok untuk dirinya yang berpenampilan seperti ini. Pikirnya.
Lorenzo berhenti mendadak sehingga Elisa menabrak punggungnya. "Aduh, ah maaf Tuan."
Lorenzo yang biasanya melirik sekarang sedikit menunduk menyesuaikannya dengan tinggi Elisa.
"Kenapa kau tidak membeli sama sekali?"
"Saya hanya ingin mencuci mata Tuan hehe," tersenyum lebar membuat Lorenzo terdiam dan langsung berbalik lalu mengisyaratkan gerakan tangan kepada Stefan, lalu Dia pergi dan meninggalkan Elisa dan Lorenzo.
"Sekretaris Stefan Anda ingin ke mana?" ucap Elisa namun Stefan sudah jauh mengingat Ia berjalan cepat.
"Berjalan lah di sampingku," ucap Lorenzo lalu Elisa berjalan beberapa langkah ke samping Lorenzo. "Tempatmu di sini, bukan di belakangku," Lorenzo berjalan dan Elisa mengikuti langkah kakinya.
"Tuan maaf apa bisa Anda berjalan sedikit pelan, saya tidak bisa mengikuti langkah kaki Anda," Lorenzo mengecilkan langkah kakinya dan mereka berjalan keluar menuju parkiran.
Saat sampai parkiran Elisa dari jauh sudah melihag sekretaris Stefan berdiri dekat di bagasi mobil bersama beberapa pegawai mall yang membawa banyak paper bag dan memasukannya ke dalam bagasi.
Apa itu?
Sampainya di dekat mobil Lorenzo berhenti. "Itu untukmu, kau bisa membukanya saat du mansion. Aku bisa membantumu untuk membukanya."
Mulut Elisa terbuka beberapa detik sejujurnya Ia tidak tahu harus merespon seperti apa. Lalu mereka menaiki mobil dan berjalan menuju tempat kelas yoga karena sebentar lagi pukul 4 sore, Elisa hanya geleng-geleng kecil melihat tingkah Lorenzo.
__ADS_1
Sepertinya yang sedang sibuk berbelanja, Anda sendiri Tuan.
Haloo guyss selamat membaca yaa terima kasih, ngomong-ngomong selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke 78 tahun❤🤍